9 Kecamatan di Probolinggo Diselimuti Abu Vulkanik Gunung Semeru

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 1 menit

VIVAErupsi Gunung Semeru pada kemarin sore hingga malam hari, mengakibatkan sembilan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur terdampak abu vulkanik.

Semeru diketahui erupsi Sabtu pukul 17.24 WIB hingga 21.08 WIB. Sembilan kecamatan yang sempat diguyur hujan abu vulkanik selama beberapa jam yakni Kecamatan Kuripan, Bantaran, Leces, Tegalsiwalan, Dringu, Banyuanyar, Sumberasih, Wonomerto, dan Kecamatan Sumber.

"Hari ini sudah tidak ada hujan abu vulkanik Gunung Semeru karena sudah reda, namun Pusat Pengendali Operasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) masih mencari informasi di wilayah yang terdampak," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi, Minggu 17 Januari 2021.

Baca juga: Awal Tahun 2021, Indonesia Kehilangan Belasan Ulama Besar

Hujan abu vulkanik Gunung Semeru juga mengguyur lima kecamatan di Kabupaten Lumajang yakni Kecamatan Candipuro, Pasrujambe, Senduro, Gucialit dan Pasirian.

Di Kecamatan Candipuro yang diguyur hujan abu vulkanik adalah Dusun Kajar Kuning, Desa Sumbermujur. Selanjutnya di Kecamatan Pasrujambe ada Desa Pasrujambe, Desa Kertosari, Desa Jambearum, Desa Jambe Kumbu, Desa Sukorejo.

Sedangkan di Kecamatan Senduro ada beberapa desa yang diguyur abu vulkanik. Yakni Desa Senduro, Desa Burno, Desa Kandangtepus, Desa Wonocempokoayu, Desa Ranupane, Desa Pandansari, Desa Kandangan, dan Desa Bedayu.

Selanjutnya dua desa di Kecamatan Gucialit yakni Desa Sombo, Desa Gucialit. Di Kecamatan Pasirian juga ada dua desa yang terdampak hujan abu vulkanik Semeru yakni Desa Pasirian dan Desa Nguter, kata Anggit Hermanuadi.

Sebelumnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, erupsi dan meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur 4 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Selain itu juga terpantau aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500 - 1000 meter dari Kawah Jongring Seloko ke arah Besuk Kobokan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih pada level II atau waspada. Meskipun ada peningkatan aktivitas gunung api tersebut. (Ant)