82,8 Persen Nelayan Kecil Hidup di Garis Kemiskinan Ekstrem, Tak Bisa Akses Solar

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Harian Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan mengungkapkan, mayoritas nelayan kecil yang bermukim di wilayah pesisir dan terluar berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem. Hal itu diperparah dengan sulitnya kelompok tersebut mendapatkan BBM bersubsidi berupa solar sebagai bekal untuk memperoleh hasil perikanan.

"Mayoritas 70 persen tinggal di wilayah pesisir, jadi populasi kemiskinan ekstrem diakibatkan karena beban/ongkos nelayan kecil sangat besar untuk beli BBM," kata Dani dalam sesi diskusi di Jakarta, Selasa (22/6).

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan KNTI bersama Koalisi KUSUKA Nelayan pada 2020 dan 2021, ditemukan sebanyak 82,8 persen nelayan kecil tidak memiliki akses terhadap BBM bersubsidi. Itu disebabkan lantaran minimnya infrastruktur stasiun pengisian solar atau Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) di kawasan pesisir.

Alhasil nelayan kecil terpaksa membeli BBM bersubsidi ke pengecer dengan harga lebih tinggi. "BBM solar kan Rp 5.100 (per liter). Di pesisir bisa Rp 6-7 ribu, bahkan di daerah terluar bisa Rp 10.000 (per liter)," ucapnya.

Dia coba menggambarkan kondisi nelayan kecil yang terpaksa hidup di level kemiskinan ekstrem. Menurut dia, kondisinya makin sulit dari hari ke hari. Seperti yang ia jumpai di berbagai kampung nelayan, dimana hasil tangkapannya jauh lebih sedikit dibandingkan 5-10 tahun yang lalu.

"Kenapa sulit ditangkap? Pertama, perubahan lingkungan laut akibat cuaca ekstrem. Itu kan menyebabkan perpindahan migrasi ikan dari tadinya di 2 mil, karena ada migrasi jadi lebih jauh. Itu sebabkan tingkat pendapatan nelayan makin berkurang, sementara biaya produksi makin meningkat," paparnya.

Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca perairan yang kian panas akibat perubahan iklim. Sehingga nelayan kecil harus berputar lebih jauh untuk mencari ikan.

"Itu mengapa populasi kemiskinan di daerah pesisir jadi makin besar, karena pendapatan mereka yang makin berkurang. Kalau pemerintah bisa menyelesaikan/mengurangi beban pengeluaran nelayan kecil dengan beli BBM, itu jadi satu pintu untuk menyelesaikan problem kemiskinan ekstrem wilayah pesisir," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel