86 Napi dan Pegawai Lapas Kendari Sembuh dari COVID-19

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 86 narapidana yang merupakan warga binaan dan pegawai di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelaa IIA Kendari di Sulawesi Tenggara dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Dari jumlah tersebut, terbagi atas 69 orang warga binaan dan 17 orang merupakan pegawai Lapas Kelas IIA Kendari, unit pelaksanaan teknis (UPT) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sultra.

"Jadi untuk di Lapas Kendari, alhamdulillah baik pegawainya maupun warga binaan sudah steril. Pegawai dan warga binaan sudah selesai masa isolasi dan sudah pulih semua," Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Sultra Muslim, di Kendari Sabtu (7/11/2020).

Dijelaskannya, warga binaan diketahui terkonfirmasi positif COVID-19 berawal dari dilakukannya tes cepat kepada pegawai sipir termasuk kepada 412 warga binaan. Namun sebanyak 105 orang warga binaan dan 17 pegawai hasilnya reaktif.

Muslim mengatakan, setelah diketahui ada warga binaan dan pegawai sipir yang reaktif, maka pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan tim Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Kemudian ditindak lanjuti dengan test swab (uji usap) dan hasilnya 69 orang positif. Jadi saat hasilnya positif para warga binaan dan pegawai sipir ini menjalani isolasi di eks SMA Angkasa daerah Ranomeeto termasuk di Rumah Sakit Behteramas dan ruang isolasi lapas," jelas Muslim seperti dikutip dari Antara.

Kemudian, kata dia, setelah para warga binaan dinyatakan sembuh, namun ketika masuk di dalam lapas masih menjalani isolasi selama 14 hari dan kini ke-69 warga binaan telah selesai masa isolasi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tak Tahu Sumber Penularan

Muslim tidak mengetahui sumber penularan virus corona di dalam lapas. Sebab, selama pandemi, tidak ada lagi kunjungan di Lapas Kelas IIA Kendari dan dialihkan melalui video call. Namun, Ia menduga, penularan di lapas bisa saja bersumber dari sipir yang memiliki akses keluar masuk di dalam area lapas.

"Nah, mungkin terkendalanya jangan sampai ada pegawai yang bawa itu, karena ini ini juga lalu-lalang. Tapi kan ini susah karena kita pasti akan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, kita tidak tahu ada apa di situ, inilah yang menjadi persoalan," tuturnya.

Kata Muslim, dalam menangani penyebaran COVID-19 di dalam tahanan, seluruh pegawai UPT Kanwil Kemenkumham Sultra telah menjalani uji usap antigen, termasuk penerapan porotokol kesehatan lebih ketat. Ia juga menyampaikan dirinya belum menerima adanya warga binaan di Lapas/Rutan lain yang positif COVID-19.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Abdul Samad Dama mengatakan sejak adanya warga binaan yang terinfeksi COVID-19, maka penerapan protokol kesehatan ekstra ditingkatkan lagi.

"Seluruh pegawai di lapas telah melaksanakan tes swab antigen, hasilnya semua negatif. Penerapan 3M lebih kami tingkatkan lagi. Semua pegawai dan warga binaan wajib memakai masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan," katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: