9 Ciri-Ciri Asam Lambung Naik yang Sering Terjadi, Jangan Disepelekan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Memahami ciri-ciri asam lambung naik akan memudahkan seseorang menanganinya. Mengingat asam lambung adalah senyawa disinfektan yang terdiri dari asam klorida, natrium klorida, dan kalium klorida.

Ketika berbagai senyawa asam lambung naik, kondisi kesehatan membahayakan lain dapat mengintai. Ciri-ciri asam lambung naik inilah yang disebut sinyal agar tubuh lebih diperhatikan. Sensasi terbakar di dada, radang tenggorokan, sering sendawa, mulut bau, air liur banyak, dan masih banyak lagi.

Apabila ciri-ciri asam lambung naik ini diabaikan, risiko dinding lambung terluka bisa terjadi. Akan ada komplikasi tidak terduga yang dialami oleh penderita. Maka ketika mengalami, perbaiki pola hidup, pola makan, dan konsultasikan dengan ahlinya.

Berikut Liputan6.com ulas ciri-ciri asam lambung naik dari berbagai sumber, Jumat (25/12/2020).

Sensasi Terbakar dan Radang Tenggorokan

Ilustrasi radang tenggorokan | Pexels
Ilustrasi radang tenggorokan | Pexels

Sensasi Terbakar di Dada

Heartburn merupakan ciri-ciri asam lambung naik yang paling sering terjadi. Penderita akan merasakan sensasi panas seperti terbakar di dada bagian tengah bila mengalami heartburn.

Sensasi terbakar biasanya berawal dari perut dan bisa menyebar hingga ke leher hingga punggung. Tak hanya rasa terbakar yang bisa muncul, sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum pun bisa terjadi. Lantaran mirip dengan angina, gejala asam lambung naik ini bisa saja membuat panik.

Heartburn umumnya muncul setelah makan, berbaring, dan membungkuk. Saat asam lambung naik, jaringan di sepanjang dinding kerongkongan (esofagus) akan mengalami iritasi akibat asam ini.

Radang Tenggorokan

Asam lambung yang naik ke kerongkongan dapat menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Ciri-ciri asam lambung naik inilah yang membuat penderita juga mengeluhkan batuk kering.

Lalu rasa nyeri pada tenggorokan yang tidak kunjung membaik. Apabila diperiksa, seseorang yang mengalami asam lambung yang naik dapat menunjukkan kondisi dinding tenggorokan yang berwarna kemerahan.

Dispepsia

Ilustrasi sendawa | (Foto: derneuemann/Pixabay)
Ilustrasi sendawa | (Foto: derneuemann/Pixabay)

Dispepsia adalah istilah medis umum untuk kondisi perut yang tidak nyaman. Dispepsia termasuk ciri-ciri asam lambung naik yang umum terjadi juga. Naiknya asam lambung bisa ditandai dengan perut yang terasa kembung, sakit pada perut bagian atas, mual setelah makan, serta sering bersendawa.

Berdasarkan gejala dominan yang muncul, nyeri ulu hati atau dispepsia dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

- Dispepsia tipe ulkus

Apabila keluhan yang dominan adalah rasa nyeri pada bagian ulu hati.

- Dispepsia tipe dismotilitas

Apabila keluhan yang dominan adalah kembung, mual, dan cepat kenyang.

- Dispepsia tipe nonspesifik

Apabila keluhan tidak jelas untuk dikelompokkan pada salah satu jenis di atas.

Air Liur Berlebihan dan Sakit Kepala

Ilustrasi Pusing dan Sakit Kepala | Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Pusing dan Sakit Kepala | Credit: pexels.com/pixabay

Air Liur Berlebih

Ketika seseorang memiliki air liur berlebih, itu bisa menjadi ciri-ciri asam lambung naik. Asam lambung dapat masuk ke tenggorokan, membuat mulut mengeluarkan air liur lebih banyak.

Air liur yang keluar biasanya terasa lebih asam dari biasanya. Terkadang sampai membuat mulut tidak nyaman dan mengeluarkan bau busuk dari lambung.

Pada kasus yang jarang, penderita asam lambung bisa mengeluarkan air liur sebanyak dua sendok teh air liur per menit. Ini adalah bentuk respon terhadap asam lambung yang mengiritasi kerongkongan.

Sakit Kepala

Meskipun sakit kepala ringan atau ekstrem dapat menjadi indikasi sejumlah masalah kesehatan yang berbeda, banyak orang yang menderita asam lambung naik sering mengalami migrain atau sakit kepala.

Ciri-ciri asam lambung naik bisa menyebabkan gangguan sinus yang memicu sakit kepala. Sakit kepala yang disebabkan GERD biasanya disertai dengan ciri-ciri asam lambung lainnya.

Napas Bau

Ilustrasi Bau | Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Bau | Credit: pexels.com/pixabay

Jika sudah merasa rutin menyikat gigi dan membersihkan mulut namun masih memiliki bau mulut yang tetap, ini bisa menjadi ciri-ciri asam lambung naik.

Bau mulut karena asam lambung naik disebabkan oleh pergerakan isi lambung ke kerongkongan. Bisa juga disebabkan oleh cara mengunyah makanan yang tidak sempurna, yang membuat makanan membusuk di lambung dan menyebabkan bau busuk.

Asam lambung yang naik kembali ke esofagus dan mulut bisa memicu aroma tak sedap dalam mulut, tak hanya rasa asam atau pahit.

Batuk Kronis dan Suara Serak

Ilustrasi batuk | Sumber: Freepik
Ilustrasi batuk | Sumber: Freepik

Batuk Kronis

Asam lambung yang naik ke kerongkongan diduga bisa terhirup ke dalam paru-paru. Inilah yang diperkirakan menjadi korelasi antara batuk kronis dengan ciri-ciri asam lambung naik.

Pasalnya, batuk merupakan respons otomatis tubuh untuk mengeluarkan benda apa pun yang tidak sengaja terhirup ke dalam saluran napas. Respons ini akan membantu tubuh untuk melindungi diri.

Suara Serak

Asam lambung dapat masuk ke pita suara, menyebabkan peradangan kronis. Ciri-ciri asam lambung naik, sebagaimana diketahui dapat menyebabkan suara serak kronis dan memengaruhi bicara.

Seringkali orang mencoba untuk menghilangkan rasa serak dengan terus membersihkan tenggorokan mereka. Tetapi ini justru dapat merusak tenggorokan lebih parah dan memperburuk masalah.

Kesulitan Menelan

Ilustrasi makan | Sumber: Freepik
Ilustrasi makan | Sumber: Freepik

Asam lambung sering menyebabkan disfagia, atau kesulitan menelan. Ciri-ciri asam lambung naik yang kronis dapat menyebabkan penyempitan kerongkongan, membuat seseorang sulit menelan cairan dan makanan padat.

Ini karena refluks asam kronis menciptakan sensasi bahwa ada sesuatu yang menghalangi tenggorokan. Maka bagi penderita asam lambung naik, perhatikan cara makan dan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya. Terlambat makan akan memicu risikonya.

Gejala tersedak malam hari juga salah satunya. Tersedak dapat terjadi karena aliran balik asam lambung yang terutama terjadi saat berbaring. Bagi sebagian orang, serangan mencekik dan muntah pada sekitar satu jam setelah tidur dapat menandakan refluks asam.