864 Korban Kebakaran Kilang Balongan Indramayu Masih Mengungsi

Hardani Triyoga, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 864 jiwa masih mengungsi dampak kebakaran hebat Pertamina RU VI Balongan, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Kepala Seksi (Kasie) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Hadi Rachmat menjelaskan, ratusan warga tersebut kini diungsikan ke dua posko.

"246 KK atau 864 orang mengungsi di bagi ke dua titik pos pengungsi Gedung Arena Futsal Bumi Patra dan Gor Bumi Patra," ujar Hadi dalam keterangannya kepada VIVA, Selasa, 6 April 2021.

Hadi melanjutkan untuk penanganan empat tangki yang terbakar sudah dipadamkan sehingga dalam proses pendinginan."Empat unit tank sudah padam dilanjut dengan proses pendinginan," jelasnya.

Sebelumnya, Pertamina RU VI Balongan Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu mengalami kebakaran hebat pada Senin dini hari, 29 Maret 2021 sekitar pukul 01:00 WIB. Akibatnya puluhan korban mengalami luka ringan dan luka berat yang ditangani Rumah Sakit Pertamina.

PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) VI Balongan merupakan kilang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero). Kegiatan bisnis utamanya dengan mengolah minyak mentah menjadi produk-produk Bahan Bakar Minyak (BBM), non BBM dan Petrokimia.

RU VI Balongan mulai beroperasi sejak 1994. Kilang ini berlokasi di Indramayu (Jawa Barat) sekitar ±200 km arah timur Jakarta, dengan wilayah operasi di Balongan, Mundu dan Salam Darma. Bahan baku yang diolah di Kilang RU VI Balongan adalah minyak mentah Duri dan Minas yang berasal dari Riau.