9 Bahan Mentah untuk Bangunan untuk Bangun Rumah yang Kuat dan Kokoh

9 Bahan Mentah untuk Bangunan untuk Bangun Rumah yang Kuat dan Kokoh
9 Bahan Mentah untuk Bangunan untuk Bangun Rumah yang Kuat dan Kokoh

RumahCom – Bagi anda yang ingin membangun rumah dari awal atau merenovasi sebuah ruangan, bahan bangunan merupakan fondasi untuk membuat rumah anda. Salah satunya adalah bahan bangunan mentah, merupakan material bangunan yang alami untuk membuat sebuah pondasi bangunan. Contohnya seperti pasir, semen, batu, kayu dan masih banyak lagi.

Untuk mengetahui apa saja bahan bangunan mentah yang direkomendasikan untuk membuat bangunan rumah anda kokoh dan kuat, berikut 9 bahan mentah bangunan yang bisa Anda terapkan pada bangunan rumah Anda:

  1. Pasir

  2. Batu Bata

  3. Semen

  4. Kayu

  5. Baja

  6. Besi Beton

  7. Kerikil

  8. Genteng

  9. Paku

  10. Manfaat Bahan Mentah untuk Bangunan

  11. Keunggulan dan Kekurangan Bahan Mentah untuk Bangunan

1. Bahan Mentah untuk Bangunan yaitu Pasir

<em>Pasir dibutuhkan sebagai bahan perekat batu bata. (Foto: Happho)</em>
Pasir dibutuhkan sebagai bahan perekat batu bata. (Foto: Happho)

Pasir adalah bahan mentah bangunan yang sangat penting. Karena pasir masih banyak dibutuhkan dalam konstruksi bangunan rumah/gedung.

Contoh penggunaan pasir sebagai bahan dasar konstruksi untuk merekatkan batu bata satu dengan yang lainnya, plesteran dinding, campuran beton, campuran pembuatan batako, dan masih banyak lagi.

Karakteristik pasir yang berkualitas agar adalah butiran yang berwarna hitam, kasar, memiliki kadar lumpur yang rendah, dan mengandung unsur besi yang tinggi.

Pasir merupakan salah satu bahan mentah untuk bangunan yang menjadi material penting untuk membangun pondasi rumah. Namun jika Anda lebih memilih untuk membeli rumah jadi daripada bangun rumah. Berikut daftar rumah dijual dibawah Rp1 miliar di kawasan Serpong yang bisa jadi pilihan Anda!

2. Batu Bata

<em>Batu bata adalah bahan bangunan mentah untuk membuat dinding. (Foto: Euro Psy)</em>
Batu bata adalah bahan bangunan mentah untuk membuat dinding. (Foto: Euro Psy)

Batu bata atau sering disebut batako adalah bahan bangunan yang biasa digunakan dalam pembuatan dinding, pondasi pagar dan banyak hal lainnya. Batu bata merupakan produk yang masih digolongkan bahan mentah untuk bangunan. Salah satu alasannya adalah karena batu bata masih diperlukan proses selanjutnya sampai dengan proses penyelesaian.

[ArticleCallout]{ “title”: “12 Model Pintu Gerbang Minimalis”, “excerpt”: “Simak 12 model pintu gerbang minimalis di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/gerbang-minimalis-59254”, “image”: “https://cdn-cms.pgimgs.com/static/2021/12/12-Model-Pintu-Gerbang-Minimalis.png” } [/ArticleCallout]

3. Semen

<em>Semen menjadi bahan perekat dalam pembuatan pondasi bangunan. (Foto: Civil Snap Shot)</em>
Semen menjadi bahan perekat dalam pembuatan pondasi bangunan. (Foto: Civil Snap Shot)

Semen merupakan bahan mentah bangunan yang berfungsi sebagai perekat beberapa bahan material bangunan lainnya seperti pasir, kerikil, batu bata, dan masih banyak lagi. Terbuat dari campuran bahan pozzolan dan kapur, bahan mentah bangunan ini dibutuhkan dalam pembuatan pondasi, beton, plesteran dinding, dan lain sebagainya.

Semen yang bagus bisa dilihat dengan teksturnya yang langsung terurai atau tidak menggumpal saat dipegang. Agar menghasilkan adonan yang bermutu, maka dibutuhkan perbandingan yang tepat antara semen, air, dan bahan lain jika dibutuhkan agar bisa merekat dengan baik.

[PropertyTip]Dalam memilih semen yang berkualitas Anda harus melihat tekstur semen yang mudah terurai.[/PropertyTip]

4. Kayu

<em>Kayu menjadi bahan bangunan yang masih digunakan di pedesaan. (Foto: Rock Wool)</em>
Kayu menjadi bahan bangunan yang masih digunakan di pedesaan. (Foto: Rock Wool)

Penggunaan kayu sebagai bahan mentah bangunan masih banyak digunakan, terutama di daerah pedesaan. Kayu biasanya digunakan dalam membuat rangka dinding, atap, kusen pintu dan jendela.

Kelebihan kayu untuk material konstruksi bervariasi yaitu mudah dibentuk, awet, dan memiliki cukup banyak pilihan.

Dalam membuat rangka bangunan dengan menggunakan kayu, maka diperlukan teknik menyambung kayu. Cara yang umum adalah disambungkan dengan paku atau kayu dikaitkan dengan satu sama lain dengan konsep kuncian.

5. Baja

<em>Baja digunakan untuk membuat kerangka bangunan. (Foto: Builder Space)</em>
Baja digunakan untuk membuat kerangka bangunan. (Foto: Builder Space)

Baja merupakan bahan bangunan yang berfungsi sebagai kerangka untuk menguatkan dinding. Baja ringan juga terkadang digunakan untuk menahan atap.

Konstruksi baja untuk bangunan tinggi dan luas karena terbukti lebih kokoh dan juga aman dibanding kayu. Baja juga lebih mudah dirangkai dan mempercepat proses pembangunan sehingga banyak digunakan sekarang dibanding kayu.

6. Besi Beton

<em>Besi Beton menjadi pilihan lainnya dalam membuat kerangka bangunan. (Foto: Steel Fab Service)</em>
Besi Beton menjadi pilihan lainnya dalam membuat kerangka bangunan. (Foto: Steel Fab Service)

Selain baja, besi beton juga menjadi pilihan untuk membuat konstruksi bangunan. Ukuran diameter besi beton yang dijual umumnya mulai dari 6 mm sampai dengan 25 mm.

Besi beton mengandung beberapa bahan kimia seperti karbon, sulphur, phosphorus dan biji besi.

Sesuaikan kebutuhan ketika hendak membeli besi beton karena banyak sekali jenis dari besi beton itu sendiri, mulai dari besi beton ulir, besi beton polos, besi hollow, dan masih banyak lagi.

Selain itu, pilihlah besi beton yang sudah mengantongi standar SNI, tidak mengandung gumpalan/serpihan, lipatan, retakan, dan gelombang.

7. Kerikil

<em>Kerikil digunakan sebagai bahan campuran semen dan pasir dalam membuat dinding. (Foto: Stone Add)</em>
Kerikil digunakan sebagai bahan campuran semen dan pasir dalam membuat dinding. (Foto: Stone Add)

Batu kerikil adalah material bangunan yang biasa digunakan untuk campuran semen dan pasir untuk membuat beton yang digunakan sebagai pondasi dinding atau pagar. Batu kerikil memiliki ukuran yang berbeda-beda mulai dari 5 sampai 50 milimeter dengan rentang jarak per 5 millimeter. Setiap ukuran memiliki fungsi yang berbeda dari pembangunan materialnya.

8. Genteng

<em>Genteng digunakan sebagai atap penutup rumah. (Foto: Square Space)</em>
Genteng digunakan sebagai atap penutup rumah. (Foto: Square Space)

Genteng dari tanah liat merupakan genteng yang paling banyak diterapkan di bangunan Indonesia. Sebagai alternatif, ada juga asbes dan metal yang ringan, namun material tersebut cepat menghantarkan panas ke dalam rumah.

Kini, ada juga genteng dari bahan plastik, karet daur ulang, dan serat selulosa yang lebih ramah lingkungan serta relatif aman saat terjadi gempa. Selain itu ada juga jenis genteng aspal, genteng keramik, dan sirap kayu.

9. Paku

<em>Paku digunakan sebagai penyambung kayu dalam kerangka bangunan. (Foto: The Balance Smb)</em>
Paku digunakan sebagai penyambung kayu dalam kerangka bangunan. (Foto: The Balance Smb)

Paku adalah bahan material bangunan yang berukuran kecil, namun memiliki fungsi yang penting dalam pembangunan rumah. Salah satu fungsinya adalah untuk menyambung kayu dan triplek sehingga sebuah bangunan menjadi lebih kuat. Ukuran paku yang dijual di pasaran mulai dari 2 cm sampai dengan 12 cm.

Paku dengan ukuran yang kecil yaitu 2 sampai 3 cm digunakan khusus untuk menyambung material jenis triplek. Sedangkan paku dengan ukuran yang besar berukuran 12 cm berfungsi untuk memaku balok yang berukuran tebal.

Sesuai dengan fungsinya, jenis paku cukuplah beragam yaitu mulai dari paku kayu, paku beton, paku seng, dan paku payung.

Manfaat Bahan Mentah untuk Bangunan

<em>Bahan mentah bangunan digunakan dalam pembangunan struktur bangunan. (Foto: CCe Online)</em>
Bahan mentah bangunan digunakan dalam pembangunan struktur bangunan. (Foto: CCe Online)

Fungsi bahan mentah bangunan berfungsi untuk membangun beberapa struktur bangunan utama. Material bahan mentah untuk bangunan tersebut umumnya dipersiapkan terlebih dahulu sebelum pekerja konstruksi membuat struktur sebuah bangunan. Sebagai contoh, struktur bangunan berupa tembok dan lantai maka bahan mentah yang dibutuhkan berupa semen, pasir, batu bata, dan bahan lainnya.

Keunggulan dan Kekurangan Bahan Mentah untuk Bangunan

<em>Keunggulan dan kelebihan bahan bangunan mentah dapat anda pertimbangkan dalam membangun rumah. (Foto: Structural Engineer)</em>
Keunggulan dan kelebihan bahan bangunan mentah dapat anda pertimbangkan dalam membangun rumah. (Foto: Structural Engineer)

Bahan mentah untuk bangunan memang dikatakan sebagai pondasi dalam struktur bangunan, namun harus diperhatikan kembali akan kelebihan dan kekurangannya. Berikut kelebihan dan kekurangannya antara lain:

Kelebihan:

  • Menjadikan konstruksi bangunan menjadi lebih kokoh bersamaan dengan pemilihan bahan yang berkualitas

  • Bahan yang mudah dicari di toko bangunan terdekat

Kekurangan:

  • Diperlukan ketelitian yang lebih dalam pemilihan bahan agar konstruksi tahan lama

  • Memerlukan waktu yang lama untuk memilih bahan apa saja dalam satu pembuatan struktur

Tonton video berikut ini untuk mengetahui tahapan membangun rumah tumbuh!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah