9 Penyebab Keringat Dingin yang Patut Diwaspadai, Tanda Terkena Penyakit Berbahaya

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Ketika seseorang mengalami keringat berlebih padahal cuaca tidak panas maupun tidak sedang berolahraga, hal itu disebut keringat dingin atau diaphoresis.

Dalam diaphoresis, keringat tidak dapat dijelaskan oleh panas eksternal atau olahraga. Sebaliknya, ini sering kali disebabkan oleh kondisi medis yang mendasari atau pengobatan seseorang.

Penting bagi seseorang untuk memeriksakan diri ke dokter jika mengalami diaphoresis yang sering. Seringkali, kondisi yang mendasari dapat diobati dan diaphoresis di masa depan dapat dicegah.

Dalam beberapa kasus, keringat berlebih disebabkan oleh kondisi yang dapat menimbulkan komplikasi serius. Selain itu, masih ada juga beberapa hal lainnya yang menyebabkan keringat dingin terjadi pada tubuh.

Untuk lebih jelasnya, berikut Fimela.com akan mengulas 9 penyebab keringat dingin yang patut diwaspadai. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Mengalami Syok

Ilustrasi Mengalami Syok Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Mengalami Syok Credit: pexels.com/Andrea

Syok terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem atau cedera parah. Ketika syok, organ-organ tidak menerima oksigen atau darah sebanyak yang mereka butuhkan untuk berfungsi. Ini bisa menjadi penyebab keluar keringat dingin.

Gejala lain syok termasuk kulit pucat tidak normal, pernapasan cepat, sakit atau muntah, pupil melebar, lemah atau lelah, pusing, serta kecemasan abnormal atau stres.

Stres dan Cemas

Ilustrasi Stres dan Cemas Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Stres dan Cemas Credit: pexels.com/Andrea

Stres atau kecemasan yang disebabkan oleh tanggung jawab yang berlebihan di rumah, di tempat kerja, atau di sekolah dapat memicu keringat dingin. Keringat dingin dapat menjadi gejala serangan panik, kecemasan sosial, dan kecemasan umum. Gejala lain dapat termasuk rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan, muntah, dan otot tegang.

Terkena Infeksi

Ilustrasi Terkena Infeksi Credit: pexels.com/Andrea
Ilustrasi Terkena Infeksi Credit: pexels.com/Andrea

Dalam banyak kasus, infeksi dan sepsis menyebabkan jaringan meradang ketika sistem kekebalan mencoba melawan infeksi. Sepsis menyebabkan darah menggumpal atau keluar dari pembuluh darah.

Ini membuat organ lebih sulit mendapatkan darah dan oksigen segar, yang bisa menyebabkan keringat dingin. Sepsis bisa mengancam jiwa. Selain keringat dingin gejalanya dapat meliputi demam tinggi, dingin dan menggigil, kebingungan, pernapasan cepat, sesak napas, hingga hilang kesadaran.

Vertigo

Ilustrasi Vertigo Credit: pexels.com/Anna
Ilustrasi Vertigo Credit: pexels.com/Anna

Vertigo adalah pusing yang dihasilkan dari perasaan seperti ruangan di sekitar berputar. Ini sering disebabkan oleh masalah dengan telinga bagian dalam dan hubungannya dengan otak.

Kondisi ini biasanya disertai dengan keringat dingin. Perasaan mual juga bisa menyebabkan keringat dingin. Vertigo biasanya juga disertai gejala mata berkedut, visi buram, sulit berjalan, mati rasa, hingga kesulitan berbicara.

Tubuh Pingsan

Ilustrasi Tubuh Pingsan Credit: pexels.com/Clark
Ilustrasi Tubuh Pingsan Credit: pexels.com/Clark

Pingsan terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen ke otak. eringat dingin dapat terjadi tepat sebelum atau setelah pingsan. Pingsan karena kehilangan oksigen otak dapat terjadi karena sejumlah alasan, termasuk dehidrasi, terlalu panas, penggumpalan darah, terlalu lelah, atau masalah jantung.

Hipoksida

Ilustrasi Hipoksida Credit: pexels.com/Anna
Ilustrasi Hipoksida Credit: pexels.com/Anna

Hipoksia berarti tidak cukup oksigen yang masuk ke organ-organ dalam tubuh. Ini bisa disebabkan karena tidak menghirup oksigen yang cukup.

Hipoksia bisa terjadi saat menghirup asap, atau pergi ke tempat yang tinggi di mana pasokan udara berkurang. Karena otak kekurangan oksigen, tubuh merespons dengan keringat dingin dan gejala mental lainnya seperti kesulitan bergerakm kehilangan fokus, dan sulit bernapas.

Mengalami Hipotensi

Ilustrasi Mengalami Hipotensi Credit: pexels.com/Artem
Ilustrasi Mengalami Hipotensi Credit: pexels.com/Artem

Hipotensi terjadi ketika tekanan darah turun ke tingkat yang jauh lebih rendah dari biasanya. Hipotensi dapat menjadi serius ketika menyebabkan otak atau organ lain tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Gejala umum hipotensi lainnya meliputi pusing atau bingung, visi buram, pingsan, lelah, dan mual.

Menopause

Ilustrasi Menopause Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Menopause Credit: pexels.com/cottonbro

Menopause terjadi ketika keseimbangan dua hormon tubuh, estrogen dan progesteron, berubah secara dramatis dan siklus menstruasi berakhir. Seiring dengan hot flash yang tiba-tiba, keringat dingin adalah salah satu gejala fisik menopause yang paling mencolok. Gejala umum menopause lainnya termasuk kesulitan tidur, perubahan suasana hati, dan penambahan berat badan.

Hipoglikemia

Ilustrasi Hipoglikemia Credit: pexels.com/PhotoMix
Ilustrasi Hipoglikemia Credit: pexels.com/PhotoMix

Hipoglikemia merupakan kondisi gula darah turun di bawah tingkat normal. Tubuh bereaksi terhadap kekurangan gula darah seperti halnya kekurangan oksigen. Kondisi ini merupakan risiko khusus bagi penderita diabetes. Bagi seseorang yang menderita diabetes, keringat yang banyak dapat menandakan hipoglikemia atau gula darah rendah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel