9 Kandidat Pengganti Kapolri Jenderal Timur Pradopo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Timur Pradopo seharusnya baru memasuki masa pensiun pada Januari 2014 mendatang.

Namun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mempercepatnya menjadi tahun ini. SBY menginginkan Kapolri baru segera dipilih agar Kapolri terpilih nanti bisa segera mempersiapkan pengamanan jelang Pemilu 2014.

Persaingan menduduki kursi Kapolri menjadi semakin terbuka, karena Wakapolri, yang saat ini dijabat oleh Komjen Pol Nanan Soekarna juga akan segera memasuki masa pensiun pada bulan Agustus mendatang.

Berdasarkan catatan Tribunnews.com, terdapat sembilan nama calon Kapolri yang sudah bocor. Yakni saat Komisi Kepolisian Nasional secara resmi meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menelusuri rekam jejak kesembilan kandidat pengganti Timur Pradopo.

Terdapat tiga calon Kapolri berbintang tiga, atau berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen) dan lainnya didominasi dari Jenderal Bintang dua.

Adapun ketiga jenderal bintang tiga di antaranya Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Komjen Pol. Sutarman, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Anang Iskandar, dan Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian (Kalemdikpol) Komjen Pol. Budi Gunawan.

Sementara itu, calon Kapolri lain, yakni Irjen Pol Badrodin Haiti, mantan Kapolda Jawa Timur yang kini menjabat sebagai Deputi Operasi Kapolri (Deops Kapolri). Lalu, Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya, Kapolda Jawa Barat.

Selain itu, Irjen Pol. Putut Eko Bayuseno, Kapolda Metro Jaya DKI Jakarta, dan Irjen Pol Saud Usman Nasution, Kapolda Sumatra Selatan.

Lebih lanjut terdapat pula nama, Irjen Pol Arief Wachyuhadi, Kapolda Bali dan Irjen Pol Anas Yusuf, Kapolda Kalimantan Timur.

Terkait sembilan nama calon Kapolri tersebut, Ketua Komisi III I Gede Pasek Suardika menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden untuk memilih pengganti Timur Pradopo. Politisi Partai Demokrat itu tidak ingin berspekulasi calon mana yang layak menjadi Kapolri.

"Kita menunggu keputusan presiden saja," ungkap Gede Pasek kepada Tribunnews.com, Rabu (5/6/2013).

Baca Juga:

  • Kapolri Soal Penembakan Tito Kei: Kejahatan Dimana-mana, Harus Waspada!
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.