9 Pantangan Makan Penderita GERD, Hindari saat Sahur dan Berbuka

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta GERD merupakan salah satu masalah pencernaan yang cukup umum. GERD atau Gastroesophageal reflux disease adalah kondisi naiknya asam lambung secara presisten. Gangguan pada asam lambung ini bisa menyebabkan nyeri di perut, rasa terbakar, dan sesak di dada.

Makanan tertentu bisa menyebabkan asam lambung naik dan memicu timbulnya GERD. Ini sebabanya penting mengetahui apa saja makanan yang bisa menyebabkan GERD. Orang yang memiliki riwayat GERD perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsinya selama bulan puasa.

Ini karena selama berpuasa, siklus pencernaan bisa berubah seiring perubahan pola makan. Menghindari konsumsi makanan tertentu bisa mencegah GERD kambuh saat puasa. Berikut makanan yang bisa memicu GERD, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin(19/04/2021).

Penyebab GERD

Ilustrasi Gejala Asam Lambung Naik Credit: pexels.com/hun
Ilustrasi Gejala Asam Lambung Naik Credit: pexels.com/hun

Penyebab GERD adalah ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan yang dapat mengiritasi lapisan esofagus. Naiknya asam lambung bisa disebabkan oleh Sfingter esofagus bagian bawah yang tidak mengencang atau menutup dengan benar. Hal ini memungkinkan cairan pencernaan dan isi lain dari perut naik ke kerongkongan.

Setiap orang pasti pernah mengalami kenaikan asam lambung. Namun, jika seseorang mengalami refluks asam persisten yang terjadi lebih dari dua kali seminggu, mereka dapat didiagnosis memiliki GERD. GERD disebabkan oleh kenaikan asam lambung yang sering.

Kenaikan asam lambung sering terjadi akibat makan berlebihan, berbaring setelah makan, atau makan makanan tertentu.

Pantangan makanan penderita GERD

Ilustrasi Fast Food Credit: unsplash.com/Hasseb
Ilustrasi Fast Food Credit: unsplash.com/Hasseb

Makanan berlemak

Makanan berlemak yang mengandung lemak dapat menyebabkan heartburn dan naiknya asam lambung. Makanan berlemak mencegah sfingter esofagus bagian bawah menutup sempurna dan menciptakan celah untuk asam lambung mengalir ke atas. Makanan berlemak juga cenderung lebih sulit dicerna dan memperlambat pengosongan perut. Makanan berlemak diantaranya adalah santan, gorengan, daging merah, keju, hingga susu full fat.

Makanan pedas

Makanan pedas dapat memicu GERD menjadi lebih parah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan pedas dapat menyebabkan sakit perut dan gejala terbakar, jika seseorang memiliki gangguan fungsi pencernaan. Makanan pedas seperti cabai atau lada secara teratur dapat meningkatkan gejala GERD.

Pantangan makanan penderita GERD

ilustrasi jeruk/copyright unsplash/Edgar Castrejon
ilustrasi jeruk/copyright unsplash/Edgar Castrejon

Makanan asam

Makanan asam seperti jeruk, nanas, saus tomat, atau lemon bisa mengiritasi kerongkongan dan menyebabkan ketidaknyamanan besar bagi penderita GERD. Makanan ini harus dihindari atau setidaknya dibatasi. Makanan asam tidak boleh dikonsumsi penderita GERD terutama saat perut kosong. Gejala GERD bisa terjadi akibat terlalu banyak asam dalam perut.

Makanan asin

Penelitian telah menunjukkan bahwa diet yang tinggi sodium bisa menyebabkan refluks asam yang dapat menyebabkan GERD pada beberapa orang. Mengonsumsi terlalu banyak garam selama periode waktu tertentu dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Mengonsumsi terlalu banyak garam juga dapat menyebabkan retensi cairan, yang dapat menyebabkan penambahan berat badan. Obesitas dalah faktor risiko terbesar dari GERD.

Pantangan makanan penderita GERD

ilustrasi kafein/Photo by Nathan Dumlao on Unsplash
ilustrasi kafein/Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Kafein

Makanan dan minuman yang mengandung kafein juga wajib dihindari penderita GERD. Dokter biasanya menyarankan penderita GERD untuk tidak mengonsumsi teh atau kopi. Kafein diketahui dapat memicu asam lambung naik yang menyebabkan GERD. Kafein juga dipercaya dapat mengiritasi kerongkongan yang akan memberi ketidaknyamanan pada penderita GERD.

Soda

Minuman bersoda atau berkarbonasi juga merupakan pantangan bagi penderita GERD. Soda dan minuman berkarbonasi lainnya adalah beberapa penyebab utama refluks asam. Gelembung karbonasi mengembang di dalam perut, dan peningkatan tekanannya berkontribusi terhadap kenaikan asam lambung.

Pantangan makanan penderita GERD

Ilustrasi cokelat  (sumber: Pixabay)
Ilustrasi cokelat (sumber: Pixabay)

Cokelat

Cokelat mengandung senyawa yang disebut methylxanthine. Senyawa ini telah terbukti mengendurkan otot polos di saluran esofagus dan meningkatkan kenaikan asam lambung yang menyebabkan GERD. Kakao dapat menyebabkan sel-sel usus yang mengendurkan sfingter esofagus untuk melepaskan gelombang serotonin. Saat otot ini rileks, isi lambung bisa naik yang menyebabkan GERD. Bubuk kakao dalam cokelat bersifat asam dan dapat menyebabkan gejala GERD meningkat.

Mint

Mint dan produk-produk dengan rasa mint, seperti permen karet dan permen biasa, juga dapat memicu asam lambung penyebab GERD. Peppermint dapat meningkatkan kemungkinan heartburn karena melemaskan otot sfingter yang terletak di antara perut dan kerongkongan. Ini memungkinkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan dan menyebabkan GERD.

Bawang

Beberapa orang dengan penyakit GERD juga tidak cocok dengan bawang putih atau bawang merah. Bawang merah dan bawang putih memiliki rasa yang sangat kuat. Bawang dapat melemaskan sphincter esofagus bagian bawah, yang dapat menyebabkan refluks asam dan GERD. Selain itu, mengandung senyawa yang menyebabkan sendawa berlebihan. Bersendawa dapat memperburuk gejala GERD.