84 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Sebulan Terakhir Belum Divaksin Booster

Merdeka.com - Merdeka.com - Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengungkapkan, ada 1.373 pasien Covid-19 meninggal dunia pada periode 4 Oktober sampai 8 November 2022. Dari jumlah tersebut, hanya 107 pasien atau 8 persen sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Kemudian, 382 pasien atau 28 persen baru mendapatkan vaksinasi dosis kedua, 222 pasien setara 16 persen sudah menerima vaksinasi booster, dan 667 atau 48 persen belum divaksinasi.

"Kesimpulannya, ada 84 persen pasien meninggal karena belum dibooster," kata Syahril dalam konferensi pers, Kamis (10/11).

Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, kasus meninggal yang belum divaksinasi Covid-19 mayoritas berusia lebih dari 60 tahun. Syahril mencatat, angkanya mencapai 424 orang atau lebih dari 50 persen.

"Ini jadi perhatian kita. Orang tua kita harus diselamatkan agar tidak jatuh ke rumah sakit karena tidak dibooster, tidak divaksin," ujarnya.

Kondisi Pasien Rawat Inap di RS

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mencatat, kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan dalam tiga pekan terakhir dampak Omicron XBB. Rata-rata kenaikan kasus dalam sehari mencapai 5.000 orang.

Sementara total pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit saat ini sebanyak 4.484 orang. Dari jumlah tersebut, 228 pasien menjalani perawatan di ruang ICU (Intensive Care Unit) dan 4.256 non-ICU.

“Kalau rumah sakit kita amati ada kenaikan juga sekarang. Puncaknya sudah menyentuh BA.4 dan BA.5. Tapi masih di bawah puncak 30.000 pada saat BA.1 dan BA.2 di awal tahun,” jelas Budi.

Jika dilihat berdasarkan usia, pasien Covid-19 di rumah sakit didominasi berusia 19 sampai 59 tahun. Sementara untuk gejala, 16 persen pasien tanpa gejala dan 42 persen bergejala ringan.

Rinciannya, 706 pasien asimtomatik, 1.890 pasien bergejala ringan, 1.658 pasien bergejala sedang. Kemudian pasien dengan gejala berat 201 orang, dan kritis 29 orang. Data ini tercatat per 6 November 2022. [tin]