9 Fakta Vaksin Covid-19 bagi Masyarakat yang Memiliki Riwayat Penyakit

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Satu tahun pandemi Covid-19 menyerang Indonesia, vaksin pun dianggap harapan terbaik untuk memulihkan keadaan akibat pandemi virus corona.

Para ilmuan menyakini jika vaksin dapat menjadi pelindung tubuh tidak tertular virus covid-19. Dan memiliki hed immunity atau kekebalan kelompk yang mampu mengendalikan pandemi.

Di Indonesia, vaksin pun telah bertahap diberikan. Dimulai dari Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang disuntikan vaksin Sinovac. Lalu para tenaga kesehatan, wartawan, lansia, hingga guru.

Namun, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang kurang paham mengenai vaksin. Apalagi bagi mereka yang memiliki penyakit, untuk itu berikut ini fakta vaksin Covid-19 menurut para dokter di Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

1. Apakah seorang dengan penyakit menahun dapat divaksin Covid-19?

DR. Dr. Sally Aman Nasution, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, selaku Ketua Umum PB PAPDI mengatakan, penyadang penyakit menahun bisa divaksin asalkan tidak ada kondisi aku. Bila ragu, konsultasikan kepada dokter yang ahli di bidangnya.

2. Apakah penderita hipertensi boleh mendapatkan vaksin Covid-19?

Dr. Meta Melvia menjawab Penderita hipertensi dapat menerima vaksin Covid-19 apabila tekanan darah sesaat sebelum vaksin dibawah 180/110 mmHg. Baiknya konsultasikan kepada dokter.

3. Apakah gagal jantung dan penyakit koroner dapat vaskin Covid-19?

Vaksin/dok. Unsplash Hakan
Vaksin/dok. Unsplash Hakan

DR. Dr. Isman Firdaus, SpJP (K), Ketua Umum Pengurus Pusat Dokter Spesialis Kardiovaskular menjawab, penyintas penyakit jantung (gagal jantung, jantung koroner, pasca prosedur intervensi/stent, atau pasca bedah jantung) yang stabil atau tanpa keluhan bisa mendapatkan vaksin.

DR. Dr. Anwar Santoso, SpJP (K), Ketua Satgas Covid-19 PP Perki mengatakan penderita penyakit jantung akut atau tidak stabil dengan gejala sesak nafas, nyeri dada, berdebar, penuruan lesadaran, atau tekanan darah >180/100 mmHg belum direkomdasikan vaksin.

4. Bagaimana dengan orang dengan penyakit asma?

DR. Dr. Agus Dwi Susanto, SpP(K), Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menyampaikan, penderita asma yang terkontrol baik, gejala <2x oer minggu, tak terbangun malam hari, tanpa keterbatasan aktivitas, dan tak butuh pelega >2x per minggu boleh divaksin.

5. Pasien diabetes bolehkah vaksin covid-19?

Dr. Ahmad Tawakal, MBA mengatakan penderita diabetes dapat menerima vaksin Covid-19 apabila diabetesnya dalam kondisi terkendali. Oleh karenanya bisa dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter.

6. Apakah lansia mendapatkan vaksin?

DR. Dr. Kuntjoto Harimurti, SpPD-K.Ger, M.Sc menjawab lansia perlu mendapatkan vaksin Covid-19 karena merupakan kelompok berisiko tinggi terinfeski dan menjadi verat ketika tertular Covid-19.

7. Apakah orang alergi obat boleh vaksin?

ilsutrasi vaksin .Photo by CDC on Unsplash
ilsutrasi vaksin .Photo by CDC on Unsplash

DR. Dr. Gatoto Soegiarto, SpPD-KAI menyampaikan alergi terhadap suatu obat, hanya memicu reaksi spesifik terhadap obat tersebut dan belum tentu muncul dengan konsumsi obat lain, termasuk vaksin Covid-19. Jadi vaksinasi diperbolehkan.

8. Ibu hamil dan menyusui boleh vaskin?

"Ibu menyusui sudah boleh divaksi, namun ibu hamil akan diberikan setelah melahir," ujar Prof. DR. H. Faried Anfasa Moeloek, SpOG.

9. Mengapa bayi dan anak-anak tidak divaksin Covid-19?

"Bayi dan anak perlu dilindungi, namun vaksin Covid-19 untuk anak masih menunggu hasil uji klinis. Sambil menunggu, lengkapi imunisasi anak yang sesuai rekomendasi," papar Prof. DR. Dr. Aman B. Pulungan, Sp. A (K), Ketua umum Ikatana Dokter Anak Indonesia

#eleavte women