9 Fakta Terkini soal Kekaisaran Sunda Nusantara

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro menyebut, dokumen seperti STNK dan SIM asal Kekaisaran Sunda Nusantara ternyata dibuat sendiri.

Hal itu terungkap usai pemeriksaan terhadap Rusdi Karepesina pengemudi mobil Pajero yang ditilang di Tol Dalam Kota Cawang pada Rabu 5 Mei 2021 pukul 11.00 WIB.

"Kalau kemarin kita tanya mereka bilang bikin sendiri lalu mengklaim itu bisa menjadi dokumen untuk kendaraannya dia," ujar Kasat PJR Polda Metro Jaya Kompol Akmal, Kamis, 6 Mei 2021.

Saat diperiksa, pengemudi tak mampu menunjukkan STNK dan SIM yang semestinya. Tapi, mengeluarkan surat-surat kendaraan bertuliskan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

STNK itu diterbitkan oleh Menteri Senior Ekonomi dan Keuangan, Ahmad Fauzi yang tercatat sebagai Jenderal Pertama TKSN/ Imperial Army of Sunda Arhipelago.

Sementara itu, terungkap pula dari adik ipar Alex Ahmad Hadi Ngala, sang Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara, Alex bukan merupakan penduduk asli Kelurahan Kemirimuka.

Alex merupakan warga Manado, Sulawesi Utara yang menikah dengan kakaknya yakni Muniroh. Untuk rumah yang saat ini ditinggali merupakan peninggalan orangtuanya.

"Itu rumah mertuanya, orangtua saya dan istrinya itu kakak saya," ujar Jayadi.

Bahkan yang terbaru, Alex mengaku telah mundur dari Kekaisaran Sunda Nusantara.

Berikut sejumlah fakta terkini terkait Kekaisaran Sunda Nusantara dihimpun Liputan6.com:

SIM dan STNK yang Dibuat Sendiri, Saat Disita Tak Jelas

Barang bukti kartu TNB Kekaisaran Sunda Nusantara yang diamankan polisi dari pengemudi Mitsubishi Pajero Sport yang mengenakan pelat palsu SN 45 RSD. (Istimewa)
Barang bukti kartu TNB Kekaisaran Sunda Nusantara yang diamankan polisi dari pengemudi Mitsubishi Pajero Sport yang mengenakan pelat palsu SN 45 RSD. (Istimewa)

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro menyebut, dokumen seperti STNK dan SIM asal Kekaisaran Sunda Nusantara ternyata dibuat sendiri.

Hal itu terungkap usai pemeriksaan terhadap Rusdi Karepesina pengemudi mobil Pajero yang ditilang di Tol Dalam Kota Cawang.

"Kalau kemarin kita tanya mereka bilang bikin sendiri lalu mengklaim itu bisa menjadi dokumen untuk kendaraannya dia," ujar Kasat PJR Polda Metro Jaya Kompol Akmal, Kamis, 6 Mei 2021.

Saat ditilang, polisi menemukan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang dikeluarkan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

"Itu yang masih kita dalami karena ya bisa saja itu gangguan psikis menganggap ada negara. Tapi itu buat sendiri karena beda-beda ada yang pangkatnya bintang 2, suka-suka mereka saja," kata Akmal.

Akmal kemudian mengatakan, surat-surat yang disita pun tidak jelas, lantaran tahun yang dikeluarkan berbeda-beda, yaitu 2017 dan 2019. Termasuk alamat yang tertera dalam dokumen itu.

"Nggak ada nggak jelas, nggak ngaku di mana tempatnya. Itu hanya tertulis alamat mereka. Mereka punya identitas enggak jelas gitu. Sekarang masih pendalaman di Reskrim," kata dia.

Oleh karena itu, polisi masih mendalami Rusdi Karespina dan rekannya. Mereka tidak ditahan dan saat ini telah dipulangkan.

"Nggak (tidak ditahan). Tapi kita masih lakukan pendalaman masih diperiksa. Kalau di lalu lintas sudah selesai dengan dilakukan penindakan. Ini kan sekarang tinggal didalami tindak lanjutnya," kata Akmal.

Adik Ipar Ungkap Sikap Alex Sehari-hari

Lokasi rumah milik panglima Kekaisaran Sunda Nusantara di Jalan Ciliwung, RT5/1, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)
Lokasi rumah milik panglima Kekaisaran Sunda Nusantara di Jalan Ciliwung, RT5/1, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Pemilik Pajero Sport berpelat nomor SN 45 RSD yang mengaku sebagai Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara diketahui sudah tinggal di Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat sejak 1992.

Alex Ahmad Hadi Ngala bahkan mengaku dirinya telah 10 tahun menjadi bagian dari Kekaisaran Sunda Nusantara.

Menurut sang adik ipar, Alex bukan merupakan penduduk asli Kelurahan Kemirimuka. Alex merupakan warga Manado, Sulawesi Utara yang menikah dengan kakaknya yakni Muniroh. Untuk rumah yang saat ini ditinggali merupakan peninggalan orang tuanya.

"Itu rumah mertuanya, orangtua saya dan istrinya itu kakak saya," ujar Jayadi.

Menurut Jayadi, kakak iparnya kerap terlihat di rumah sebelum munculnya pemberitaan terkait Kekaisaran Sunda Nusantara di media. Setiap harinya, Alex kerap menelepon namun tidak diketahui melakukan pembicaraan dengan siapa.

"Ya enggak ada, nelepon aja kerjanya cuman ngomel kayanya sih kelompok kerajaan," ucap Jayadi.

Dianggap Stres dan Tak Punya Aset

Kediaman Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara, yakni Alex Ahmad Hadi Ngala yang juga dijadikan kantor. (Liputan6.com/Disky  Agung Prihanto)
Kediaman Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara, yakni Alex Ahmad Hadi Ngala yang juga dijadikan kantor. (Liputan6.com/Disky Agung Prihanto)

Lalu Jayadi mengungkapkan, warga sekitar tidak ada yang percaya bahwa Alex merupakan Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara.

Bahkan warga sekitar menganggap Alex sebagai orang stres, sehingga tidak ada satu pun warga asli Kemirimuka yang percaya ucapannya.

"Saya pernah melihat jaket yang dikenakannya seperti jaket tentara," ungkap Jayadi.

Jayadi menuturkan, jaket yang dikenakannya terlihat seperti bertuliskan panglima dengan warna hijau. Beberapa kali orang yang berasal dari kelompoknya sempat datang baik pagi maupun siang, namun tidak banyak.

"Kalau ada rapat sekitar 10 orang yang datang menemuinya," tutur Jayadi.

Lebih lanjut, Jayadi menyangkal kabar yang menyebut Alex memiliki banyak aset. Apalagi selama ini Alex hanya tinggal di rumah orangtuanya yang dibangun pada 1950.

"Kalau banyak aset enggak mungkin, itu aja tinggalnya di rumah orangtua saya," pungkas Jayadi.

Penerima Bansos dan Tak Miliki Pekerjaan Tetap

Paket bansos terlihat di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah menyalurkan paket bansos sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan untuk mencegah warga mudik dan meningkatkan daya beli selama masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Paket bansos terlihat di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Pemerintah menyalurkan paket bansos sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan untuk mencegah warga mudik dan meningkatkan daya beli selama masa pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara, Alex Ahmad Hadi Ngala, tak memiliki kehidupan mewah seperti sebagian panglima kerajaan dalam dongeng. Bahkan, Alex menjadi salah satu penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Ketua RT5/1 Kemirimuka, Depok, Syarif Sumirat, membenarkan Alex merupakan salah satu warganya. Alex tinggal bersama istri dan anaknya di lingkungan itu.

Dalam kesehariannya, Alex tidak memiliki pekerjaan tetap dan jarang bersosialisasi dengan warga di lingkungannya.

"Enggak ada kerjaannya, di kartu keluarga juga ada pekerjaannya," ujar Syarif soal panglima Kekaisaran Sunda Nusantara itu, Jumat, 7 Mei 2021.

Lantaran tidak memiliki pekerjaan, sambung dia, pengurus lingkungan mencatatkan Alex sebagai penerima bansos.

Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya, Alex dibantu kedua anaknya yang sudah menikah dan bekerja.

Tinggal di Rumah Mertua, Tak Pernah Ikut Bertetangga

Rumah Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara yang berada di Jalan Ciliwung, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)
Rumah Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara yang berada di Jalan Ciliwung, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Sementara, tempat tinggalnya yang menjadi kantor Kekaisaran Sunda Nusantara itu merupakan rumah peninggalan mertuanya.

"Sebelumnya tinggal bersama mertua tetapi mertuanya sudah meninggal empat bulan yang lalu," terang Syarif.

Syarif mengungkapkan, Alex sangat jarang mengikuti kegiatan lingkungan seperti kerja bakti. Namun, untuk kegiatan lingkungan seperti tahlilan apabila ada warga yang meninggal, Alex mau mengikuti kegiatan tersebut. Namun Alex dikenal jarang bersosialisasi di lingkungan.

"Kalau kumpul di lingkungan, waktu ada kegiatan tahlilan aja, kalau kegiatan lain ga pernah," kata Syarif.

Mantan Pengurus Partai

Rumah Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara yang berada di Jalan Ciliwung, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)
Rumah Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara yang berada di Jalan Ciliwung, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Syarif menjelaskan, Alex dahulunya merupakan salah satu pengurus partai, namun Syarif enggan menyebutkan nama partai yang diikutinya.

Dia mengetahui Syarif mengikuti Kekaisaran Sunda Nusantara dari mertuanya sebelum meninggal.

"Tahunya itu 10 tahun lalu dari mertuanya, setelah itu tidak dengar lagi dan baru dengar sekarang ini," ucap Syarif.

Dia menuturkan, dari pengamatannya, Alex bersama anggota Kekaisaran Sunda Nusantara jarang berkumpul di rumah Alex.

Selain itu, belum ada warga yang melapor soal perkumpulan Sunda Nusantara di rumah Alex, hal itulah yang membuat dirinya mengira Alex sudah tidak mengikuti kelompok tersebut.

"Karena tidak ada warga yang melapor dan terlihat berkumpul namun nyatanya Kelompok yang diikuti Pak Alex masih ada," tegas Syarif.

Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara Mengaku Mundur dan Sakit Hati

Lokasi rumah milik panglima Kekaisaran Sunda Nusantara di Jalan Ciliwung, RT5/1, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)
Lokasi rumah milik panglima Kekaisaran Sunda Nusantara di Jalan Ciliwung, RT5/1, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)

Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara, Alex Ahmad Hadi Ngala, mengaku telah mundur dari Kekaisaran Sunda Nusantara.

Pengakuan tersebut disampaikannya saat ditemui rombongan Polsek Beji di kediamannya, Jalan Ciliwung RT5/1, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Alex mengatakan, dia telah menyatakan keluar dari Sunda Nusantara. Pengunduran dirinya terhitung sejak Rabu, 5 Mei 2021 sehingga dia tidak terlibat lagi dengan Kekaisaran Sunda Nusantara. Dia mengaku keluar lantaran sakit hati.

"Saya sudah mundur di hadapan anak-anak (anggota kekaisaran), sekarang juga saya bilang di depan Kapolsek," ujar Alex.

Namun, dia tidak menjelaskan lebih rinci soal alasan sakit hatinya. Dia hanya mengakui, terdapat empat orang yang aktif pada Kekaisaran Sunda Nusantara salah satu dirinya.

Saat Polsek Beji bermaksud mengambil fotonya, Alex menolak. Sebagai gantinya, Alex akan memberikan aset yang dimiliki Kekaisaran Sunda Nusantara yang berada di luar negeri kepada pemimpin negeri ini (Indonesia). Begitupula jika dia nanti meninggal dunia.

"Kalau saya mati baru saya serahin (aset), siapa pimpinan di negeri ini," kata Alex.

Daerah Kekuasaan Meliputi 3 Wilayah

Polisi membeberkan berbagai kartu identitas yang dikeluarkan oleh Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. (Foto: Istimewa)
Polisi membeberkan berbagai kartu identitas yang dikeluarkan oleh Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. (Foto: Istimewa)

Alex menerangkan, SIM seumur hidup dan STNK kendaraan yang mengatasnamakan Kekaisaran Sunda Nusantara dibuat Yoseph, salah satu pengurus organisasi itu.

Menurut dia, pembuatan SIM dan STNK merupakan bagian dari sistem Kekaisaran Sunda Nusantara untuk mengambil uang dan aset lainnya yang berada di luar negeri.

"Ini yang harus diuber (uang dan aset) setelah selesai itu semua, baru diabisin. Yang kami hadapi orang luar, saya enggak mau menghadapi saudara kami," ujar Alex.

Alex menjelaskan, Kekaisaran Sunda Nusantara memiliki wilayah meliputi Andalas, Jawa Dipa, sampai Borneo.

Namun karena merasa sakit hati, Alex menolak membicarakan Kekaisaran Sunda Nusantara lebih dalam. Secara Tegas Alex sudah mengundurkan diri.

"Saya juga sudah ngomong (mengundurkan diri) sama si Roy, ini malah sama Kapolri gimana sih. Jangan diperpanjang. Iya dong saya enggak mau begini pak. Sudah saya sudah mundur per tanggal 5," kata Alex.

Polisi Duga Alami Gangguan Jiwa

Ilustrasi Garis Polisi. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Ilustrasi Garis Polisi. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Polsek Beji, Depok, Jawa Barat (Jabar) mendatangi kantor dan kediaman pemimpin Kekaisaran Sunda Nusantara yang berada di wilayahnya.

Polsek Beji bertemu langsung dengan Panglima Kekaisaran Sunda Nusantara yakni Alex Ahmad Hadi Ngala di kediamannya di Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

Kepada polisi, Alex mengaku telah mundur dari Kekaisaran Sunda Nusantara sejak 5 Mei 2021 karena sakit hati merasa dikhianati temannya.

Kapolsek Beji Kompol Agus Khaeron mengakui, saat berkomunikasi dengan Alex terdapat pembicaraan yang tak dapat dimengerti dan cenderung melantur. Dia menduga, Alex mengalami gangguan kejiwaan.

"Kalau dia ngomong kadang enggak nyambung, masa kita harus meyakini. Kayak dulu itu, kayak Sunda Empire," ujar Agus, Jumat, 7 Mei 2021.

Agus mengungkapkan, salah satu pembicaraan tidak masuk akal yaitu mengenai aset yang dimiliki Kekaisaran Sunda Nusantara.

Nantinya, kata dia, aset tersebut akan diberikan kepada dirinya, maupun orang lain yang datang ke rumahnya.

"Nantinya kalau aset Kekaisaran Sunda Nusantara sudah dapat, akan dibagi-bagikan kepada saya maupun yang datang ke rumahnya," jelas Agus.

(Dinda Permata)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: