9.035 ternak di Kabupaten Bekasi tervaksinasi PMK selama 2022

Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencatat sebanyak 9.035 hewan ternak di daerah itu telah berstatus tervaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang tahun 2022 sebagai upaya pencegahan penyakit pada ternak.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, drh Dwiyan Wahyudiharto di Cikarang, Senin mengatakan jumlah hewan ternak yang mendapatkan vaksinasi itu mencapai 120,5 persen dari target yang telah ditetapkan sepanjang tahun lalu.

"Dari 7.500 hewan ternak yang ditargetkan, ada 9035 ekor hewan ternak di Kabupaten Bekasi yang telah mendapatkan vaksin PMK tahun lalu," katanya di Cikarang, Senin.

Dia mengatakan ribuan hewan ternak berstatus tervaksinasi PMK itu terdiri atas 6.212 ekor sapi potong, 64 ekor sapi perah, 765 kambing, 1.923 domba, dan 67 ekor kerbau dengan skema jemput bola ke lokasi-lokasi peternakan.

"Kami mobile, di mana ada hewan ternak ya kita vaksin. Mulai dari Kecamatan Tambun Selatan, Cikarang Timur, Pebayuran, Sukakarya, Babelan, hingga Kecamatan Tarumajaya," katanya.

Ia mengakui ada sejumlah kendala yang dihadapi saat melakukan vaksinasi PMK pada hewan ternak antara lain jarak antarkandang peternak yang relatif jauh, minimnya pemahaman sebagian peternak tentang manfaat vaksinasi, hingga penolakan peternak saat hewannya akan divaksinasi.

"Ya, ada satu-dua peternak yang menolak tetapi kami tetap melakukan sosialisasi agar hewan ternaknya mendapatkan vaksin," katanya.

Pihaknya menyatakan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar vaksinasi PMK pada hewan ternak ini dapat dilaksanakan, salah satunya adalah kondisi hewan diharuskan dalam keadaan sehat. "Tidak sembarangan melakukan vaksinasi, kita cek dulu kondisi hewan, kalau sehat ya harus divaksin," katanya.

Ia menambahkan target vaksinasi serupa tahun 2023 mengalami penurunan menjadi hanya 3.000 hewan ternak saja mengingat jumlah ternak saat ini belum dapat dipastikan.

Selama ini Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi berpatokan pada data jumlah hewan ternak dari Biro Pusat Statistik. Dari data BPS itu didapatkan jumlah hewan ternak di daerah itu sebanyak 22 ribu ekor.

"Mungkin data yang diambil saat Idul Adha, saat itu kan hewan banyak tetapi setelah perayaan selesai hewannya ada yang dipotong dan dijual kemana. Jadi saat kami melakukan vaksin di lapangan jumlahnya tidak sebanyak itu, makanya target tahun ini di angka 3.000," ucapnya.

"Dinas Peternakan tetap siap melakukan vaksinasi PMK mengikuti jumlah hewan ternak yang ada di Kabupaten Bekasi. Saat ini, wilayah yang terdapat hewan ternak di antaranya Kecamatan Bojongmangu, Cikarang Pusat, Cibarusah, dan Setu," demikian Dwiyan Wahyudiharto.