9 Negara yang Pernah Mengalami Kudeta Militer, Tidak Hanya Myanmar

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Baru-baru ini ramai diperbincangkan mengenai kudeta militer yang terjadi di negara Myanmar. Meski terlihat begitu pecah pada tahun 2021, sebenarnya kudeta ini sudah terjadi berkali-kali di negara bendera berlogo bintang tersebut.

Sebetulnya fakta negara yang pernah mengalami kudeta militer tidak hanya Myanmar. Kejadian kudeta militer pernah terjadi di negara lain seperti Uni Soviet, Kuba, Republik Fiji, Zimbabwe, Libya, sampai Malia dan ada yang berlangsung pada tahun 90-an.

Ada banyak penyebab kudeta militer terjadi. Persis seperti yang terjadi di negara yang pernah mengalami kudeta militer selain Myanmar. Terutama berkaitan dengan masalah ekonomi, politik, sosial, sampai budaya. Agar bisa lebih memahami kudeta militer, simak kisah negara yang pernah mengalami kudeta militer ini.

Berikut Liputan6.com ulas negara yang pernah mengalami kudeta militer dari berbagai sumber, Jumat (5/2/2021).

Negara yang Pernah Mengalami Kudeta Militer

Ilustrasi bendera Myanmar (AFP Photo)
Ilustrasi bendera Myanmar (AFP Photo)

Myanmar 2021

Myanmar adalah salah satu negara yang tengah mangalami kudeta militer. Kudeta ini terjadi pada 1 Februari 2021 dan bukan yang pertama kalinya terjadi. Pada 1962, kudeta militer besar di Myanmar sudah pernah terjadi.

Berbeda dengan keadaan di tahun 2021, kudeta kala itu bertujuan untuk menggulingkan pemerintah sipil AFPL yang dipimpin Perdana Menteri U Nu yang menang dalam Pemilu 1960. Alasannya, situasi Myanmar kacau dan pemerintah pusat dianggap gagal mengembalikan stabilisasi ekonomi dan politik.

Dr Priyambudi Sulistyanto dari Flinders University Adelaide mengatakan, sejak awal kemerdekaan Myanmar, hubungan militer dan para politikus tidak pernah berjalan mulus dan hangat.

Untuk kondisi yang saat ini terjadi, tidak lain ditujukkan untuk mengantisipasi anggota parlemen yang terpilih dari pemilu November 2020. Terutama mengeluarkan gagasan amandemen, karena dicurigai ada sebuah kecurangan.

Republik Fiji 2006

Republik Fiji termasuk negara yang pernah mengalami kudeta militer selain Myanmar. Kudeta Fiji terjadi pada tahun 2006, yang merupakan kudeta keempat sejak Fiji Merdeka dan merupakan kudeta yang ketiga, dilakukan oleh militer.

Kudeta pada tahun 2006 ini merupakan puncak dari perseteruan militer dan pemerintahan sipil. Kekacauannya di awali oleh kekecewaan militer terhadap berbagai kebijakan pemerintah, disertai dengan semakin memburuknya situasi serta kondisi politik, sosial dan ekonomi di Fiji. Kebijakan pemerintah terhadap institusi militer, yakni pemotongan alokasi anggaran belanja militer.

Hal ini tentu saja membuat berbagai program yang direncakan oleh militer terbengkalai. Ada pula perseteruan politik antar etnis dan kondisi ekonomi Fiji yang semakin menurun, menjadikan laju inflasi semakin tinggi.

Pada kondisi republik Fiji yang demikian, sangat memungkinkan untuk memicu semakin tingginya angka kriminalitas. Termasuk masalah huru hara yang membuat situasi dan kondisi keamanan di Fiji memburuk.

Zimbabwe 2017

Negara yang pernah mengalami kudeta militer selanjutnya Zimbabwe pada tahun 2017. Kudeta ini meledak menjelang pemilu presiden. Saat itu Robert Mugabe yang menjadi presiden petahana ingin menyingkirkan lawan politiknya.

Apalagi selama masa kepemimpinannya, negara yang pernah mengalami kudeta militer ini mengalami kemiskinan dan dibelit korupsi. Mengetahui rencana Mugabe, Pasukan Angkatan Darat dikabarkan menahan Mugabe dan istrinya, Grace dan tidak memberi tahu keberadaan keduanya. Lantas mereka menolak ini disebut kudeta.

Di negara yang pernah mengalami kudeta militer ini, tentara dikabarkan menangkap Menteri Keuangan Ignatius Chombo dengan alasan tidak jelas. Keberadaannya pun masih belum diketahui. Dia adalah pimpinan faksi G40 di partai penguasa, Zanu-PF.

Perseteruan antara kalangan elit tentara dan Presiden Robert Mugabe semakin meruncing. Mereka mengancam bakal melakukan kudeta karena Mugabe memecat Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa dan berkeras menjagokan istrinya, Grace, buat menggantikan posisinya.

Negara yang Pernah Mengalami Kudeta Militer

Muammar al-Qaddafi, kepala negara Libya. (Kredit: Angkatan Laut AS)
Muammar al-Qaddafi, kepala negara Libya. (Kredit: Angkatan Laut AS)

Libya 1969

Libya merupakan negara yang pernah mengalami kudeta militer yang paling mencolok dari deretan negara otoriter di Timur Tengah. Negara yang beribukotakan Tripoli ini dipimpin oleh Kolonel Moammar Khadafi.

Moammar dikenal sudah memerintah sejak usia 27 tahun dan berkuasa selama 42 tahun. Tragisnya pemimpin negara yang pernah mengalami kudeta militer ini akhirnya mati dibunuh oleh gerilyawan revolusioner yang berada dibawah kekuasaan National Transitional Council (NTC) pada bulan Oktober 2011.

Moammar Khadafi menjadi Pemimpin Revolusi setelah berhasil menjatuhkan Raja Idris dalam kudeta dan menjadi pemimpin monarki sejak 1 September 1969. Jabatan di negara yang pernah mengalami kudeta militer ini, ia menyandang sebagai “Guide of the First of September Great Revolution of Socialist People’s Libyan Arab Jamahiriya” atau “Brotherly Leader and Guide of the Revolution”.

Kuba 1953

Negara yang pernah mengalami kudeta militer selanjutnya Kuba. Kejadiannya pada tahun 1953. Revolusi Kuba dilakukan untuk menggulingkan Jendral Fulgencio Batista. Pemberontakan ini terjadi pada tahun 1953 oleh kelompok yang mengatasnamakan 26th of July Movement serta pasukan revolusioner lain.

Alasan terjadinya kudeta ini karena rakyat tidak tahan dengan kepemimpinan diktator yang dilakukan oleh Fulgencio. Kudeta yang terjadi di Kuba ini adalah kudeta penting dalam sejarah pemerintahan Kuba.

Kudeta Kuba terjadi dikarenakan pihak Amerika Serikat yang meletakkan negara komunis tersebut di belakang USA. Hal tersebut hampir saja menjadi pemicu terjadinya perang antara Uni Soviet dan USA.

Malian 2012

Kudeta Malian terjadi pada tahun 21 Maret 2012. Dibentuk oleh salah seorang dari tentara Malian dalam komite untuk mengembalikan demokrasi di negara Mali yang berada di Barat Afrika.

Kudeta dilakukan sebagai bentuk ketidakpuasan atas pemerintahan yang dipimpin oleh presiden Amadou Toumani Toure. Negara yang pernah mengalami kudeta militer ini yang pertama kali diincar adalah ibu kotanya.

Pemberontakan ini mengincar ibu kota Barnako, termasuk di dalamnya ada tempat istirahat presiden, barak militer, dan stasiun televisi. Pasukan pemberontak menyatakan mereka berhasil memaksa presiden Amadou untuk mundur setelah sempat sekian lama bersembunyi.

Negara yang Pernah Mengalami Kudeta Militer

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan mantan selirnya, Sineenat Wongvajirapakdi (Royal Thai Photo)
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn dan mantan selirnya, Sineenat Wongvajirapakdi (Royal Thai Photo)

Thailand 2014

Negara yang pernah mengalami kudeta militer selanjutnya ada Thailand pada tahun 2014. Militer Thailand pernah melancarkan kudeta pada Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.

Inisiasinya dari Dewan Reformasi Politik, yang terdiri dari sekelompok militer dan kepolisian negara yang mengaku sebagai pro-Raja Bhumibol Adulyadey. Mereka dipimpin oleh panglima angkatan bersenjata Letnan Jenderal Sonthi Boonyaratglin.

Tidak menunggu begitu lama, kemudian Letjen Sonthi mengumumkan penangguhan Konstitusi Thailand. Negara yang pernah mengalami kudeta militer itu disebut langsung menjadikan status darurat militer dan membentuk rezim junta sementara untuk seluruh kawasan Thailand.

Menurut pemimpin kudeta Letjen Sonthi, aksi 'reformasi' itu dilakukan karena pemerintahan PM Thaksin telah memecah belah negara serta membiarkan korupsi tumbuh subur di Thailand. Memang, sejak menjabat sebagai PM pada 2001 dan kemudian kembali terpilih pada 2005, Thaksin serta keluarga kerap dituduh terlibat dalam rasuah juga kasus penghindaran pajak senilai USD 2 juta.

Kenya 1982

Kenya merupakan salah satu negara yang pernah mengalami kudeta militer pada tahun 1982. Tepat di penghujung era 70-an yang dipimpin oleh Daniel Arap Moi, presiden berjanji melakukan reformasi ekonomi pada rakyat.

Rupanya janji tinggal janji, Moi menjadi sangat otoriter setelah berkuasa. Kenya diubah menjadi negara satu partai. Pada akhirnya tahun 1982 mengubah segalanya dan membuat kenya menjadi negara yang pernah mengalami kudeta militer.

Pada 1982, sekelompok tentara sepakat menggulingkan sang diktator Kenya. Upaya kudeta ini terutama didukung oleh tentara dari Angkatan Udara. Sayangnya meski mereka sejalan dengan ketidakpuasan rakyat, ternyata pasukan pemberontak tidak disiplin saat beraksi.

Tentara itu bertindak serampangan, mabuk, bahkan menjarah toko ketika menyerbu Ibu Kota Nairobi. Lebih tragis lagi, walau statusnya angkatan udara, mereka justru menyerang lewat darat tanpa memakai pesawat pembom atau jet tempur. Dia baru turun tahta sebagai presiden pada 2002.

Soviet 1991

Uni Soviet pada 19 Agustus 1991 pernah mengalami krisis politik. Kondisi ini pula yang menjadikannya termasuk negara yang pernah mengalami kudeta militer.

Sang pemimpin republik unitaris komunis, Mikahil Gorbachev, tiba-tiba ditahan oleh beberapa pejabat partai serta tentara berhaluan garis keras. Sejumlah menteri serta pejabat keamanan negara disebut ikut serta terlibat dalam kudeta ini.

Para penculik menganggap Ketua Partai Komunis Rusia itu berkhianat terhadap cita-cita sosialisme. Hendak melakukan reformasi ekonomi, membuka arus informasi, dan memberi otonomi lebih besar bagi negara bagian Soviet.

Negara yang pernah mengalami kudeta militer ini tidak sepenuhnya berhasil digulingkan. Kudeta itu justru digagalkan oleh Boris Yeltsin, seteru abadi Gorbachev. Yeltsin sebagai tokoh reformis menyerukan pembebasan Gorbachev secara dramatis, dengan menaiki tank menuju Kremlin.