800 Orang Ukraina Terjebak di Pabrik Kimia Severedonetsk yang Dikepung Rusia

Merdeka.com - Merdeka.com - Ukraina menyampaikan, sekitar 800 orang bersembunyi di ruang bawah tanah barik Azot di kota Severodonetsk, Luhanks yang dikepung pasukan Rusia.

Perang Ukraina-Rusia masih berlangsung sampai saat ini, memasuki bulan keempat sejak invasi dilancarkan Rusia pada 24 Februari lalu.

Gubernur Luhansk, Serhiy Haidai menyampaikan, pasukan Ukraina masih menguasai pabrik kimia Azot di mana ratusan warga sipil berlindung. Hal ini disampaikan setelah pemimpin separatis yang didukung Rusia mengklaim 300 sampai 400 pejuang Ukraina juga terjebak di pabrik tersebut.

"Informasi tentang blokade pabrik Azot itu bohong," jelas Haidai, dikutip dari laman Al Jazeera, Minggu (12/6).

"Pasukan kami menguasai sebuah zona industrial Severedonetsk dan menghancurkan tentara Rusia di kota tersebut," lanjutnya.

Sebelumnya, otoritas Ukraina mengatakan sebanyak 800 orang bersembunyi di beberapa tempat berlindung di bawah pabrik Azot, termasuk 200 karyawan dan 600 warga Severedonetsk.

Rodion Miroshnik, perwakilan Republik Rakyat Luhansk yang memerdekakan diri dari Ukraina dan didukung Rusia mengatakan 300 sampai 400 pejuang Ukraina terjebak di pabrik tersebut bersama warga sipil. Dia menambahkan, telah dilakukan negosiasi untuk mengeluarkan mereka menuju kota Lysychansk.

"Permintaan itu tidak dapat diterima dan tidak akan dibahas," ujar Miroshnik, menambahkan negosiasi dengan para pejuang terkait warga sipil di pabrik itu sedang berlangsung. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel