9 Fakta di Balik Perampokan Emas di Medan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Diketahui sejumlah komplotan bersenjata merampok toko emas di pasar tradisional medan, Sumatera Utara. Berikut 9 fakta dibalik perampokan emas di Medan yang berhasil membawa emas murni (london) senilai Rp5 milliar.

1. Lokasi kejadian

Perampokan terjadi di pasar simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara pada Kamis (26/8/2021). Perampokan terjadi sekitar pukul 14:30 WIB dalam kondisi ramai di pasar.

2. Pelaku

Menurut laporan, terdapat empat orang pelaku. Dari rekaman CCTV terekam aksi pelaku perampokan yang berjumlah empat orang dan datang ke lokasi menggunakan dua unit sepeda motor. Keempat pelaku menggunakan senjata api jenis pistol dan sepucuk senjata laras panjang.

3. Juru parkir tertembak

Dikabarkan terdapat satu korban akibat perampokan tersebut. Satu juru parkir menjadi korban penembakan. Ia tertembak di bagian leher sebelah kanannya. Diketahui juru parkir tersebut bernama Yulius Ardi Simanjuntak (40), warga Jalan Nawi Harahap, Kecamatan Medan Amplas, dan dirawat di RS Bhayangkara.

Seorang saksi mata mengatakan juru parkir ditembak oleh komplotan perampok lantaran mencoba menghalangi pelarian mereka usai menggasak toko emas di dalam pasar.

Ia berusaha melempar kay uke tubuh pelaku perampokan, namun ia mendapat perlawanan dan ditembak lehernya. Perampok yang terkena langsung menembak jukir tersebut hingga terkapar.

4. Bawa senjata laras panjang dan pendek

Diketahui bahwa pelaku membawa senjata laras panjang dan pendek. Para pelaku menggasak semua perhiasan yang ada di etalase toko.

Beredar informasi emas yang digasak mencapai 5 kilogram namun informasi lain menyebutkan 4 kilogram. Setelah berhasil menguasai seluruh perhiasan di toko emas, para pelaku berusaha kabur.

5. Belum Dipastikan terkait terorisme

Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan hingga saat ini belum dapat dipastikan aksi perampokan ini ada kaitannya dengan terorisme.

6. Pelaku sulit dideteksi

Berdasarkan rekaman CCTV milik warga, pelaku berjumlah empat orang. Mereka menggunakan sepeda motor Honda Beat hitam dan Honda Scoopy berwarna abu-abu terlihat menenteng senjata ditangan sebelah kirinya.

Dari rekaman tersebut keempatnya menggunakan jaket berwarna gelap, masker dan topi sehingga wajahnya sulit dikenali.

7. Bekas Tembakan Terlihat di Toko Emas

Sebuah lubang yang diduga bekas peluru perampokan toko emas terlihat di depan toko Aulia Chan (Nazrul) di Pasar Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (26/8/2021).

Lubang peluru tersebut terlihat berukuran sekitar 3 Cm. Sementara itu, pihak kepolisian turut mendokumentasikan lubang yang diduga bekas peluru.

8. Menggasak dua toko emas

Dalam insiden itu ada dua toko emas yang menjadi korban perampokan. Kedua toko emas Aulia Chan dan toko emas permata Masrul.

Toko emas Aulia Chan adalah milik Kasmawati (53), warga Jalan Medan Area Selatan, Kota Medan. Dari toko emas itu, para pelaku membawa kabur sekitar 2 kilogram emas.

Sedangkan dari toko emas Masrul milik Ade Irawan (34) warga Jalan Bromo, Gang Jermal 2, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, pelaku membawa sekitar 3 kilogram emas. Diketahui bahwa para pelaku berhasil membawa kabur emas murni (london) seharga Rp 5 miliar.

9. Barang bukti

Ketika polisi menyelidiki dan melakukan olah TKP, Polisi berhasil menemukan tiga butir selongsong (peluru) yang ditemukan di lokasi kejadian.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel