882 guru PPPK diharapkan tingkatkan kualitas pendidikan di Surabaya

Komisi D Bidang Pendidikan DPRD Kota Surabaya berharap 882 guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Pahlawan, Jawa Timur.

"Alhamdulillah, SK (surat keputusan) pengangkatan dan SPT (surat perintah tugas) guru PPPK tahap satu dan dua sudah diserahkan semua. Saat ini guru-guru PPPK sudah bekerja sesuai tempat penugasan yang telah diterima," kata Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah di Surabaya, Minggu.

Khusnul mengaku lega para guru PPPK yang telah dinyatakan lolos dan sekarang sudah menerima SK pengangkatan dan SPT dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya. Menurut dia, saat reses, sempat menerima keluhan guru PPPK yang nasibnya tidak jelas karena belum menerima SK pengangkatan dan SPT, khususnya guru PPPK yang diterima pada tahap kedua.

Baca juga: Wali Kota Surabaya serahkan SK PPPK 470 guru

"Saya ucapkan selamat dan sukses serta selamat bertugas untuk seluruh guru PPPK. Selamat mengabdi untuk pendidikan Surabaya," ujar Khusnul.

Sebanyak 882 guru PPPK yang menerima SK pengangkatan dan SPT itu dibagi dalam dua tahap yakni tahap pertama sebanyak 470 orang yang sudah menerima SK Wali Kota Surabaya tentang pengangkatan PPPK, SPT dari Dispendik dan surat perjanjian kerja (SPK) dari Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Surabaya, pada 24 Mei 2022.

Sedangkan tahap kedua sebanyak 413 orang yang sudah menerima SK Wali Kota Surabaya tentang Pengangkatan PPPK dan SPT dari Dispendik Surabaya pada 30 Mei 2022.

Baca juga: Kemendikbudristek lakukan perekrutan 758.018 guru PPPK pada 2022

Untuk itu, Khusnul memberikan pesan kepada seluruh guru PPPK tersebut, agar ikhlas bergotong royong bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya. Dengan pendidikan, lanjut dia, bisa meningkatkan derajat warga menjadi lebih baik.

Gotong royong, kata dia, sejalan dengan semangat Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni. "Inti dari Pancasila adalah gotong royong. Jika seluruh guru PPPK saling bergotong royong meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya, berarti juga telah melaksanakan Pancasila," ujar dia.

Baca juga: Pemerhati sarankan pemerintah kembalikan guru PPPK ke sekolah asalnya

Oleh karena itu, Khusnul mengajak guru PPPK untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya. Dengan pendidikan, kata dia, SDM Surabaya akan unggul dan mampu bersaing secara global. "Sekali lagi, selamat bertugas untuk seluruh guru PPPK di Surabaya. Pengabdianmu akan dicatat sejarah pendidikan Surabaya," kata Khusnul.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel