9 Fakta Unik Supersub Timnas Indonesia U-22, Osvaldo Haay

Manila - Kemenangan Timnas Indonesia U-22 atas Singapura pada laga kedua Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Kamis (28/2/2019), tak lepas dari kontribusi penting Osvaldo Haay. Sang pemain menyumbangkan satu gol dan satu assist. 

Osvaldo Haay berhasil memecah kebuntuan Indonesia dengan mencetak gol pada menit ke-64, yang kemudian digandakan Asnawi Mangkualam Bahar 10 menit berselang. Indonesia menang 2-0 dan makin berpeluang lolos dari fase grup. 

Bukan hanya menjadi bintang Timnas Indonesia U-22 pada laga kontra Singapura, Osvaldo juga menyumbangkan satu gol saat Skuat Garuda mengalahkan Thailand pada pertandingan sebelumnya, Selasa (26/11/2019).  

Menariknya, dua gol Osvaldo Haay di ajang SEA Games tersebut dicetaknya saat menjadi pemain pengganti. Julukan supersub Timnas Indonesia U-22 pantas disematkan kepada pemain Persebaya Surabaya tersebut. 

Pada laga kontra Singapura, Osvaldo masuk pada menit ke-30 menggantikan Muhammad Rafli yang ditarik keluar karena cedera. 

Gol Osvaldo ke gawang Singapura tak lepas dari kecepatan dan kecerdikannya. Dia berhasil mengelabui pemain Singapura, Irfan Fandi, kemudian melepaskan tendangan yang membobol gawang Singapura. 

Osvaldo Haay juga memberikan assist untuk gol kedua Timnas Indonesia U-22 melalui Asnawi. Sebelum melepaskan umpan kepada Asnawi, pemain asal Papua tersebut sukses mengecoh beberapa pemain Singapura. 

Adapun pada duel kontra Thailand, Osvaldo juga masuk menggantikan Rafli, tepatnya pada menit ke-68. Osvaldo tak menyia-nyiakan kesempatan. Pada menit ke-86 dia berhasil membobol gawang Thailand, setelah menerima umpan dari Saddil Ramdani. 

Penampilan gemilang Osvaldo Haay di dua laga pertama SEA Games 2019 menjadi buah kerja kerasnya selama ini. Seperti apa sisi lain dan fakta menarik Osvaldo Haay selama berkiprah di sepak bola Indonesia. Berikut ini 9 di antaranya.

1. Cetak Gol Penentu Kemenangan Timnas Indonesia di Final Piala AFF U-22 2019

Selebrasi Timnas Indonesia U-22 setelah Osvaldo Haay mencetak gol kemenangan 2-1 atas Thailand di final Piala AFF U-22 2019, Selasa (26/2/2019). (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Osvaldo Haay merupakan salah satu aktor penting keberhasilan Timnas Indonesia U-22 berhasil merebut mahkota juara Piala AFF U-22 2019, pada 26 Februari 2019. 

Pada laga final di Olympic Stadium, Phnom Penh, Tim Merah-Putih menang 2-1 atas Thailand. Osvaldo Haay, yang dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya selalu gagal mencetak gol, akhirnya mampu memecah telur. Pada menit ke-64, Osvaldo menyambut umpan Luthfi Kamal dengan sundulan, membuat Timnas Indonesia U-22 menyegel kemenangan Indonesia menjadi 2-1. 

Sebelumnya, tepatnya pada menit ke-59, Sani Riski menyamakan skor 1-1. Gol Sani hanya berselang dua menit dari gol Thailand yang dilesakkan Saringkan Promsupa.

Seusai pertandingan, Osvaldo Haay meluapkan kebahagiaannya.  "Saya tentu bangga mencetak gol di partai final. Tapi, ini bukan karena saya, melainkan kerja keras dari teman-teman semua. Saya mengucap syukur kepada Tuhan, Indonesia bisa menjadi juara," ujarnya.

Sesaat setelah pertandingan usai, Osvaldo memang terlihat emosional. Ia memanjatkan doa bersama Todd Rivaldo Ferre. 

Pemain milik Persebaya itu tak melupakan dukungan suporter yang datang langsung ke Olympic Stadium maupun mengirim doa dari Indonesia untuk mendukung Timnas Indonesia U-22.

"Saya sangat berterima kasih, sungguh luar biasa mereka datang ke stadion. Juga suporter yang ada di Tanah Air, saya sangat berterima kasih kepada semuanya," kata Osvaldo.

 

 

2. Pernah Berlatih di Numancia, Spanyol

Pemain Timnas Indonesia U-22, Osvaldo Haay, bersiap menendang bola saat latihan di Stadion Rizal Memorial, Manila, Rabu (27/11). Latihan ini persiapan jelang laga SEA Games 2019 melawan Singapura U-22. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pesepak bola muda Indonesia, Osvaldo Haay, pernah menjalani trial selama 10 hari di klub divisi dua liga Spanyol, CD Numancia. Dia tiba di Numancia 5 Februari 2019. 

Sebuah video diunggah CD Numancia dalam akun media sosial resmi klub pada Selasa (5/2/2019) dini hari WIB. Dalam video tersebut, tampak Osvaldo Haay sudah menggunakan seragam latihan CD Numancia dan tengah diperkenalkan dengan rekan-rekan setimnya.

Dalam video tersebut, Osvaldo tampak terus memberikan senyuman ketika bertemu dengan teman-teman barunya. Pemain yang harus meninggalkan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 untuk menjalani trial di Spanyol itu tampak siap untuk pengalaman barunya.

"Pesepak bola Indonesia, Osvaldo Haay, sudah berada di Soria. Anda akan merasakan pengalaman unik dalam 10 hari ke depan, mengenal metodologi latihan yang diterapkan CD Numancia, dan bekerja di bawah asuhan Alex Huerta, pelatih dari Numancia," bunyi pernyataan klub lewat media sosialnya.

Osvaldo Haay melakukan trial di Spanyol karena mendapatkan undangan dari Presiden klub CD Numancia. 

"Awalnya saya dapat undangan dari Presiden CD Numancia. Itu klub Segunda. Ini akan jadi pertama kali saya ke Eropa. Saya senang sekali mendapat kesempatan itu," kata Osvaldo saat itu. 

Agenda yang akan dijalani oleh Osvaldo ini bukanlah trial untuk bisa menembus skuat Numancia. Dia hanya diundang ikut berlatih dan menonton pertandingan klub berjulukan Numantilos itu.

"Itu latihan dan nonton pertandingan di sana. Ini menambah pengalaman buat saya dan bermanfaatkan untuk Persebaya," imbuhnya. 

 

3. Pemain Muda Terbaik Liga 1 2018

Pemain Timnas Indonesia U-22, Osvaldo Haay, saat latihan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Jumat (11/1). Pemain muda terbaik Liga 1 2018 itu baru bergabung pada hari kelima pemusatan latihan skuat Garuda Muda. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Osvaldo Haay menyabet penghargaan sebagai menjadi pemain muda terbaik Liga 1 2018. Pemain sayap Persebaya itu berhasil mengalahkan Hansamu Yama (Barito Putera) dan Febri Hariyadi (Persib Bandung).

Manajer Media dan Humas PT LIB, Hanif Marjuni, menjelaskan bahwa ada banyak indikator untuk memilih Osvaldo sebagai pemain muda terbaik. Salah satu pertimbangannya adalah penampilan konsisten pemain kelahiran Jayapura itu selama Liga 1 2018. 

Hanis menjelaskan penilian penentuan dan kriteria untuk pemain muda ini dilakukan oleh tim Technical Study Group (TSG). Yang jelas, untuk masuk dalam kategori ini pemain harus masih berusia di bawah 23 tahun.

“Sebenarnya, tadinya kami memasukkan juga beberapa nama selain Osvaldo, Hansamu, dan Febri. Termasuk Dendy Sulistyawan (Persela Lamongan). Setelah melihat catatan statistik, ternyata nama Osvaldo lebih unggul,” ucap Hanif kepada awak media di Kantor Persebaya, Senin sore (10/12/2018). 

Selama Liga 2018, pemain berusia 20 tahun itu membukukan sembilan gol dan dua assist dalam 21 dari 34 pertandingan Persebaya. Catatan itu menjadi yang terbaik di antara para pemain muda lainnya di Liga 1. 

 

4. Penggemar Manchester City

Osvaldo Haay selebrasi bersama rekan satu tim di Persebaya setelah membobol gawang Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (26/11/2018). (Bola.com/Aditya Wany)

Osvaldo Haay mengaku sebagai penggemar Manchester City. Kecintaannya pada The Citizen ditunjukkan dengan cara-cara unik. 

Dalam beberapa kesempatan dia meniru gaya pemain Manchester City. Pemain Persebaya Surabaya itu pernah mengganti gaya rambutnya mirip striker Manchester City, Sergio Aguero. 

Osvaldo Haay juga pernah meniru selebrasi gol pemain City lainnya, Gabriel Jesus. Selebrasi ala Jesus pernah ditirunya saat Persebaya mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 1-0 di pada Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin malam (26/11/2018). Gol tunggal Persebaya dicetak Osvaldo Haay pada menit ke-42.

Setelah mencetak gol, Osvaldo meniru gerakan selebrasi yang dilakukan David da Silva saat membobol gawang Bali United pekan lalu (18/11/2018). Ketika itu da Silva memasukkan bola ke dalam jersey-nya, menyimbolkan sang istri yang sedang hamil.

Masalahnya, Osvaldo berstatus lajang atau belum menikah. Lantas, siapakah yang sedang mengandung? Mendengar pertanyaan itu, pemain dengan nomor punggung 20 di Persebaya itu tertawa lebar.

"Ah, bukan itu maksud selebrasi saya (menirukan wanita yang sedang mengandung). Saya hanya meniru selebrasi yang dilakukan Gabriel Jesus," kata Osvaldo.

Gerakan selebrasi yang wanita hamil sebenarnya bukan menjadi ciri khas penyerang Manchester City itu. Namun, Osvaldo merujuk kepada gerakan tangan seolah sedang menelpon yang selama ini identik seperti selebrasi gol Gabriel Jesus.

 

5. Memulai Karier Profesional di Persipura

Pemain Persipura Jayapura, Osvaldo Haay saat melewati adangan pemain PS TNI, Ganjar Mukti pada lanjutan Liga 1 2017 di Stadion Patriot, Bekasi (4/11/2017). PS TNI menang 2-1. (Bola.com/Nick Hanoatubun)

Sebelum berkiprah di Persebaya Surabaya, Osvaldo Haay memperkuat klub kota kelahirannya, Persipura Jayapura. Dia resmi meninggalkan Persipura pada 18 Desember 2017. Setelah itu, Osvaldo gabung Persebaya. 

Persipura merupakan klub yang membesarkan nama Osvaldo, sekaligus tempatnya mengawali karier sebagai pesepak bola profesional. 

Berkat penampilan apiknya bersama Persipura, Osvaldo memikat hati Luis Mila. Dia masuk skema Milla pada beberapa event, salah satnunya SEA Games 2017. 

 

6. Pemain Idola

Striker Timnas Indonesia, Boaz Solossa, saat tampil melawan Islandia pada laga persahabatan di SUGBK, Jakarta, Minggu (14/1/2018). Timnas Indonesia kalah 1-4 dari Islandia. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Osvaldo Haay mengaku memiliki tiga pemain idola, satu di antaranya rekan setimnya asal Argentina, Robertino Pugliara. 

"Saya sudah mengidolakan Robertino sejak masih di Persija," kata Osvaldi Haay dalam wawancara dengan Bola.com beberapa waktu lalu. 

Dua pemain lain yang juga diidolakannya adalah Boaz Solossa dan Ricardo Salampessy. 

"Kalau Boaz adalah idola semua anak-anak Papua. Dia sering memberi nasihat kepada pemain-pemain yang lebih muda. Kalau sedang duduk bersama dan berbincang, dia sering memberi masukan," kata pemain kelahiran 1 Mei 2007 itu. 

 

7. Pernah Alami Cedera Cukup Parah

Pemain sayap Persebaya Surabaya, Osvaldo Haay, menjalani perawatan cedera setelah kembali ke skuat Persebaya. (Bola.com/Aditya Wany)

Osvaldo Haay pernah mengalami cedera lutut kiri yang cukup parah dan diprediksi butuh tiga bulan untuk memulihkan diri.  Cedera meniscus dan ACL yang menderanya pertama kali diumumkan oleh pelatih Timnas Indonesia U-22 pada 8 Oktober 2019.

Namun, Osvaldo Haay berhasil pulih lebih cepat dari perkiraan. Dia sudah kembali berlatih bersama Persebaya pada 27 Oktober 2019. 

Rupanya, kesembuhan Osvaldo itu dilakukan karena ada satu upaya penyembuhan dengan tradisional di kampung halamannya, Tobati, Jayapura. Setelah mengalami cedera itu, Osvaldo langsung memutuskan pulang ke kota kelahirannya itu.

Selama sekitar dua pekan di sana, Osvaldo menjalani aktivitas di Pantai Hamadi, Jayapura. Sekilas, dia terlihat seperti seorang yang sedang berlibur. Pemain berdarah Papua-Jawa itu menceritakan kepada Bola.com bahwa aktivitasnya merupakan bagian upaya penyembuhan.

“Saya tidak tahu namanya apa. Saya menjalani penyembuhan secara tradisional, tapi bukan dipijat. Jadi, caranya di pantai pakai pasir dan daun-daun, pakai air laut juga. Kalau daun-daunan itu direbus terus ditempel,” tutur Osvaldo Haay.

“Dulu juga sempat seperti itu sewaktu saya cedera dan masih membela Persipura. Itu semacam terapi, saya jalani selama satu minggu lebih, hampir dua minggu malah, setiap pagi dan sore,” imbuh pemain bernomor punggung 20 itu kepada Bola.com

8. Suka Traveling

Pemain Persebaya Surabaya tersebut dikenal gemar traveling. Dia kerap mengunggah foto-foto liburannya saat berlibur, seperti di Bromo, Bali, maupun ke Candi Borobudur. 

Osvaldo Haay juga beberapa kali menjelajah tempat-tempat wisata di tempat kelahirannya, Jayapura. 

 

Osvaldo juga pernah mengatakan sangat tertarik melihat blue fire atau api biru di Kawah Ijen. 

"Saya penasaran melihat pemandangan di sana, termasuk blue fire yang katanya terkenal sampai dunia. Untuk ke sana saya harus mendaki gunung, itu kan juga jadi tantangan buat saya," kata Osvaldo kepada Bola.com.

 

9. Berkarier di Sepak Bola Sembari Kuliah

Berkiprah di sepak bola, tak membuat Osvaldo Haay melupakan pendidikan. Osvaldo masih berstatus mahasiswa aktif Universitas Cendrawasih (Uncen), Jayapura.  Dia mengambil program Manajemen di Fakultas Ekonomi. 

Sejak meninggalkan Persipura Jayapura dan bergabung Persebaya, Valdo tidak pernah mengambil cuti kuliah. Dia tetap melanjutkan pendidikannya itu meski tak pernah hadir di dalam ruang perkuliahan.

"Selama ini saya terus menjalin komunikasi dengan dosen dan teman-teman di kampus. Jadi, perkuliahannya lewat komunikasi itu. Kadang, dosen juga memberikan tugas khusus buat saya," kata Valdo kepada Bola.com, beberapa waktu lalu.

"Memang sulit sekali. Dulu saat masih di Jayapura, saya agak kesulitan bagi waktu. Kadang latihan pagi, ternyata ada kuliah pagi. Latihan sore, juga dosen mengajar sore. Apalagi sekarang saya di Surabaya, semakin sulit," kata dia.

Disadur dari Bola.com (Yus Mei Sawitri/Yus Mei Sawitri, published 29/11/2019)

Saksikan video pilihan di bawah ini