9 Jenis Antioksidan yang Penting untuk Tubuh, Ketahui Sumbernya

Liputan6.com, Jakarta Antioksidan banyak disebut sebagai komponen yang sangat penting untuk tubuh. Antioksidan adalah zat yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Radikal bebas dikaitkan dengan risiko berbagai penyakit, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Radikal bebas adalah zat limbah yang diproduksi oleh sel ketika tubuh memproses makanan dan bereaksi terhadap lingkungan. Jika tubuh tidak dapat memproses dan menghilangkan radikal bebas secara efisien, stres oksidatif dapat terjadi. Stres oksidatif inilah yang dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis mematikan.

Sebenarnya tubuh memiliki pertahanan antioksidan sendiri untuk menjaga radikal bebas tetap terkontrol. Namun, antioksidan juga ditemukan dalam makanan, terutama dalam buah-buahan, sayuran, dan semua makanan nabati lainnya.

Diperkirakan ada ratusan dan mungkin ribuan zat yang dapat bertindak sebagai antioksidan. Setiap antioksidan memiliki fungsi yang berbeda dan tidak dapat digantikan satu sama lain. Maka dari itu penting untuk memiliki variasi pola makan yang sehat. Berikut jenis antioksidan yang ditemukan dalam makanan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (13/1/2020).

Jenis Antioksidan

ilustrasi vitamin buah/Photo by Trang Doan from Pexels

Vitamin A

Vitamin A adalah vitamin esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan, pengenalan sel, penglihatan, fungsi kekebalan tubuh, dan reproduksi. Vitamin A adalah antioksidan kuat dan bertindak sebagai hormon dalam tubuh dan memengaruhi ekspresi gen.

Ada dua bentuk vitamin A yang ditemukan dalam makanan. Pertama adalah preformed vitamin A (retinol dan retinyl ester) yang ditemukan eksklusif dalam produk hewani, seperti susu, hati dan ikan. Kedua adalah provitamin A yang berlimpah dalam makanan nabati seperti buah-buahan (mangga, pepaya, jeruk), sayuran (wortel, labu) dan minyak.

Vitamin C

Vitamin C embantu membentuk dan memelihara tulang, kulit, dan pembuluh darah. Vitamin C memainkan peran penting dalam sejumlah fungsi tubuh termasuk produksi kolagen, L-karnitin, dan beberapa neurotransmiter. Ini membantu memetabolisme protein dan aktivitas antioksidannya dapat mengurangi risiko beberapa kanker.

Sumber vitamin C terbaik adalah buah dan sayuran segar. Buah dan sayur sumber vitamin C meliputi jeruk, stroberi, paprika, bayam, dan masih banyak lagi.

Vitamin E

Vitamin E adalah antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin ini ditemukan dalam banyak makanan termasuk minyak nabati, sereal, daging, unggas, telur, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Jenis Antioksidan

Ilustrasi cokelat (iStockphoto)

Flavonoid

Flavonoid adalah berbagai senyawa yang ditemukan secara alami di banyak buah dan sayuran. Mereka juga ada dalam produk nabati seperti anggur, teh, dan cokelat.

Ada enam jenis flavonoid yang ditemukan dalam makanan, dan masing-masing jenis diuraikan oleh tubuh dengan cara yang berbeda.Flavonoid kaya akan aktivitas antioksidan dan dapat membantu tubuh menangkal racun sehari-hari.

Isoflavon

Isoflavon merupakan salah satu jenis flavonoid. Isoflavon dapat membantu menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh. Isoflavonoid ditemukan terutama dalam kedelai, produk kedelai, dan beberapa kacang-kacangan lainnya.

Antosianin

Antosianin juga merupakan salah satu jenis Flavonoid yang bertindak sebagai antioksidan. Antosianin adalah pigmen yang diproduksi secara alami yang memberi warna merah, ungu, dan biru. Mereka sebagian besar ditemukan di kulit luar dari beri seperti anggur, cranberry, bluberi, dan stroberi.

Jenis Antioksidan

ilustrasi wortel (sumber: Pixabay)

Karotenoid

Karotenoid adalah pigmen pada tumbuhan, ganggang, dan bakteri fotosintetik. Pigmen-pigmen ini menghasilkan warna kuning, merah, dan oranye terang pada tanaman, sayuran, dan buah-buahan.

Ada lebih dari 600 jenis karoten. Beberapa dapat dikonversi menjadi vitamin A ketika dilepaskan ke dalam tubuh. Beberapa karotenoid yang paling umum meliputi:

Likopen

Lycopene adalah nutrisi tanaman dengan sifat antioksidan. Ini adalah pigmen yang menghasilkan buah merah dan merah muda, seperti tomat, semangka, dan jeruk bali. Likopen telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan mulai dari kesehatan jantung hingga perlindungan terhadap sengatan matahari dan jenis kanker tertentu.

Lutein dan Zeaxanthin

Lutein dan zeaxanthin adalah dua karotenoid penting, yaitu pigmen yang diproduksi oleh tanaman yang memberi warna kuning pada buah dan sayuran. Keduanya merupakan antioksidan kuat dan menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Namun, lutein dan zeaxanthin paling dikenal untuk melindungi mata.

Beta-karoten

Beta karoten adalah antioksidan yang mengubah vitamin A dan memainkan peran yang sangat penting dalam kesehatan. Ini bertanggung jawab atas warna merah, kuning, dan oranye dari beberapa buah dan sayuran.

Antioksidan dalam beta karoten memainkan peran penting dalam melawan radikal bebas. Makanan kaya beta-karoten meliputi wortel, ubi jalar labu, paprika merah dan kuning, dan sayuran berdaun gelap.

Selenium

Ilustrasi/copyrightshutterstock/

Selenium adalah mineral penting untuk banyak proses tubuh, termasuk fungsi kognitif, sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan kesuburan pada pria dan wanita. Selenium berkontribusi pada metabolisme hormon tiroid, sintesis DNA, dan membantu melindungi terhadap kerusakan oksidatif dan infeksi.

Selenium paling sering ditemukan dalam biji-bijian dan produk hewani. Sumber selenum yang baik adalah seperti tuna, nasi merah, telur, dan gandum.