9 Makanan Khas Tangerang Selatan Paling Hits, Unik dan Menggugah Selera

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Kota Tangerang Selatan merupakan sebuah kota yang terletak di Tatar Pasundan Provinsi Banten, Indonesia. Tangerang Selatan atau disingkat Tangsel, merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Banten setelah Kota Tangerang serta terbesar ke-5 di kawasan Jabodetabek. Kota Tangerang Selatan sendiri adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang.

Melansir situs BKPP Tangerang Selatan, peresmian kota ini terjadi pada 29 Oktober 2008, yang kala itu diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto.

Seiring perkembangan waktu, Tangerang Selatan semakin menunjukkan jati diri, terutama dari sektor budaya dan pariwisata. Ada beragam makanan khas Tangerang Selatan yang bisa menjadi buah tangan untuk kerabat dan sanak saudara di rumah.

Sejalan dengan semakin beragamnya makanan khas Tangerang Selatan yang semakin dikenal publik, turut menguatkan identitas kota tersebut. Meski memang, dari segi varian makanan khas Tangerang Selatan tersebut belum sebanyak daerah lain di Indonesia.

Apabila Anda sedang berada di Tangerang Selatan, maka tidak ada salahnya untuk mencicipi berbagai makanan khas Tangerang Selatan yang mungkin tidak bisa ditemui di kota asal Anda. Sebagai bahan referensi, berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, apa saja jenis makanan khas Tangerang Selatan tersebur, Senin (26/10/2020).

Makanan Khas Tangerang Selatan

Dodol Betawi. (Foto: nophes12.blogspot.co.id)
Dodol Betawi. (Foto: nophes12.blogspot.co.id)

1. Dodol Cilenggang

Makanan khas Tangerang Selatan yang pertama yaitu Dodol Cilenggang. Makanan ini juga bisa ditemukan di Betawi dan biasanya dijadikan salah satu oleh-oleh. Dodol ini dibuat dengan bahan utama beras ketan. Untuk menikmati Dodol Cilenggang, biasanya harus dipotong terlebih dahulu.

2. Laksa Ciater

Jika mendengar nama laksa, mungkin identing dengan soun atau lontong. Tapi berbeda dengan Laksa Ciater. Makanan khas Tangerang Selatan ini menggunakan tepung beras yang dimasak sedemikian rupa sehingga menyerupai getuk warna putih.

Proses penyajian Laksa Ciater ini cukup sederhana, yaitu dengan mencampur tepung beras yang sudah dikukus, lalu dipotong kotak kecil dan disiram dengan sayur laksa. Yang juga membuat beda, kuah Laksa Ciater tidak pekat dan kental seperti laksa Betawi di Jakarta. Kuah dari laksa ini cenderung lebih encer dan terdapat kacang kedelai.

3. Gecom

Merupakan singakatan Tauge dan Oncom. Kombinasi dua bahan dasar makanan tersebut menciptakan perpaduan rasa yang sangat spesial dan mungkin tidak bisa ditemui di daerah lain.

Umumnya, Gecom disajikan dengan kecap manis diatasnya sehinga perpaduan rasanya semakin kaya. Bahkan, Gecom menjadi makanan khas Tangerang Selatan yang sangat diburu keberadaannya.

Makanan Khas Tangerang Selatan

ilustrasi tahu bisa membantu menjaga kekebalan tubuh/pexels
ilustrasi tahu bisa membantu menjaga kekebalan tubuh/pexels

4. Tahu Serpong

Sebenarnya, penampilan makanan khas Tangerang Selatan ini hampir sama dengan olahan tahu dari daerah lain. Bedanya, Tahu Serpong digoreng terelebih dahulu sebelum disajikan. Tekstur dari tahu yang digunakan cenderung padat dan berair.

Untuk merasakan makanan khas Tangerang Selatan ini, bisa langsung menuju ke salah satu sentra penjualan Tahu Serpong yang terletak di Kelurahan Muncul.

5. Emping Menes

Selanjutnya, jenis makanan khas Tangerang Selatan ini mirip dengan Emping Melinjo. Sebab, kedua makanan tersebut dibuat dari bahan yang sama. Emping Menes dibuat dari bahan biji melinjo yang dipipihkan kemudian digoreng sampai kering.

Rasa dari Emping Menes sangat gurih dan menggugah nafsu makan. Jadi, jika sedang ke Tangerang Selatan, jangan lupa membeli Eming Menes tersebut sebagai oleh-oleh.

6. Kue Apem

Kue Apem di Tangerang Selatan ternyata cukup berbeda dengan kue apem pada umumnya. Bahan yang digunakan pada makanan khas Tangerang Selatan ini adalah tepung beras dan tape singkong. Kue Apem ini bisa dibilang merupakan jenis kue tradisional yang masih dipertahankan rasanya hingga sekarang.

Kue Apem cocok dijadikan oleh-oleh bagi kerabat dan keluarga di darerah asal. Selain itu, Kue Apem ini cocok dijadikan kudapan untuk mengganjal rasa lapar di perjalanan.

Makanan Khas Tangerang Selatan

Ilustrasi sagon bakar | Openrice.com
Ilustrasi sagon bakar | Openrice.com

7. Kue Jorong

Selanjutnya ada Kue Jorong. Makanan khas Tangerang Selatan ini terbuat dari tepung beras, tepung kanji, dan campuran gula merah kental. Sudah bisa dibayangkan jika rasa dari kue ini cenderung manis dan menggoyang lidah.

Untuk menikmati Kue Jorong, akan sangat cocok jika dijadikan teman ngemil ketika sedang menyantap teh hangat atau seduhan kopi. Maka dari itu jangan sampai melewatkan salah satu makanan khas Tangerang Selatan ini, ya.

8. Sagon Bakar

Makanan khas Tangerang Selatan yang selanjutnya yaitu Sagon Bakar. Cara pengolahan sagon tersebut sebenarnya tidak dibakar, melainkan dipanggang menggunakan bantuan oven. Makanan khas Tangerang Selatan ini memiliki cita rasa gurih dan lezat dan tekstur yang tidak terlalu lembut, sebab makanan ini merupakan salah satu jenis kue kering.

Salah satu pelopor dari Sagon Bakar di Tangerang Selatan adalah produksi Irma Husnul Hotimah yang berada di daerah Pamulang Estate.

9. Kacang Sangrai

Makanan khas Tangerang Selatan yang terakhir yaitu Kacang Sangrai. Rasa dari olahan kacang ini gurih dan manis, sehingga sangat tepat jika disantap sembari menonton tanyangan favorit. Kacang ini dibuat dari bahan berupa kacang tanah yang diolah dengan cara di sangria. Kacang ini cenderung lebih sehat sebab tidak digoreng menggunakan minyak.

Nah, jangan sampai melewatkan berbagai makanan khas Tangerang Selatan di atas, ya. Selamat mencoba dan selamat jalan-jalan.