9 Fakta Menarik Festival Kue Bulan, Reuni Keluarga hingga Cerita Rakyat Terkenal

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Festival Pertengahan Musim Gugur adalah festival terpenting kedua di China, setelah Tahun Baru Imlek. Perayaan ini menjadi acara yang ditunggu-tunggu oleh sebagian orang karena hanya terjadi setahun sekali.

Festival ini juga dikenal sebagai Festival Bulan dan Festival Kue Bulan.

Berikut fakta menarik yang mungkin jarang kamu ketahui tentang Festival Kue Bulan, seperti dilansir dari China Travel, Selasa (21/09/2021):

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Dikenal Juga Sebagai Festival Bulan dan Festival Kue Bulan

Kue bulan dengan kuning telur asin yang baru saja dipanggang terlihat di sebuah perusahaan makanan bernama Saikoh di Yokohama, Jepang, pada 30 September 2020. Festival Pertengahan Musim Gugur atau juga disebut Festival Kue Bulan jatuh pada 1 Oktober tahun ini. (Xinhua/Du Xiaoyi)
Kue bulan dengan kuning telur asin yang baru saja dipanggang terlihat di sebuah perusahaan makanan bernama Saikoh di Yokohama, Jepang, pada 30 September 2020. Festival Pertengahan Musim Gugur atau juga disebut Festival Kue Bulan jatuh pada 1 Oktober tahun ini. (Xinhua/Du Xiaoyi)

Festival Pertengahan Musim Gugur sering dihubungkan dengan bulan purnama, kue bulan, dan reuni keluarga. Oleh karena itu memiliki nama lain seperti Festival Bulan, Festival Kue Bulan, dan Festival Reuni.

Festival ini jatuh pada tanggal 15 bulan lunar ke-8 di musim gugur, ketika bulan paling bulat dan paling terang dalam setahun. Oleh karena itu, festival ini juga disebut sebagai Festival Agustus.

Biasanya tanggal Festival Pertengahan Musim Gugur antara awal September dan awal Oktober pada kalender Nasional. Tahun ini, jatuh pada tanggal 21 September 2021.

2. Festival Bulan Adalah Saatnya Reuni Keluarga

ilustrasi berkumpul dengan keluarga saat buka bersama/pexels
ilustrasi berkumpul dengan keluarga saat buka bersama/pexels

Festival Kue Bulan adalah waktu untuk reuni keluarga, seperti Tahun Baru Imlek. Saat ini orang-orang sibuk dengan pekerjaannya dan mungkin tidak cukup waktu untuk pulang.

Untuk itu, di China memberikan libur nasional pada 2008 selama tiga hari dalam perayaan Festival Kue Bulan. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan orang kesempatan bertemu dengan keluarga.

3. Cerita Rakyat Tentang Chang-e Terbang ke Bulan

Pengunjung melihat lentera yang berputar selama pratinjau media untuk Mid-Autumn Festival di Gardens by the Bay, Singapura, Selasa (27/8/2019). Festival ini sebagai penanda berakhirnya panen musim gugur, atau Mid-Autumn sekaligus momen untuk memanjatkan syukur kepada dewa-dewi. (Roslan RAHMAN/AFP)
Pengunjung melihat lentera yang berputar selama pratinjau media untuk Mid-Autumn Festival di Gardens by the Bay, Singapura, Selasa (27/8/2019). Festival ini sebagai penanda berakhirnya panen musim gugur, atau Mid-Autumn sekaligus momen untuk memanjatkan syukur kepada dewa-dewi. (Roslan RAHMAN/AFP)

Banyak legenda Festival Pertengahan Musim Gugur, seperti Kelinci Giok yang menumbuk jamu, dan Geng Gu Memotong Pohon Ostmasth.

Namun, ada satu cerita yang paling terkenal, yakni Chang’e terbang ke bulan. Chang'e menelan ramuan dan terbang ke bulan.

4. Memiliki Sejarah Panjang Lebih dari 3.000 Tahun

Kue Bulan banyak dijual saat Mid-Autumn Festival. (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)
Kue Bulan banyak dijual saat Mid-Autumn Festival. (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Festival Pertengahan Musim Gugur berasal dari pemujaan surgawi. Ini berevolusi dari pemujaan bulan dari Periode Pra-Qin (2070–221 SM).

Pemujaan bulan, dengan sejarah yang panjang, adalah semacam kegiatan pemujaan orang-orang kuno di beberapa bagian China untuk Dewi Bulan.

5. Dulu Dikenal Sebagai Hari Valentine

Pengunjung mengambil gambardengan latar belakang lentera untuk Mid-Autumn Festival di Gardens by the Bay, Singapura, Selasa (27/8/2019). Festival ini sebagai penanda berakhirnya panen musim gugur atau Mid-Autumn sekaligus merupakan momen untuk memanjatkan syukur kepada dewa-dewi. (Roslan RAHMAN/AFP)
Pengunjung mengambil gambardengan latar belakang lentera untuk Mid-Autumn Festival di Gardens by the Bay, Singapura, Selasa (27/8/2019). Festival ini sebagai penanda berakhirnya panen musim gugur atau Mid-Autumn sekaligus merupakan momen untuk memanjatkan syukur kepada dewa-dewi. (Roslan RAHMAN/AFP)

Pada zaman dahulu, Festival Pertengahan Musim Gugur juga dianggap sebagai Hari Valentine seperti Festival Qixi (Festival Ketujuh Ganda).

Itu bermula pada legenda lelaki tua di bawah bulan, yang bertanggung jawab atas cinta dan pernikahan semua orang melalui benang merahnya.

Pada zaman kuno, anak laki-laki, perempuan, dan orang tua yang belum menikah akan menyembah bulan dan berdoa kepada lelaki tua itu untuk pernikahan yang baik pada malam Festival Pertengahan Musim Gugur.

6. Dirayakan di Negara Asia Lainnya

Tradisi sembahyang dalam perayaan Festival Kue Bulan di Klenteng Tek Hay Kiong Tegal pada Selasa (21/09/2021) (Liputan6.com / Cindy Damara)
Tradisi sembahyang dalam perayaan Festival Kue Bulan di Klenteng Tek Hay Kiong Tegal pada Selasa (21/09/2021) (Liputan6.com / Cindy Damara)

Festival Kue Bulan tidak hanya dirayakan di China, tetapi juga di negara-negara Asia lainnya seperti Vietnam, Singapura, Malaysia, Indonesia, Filipina, Jepang, dan Korea Selatan.

Festival ini memiliki nama dan perayaan yang berbeda di berbagai negara. Misalnya, Festival Pertengahan Musim Gugur disebut Festival Lentera di Singapura karena orang-orang akan menyalakan lentera di malam hari.

7. Kue Bulan Hanya Dimakan Saat Festival Kue Bulan

Ilustrasi sajian mooncake (pexels.com/Marie Martin)
Ilustrasi sajian mooncake (pexels.com/Marie Martin)

Pada zaman dulu, kue bulan adalah sejenis makanan ringan. Kemudian, kue-kue ini telah digabungkan dengan mengagumi bulan, menyiratkan reuni keluarga.

Sejak Dinasti Ming, kue bulan hanya dimakan pada Festival Pertengahan Musim Gugur, yang merupakan persembahan utama pengorbanan bulan yang populer di kalangan masyarakat.

8. Seluruh Keluarga Berbagi Satu Kue Bulan

Kue Bulan besar yang banyak dijual saat Mid-Autumn Festival. (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)
Kue Bulan besar yang banyak dijual saat Mid-Autumn Festival. (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Kue bulan, yang melambangkan kelengkapan dan reuni, adalah makanan wajib di Festival Pertengahan Musim Gugur. Cara yang tepat untuk memakannya adalah dengan berbagi kue bulan dengan seluruh keluarga, memotongnya menjadi beberapa bagian dan semua orang mengambilnya.

Berbagi kue bulan bulat di antara anggota keluarga menandakan kelengkapan dan kesatuan keluarga.

9. Kue Bulan Memiliki Ratusan Rasa

Nampan kue bulan dengan kata-kata China 'orang Hong Kong' terlihat di toko roti Wah Yee Tang, Hong Kong, 9 Agustus 2019. Hong Kong diramaikan dengan beragam ekspresi kreatif terkait kisruh antara massa pro-demokrasi dengan aparat setempat. (AP Photo/Kin Cheung)
Nampan kue bulan dengan kata-kata China 'orang Hong Kong' terlihat di toko roti Wah Yee Tang, Hong Kong, 9 Agustus 2019. Hong Kong diramaikan dengan beragam ekspresi kreatif terkait kisruh antara massa pro-demokrasi dengan aparat setempat. (AP Photo/Kin Cheung)

Kue bulan biasanya memiliki kulit pastry dan isian yang kaya di dalamnya, seperti pasta kacang, kuning telur, kacang, dan babi panggang.

Dengan berkembangnya zaman, selain banyak rasa tradisional kue bulan, semakin banyak rasa baru.

Rasa yang paling populer di China adalah Five Kernel and Roast Pork, Lotus Seed Paste with Yolk, Sweet Bean Paste, Snow Skin, Green Tea.

Di Indonesia sendiri, rasa yang paling populer adalah keju, coklat, durian, nanas, dan masih banyak lagi.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel