9 Penyebab Pengangguran Menurut Jenisnya, Pahami Lebih Dalam

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab pengangguran merupakan masalah yang masih terus dihadapi tiap negara. Di Indonesia, terutama selama pandemi, angka pengangguran terus meningkat. Penyebab pengangguran bisa dipicu oleh berbagai faktor.

Pengangguran adalah istilah yang merujuk pada individu yang dapat dipekerjakan dan bisa bekerja tetapi tidak dapat menemukan pekerjaan. Angka pengangguran berfungsi sebagai salah satu indikator status suatu perekonomian. Ada banyak penyebab pengangguran yang bisa terjadi di suatu negara.

Penyebab pengangguran bisa dilihat dari jenis pengangguran yang ada. Penyebab pengangguran juga bisa dipicu oleh pengaruh penawaran dan permintaan. Mengetahui penyebab pengangguran bisa membantu memahami bagaimana pengangguran bisa terjadi.

Berikut penyebab pengangguran dilihat dari jenisnya yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (24/11/2020).

Penyebab pengangguran friksional

Ilustrasi melamar kerja (Foto: Unsplash.com/ Raw Pixel)
Ilustrasi melamar kerja (Foto: Unsplash.com/ Raw Pixel)

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang disebabkan adanya kesulitan mempertemukan antara pihak yang membutuhkan tenaga kerja dengan pihak yang memiliki tenaga kerja (angkatan kerja). Para ekonom menyebut tingkat pengangguran yang disebabkan oleh friksi ini sebagai tingkat pengangguran alami.

Ada empat penyebab pengangguran friksional yang bisa terjadi. Keempat penyebab ini merupakan bagian yang tidak dapat dihindari dari proses pencarian kerja. Ini meliputi:

Keluar dari pekerjaan secara sukarela

Beberapa pengangguran telah menabung cukup banyak sehingga mereka dapat berhenti dari pekerjaan yang tidak ia inginkan.

Pindah pekerjaan

Penyebab pengangguran friksional kedua adalah saat para pekerja pindah. Para pekerja ini menganggur sampai menemukan posisi di tempat baru.

Pekerja baru memasuki dunia kerja

Penyebab pengangguran friksional ketiga adalah saat pekerja baru memasuki dunia kerja. Ini termasuk siswa yang lulus dari sekolah menengah, perguruan tinggi atau program gelar yang lebih tinggi. Mereka mencari pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan dan kualifikasi baru mereka. Itu adalah penyebab utama pengangguran kaum muda.

Pencari kerja masuk kembali ke dunia kerja

Mereka adalah orang-orang yang mengalami masa dalam hidup mereka ketika mereka berhenti mencari pekerjaan. Mereka bisa saja berhenti bekerja untuk membesarkan anak-anak, menikah atau merawat kerabat yang sudah lanjut usia.

Pengangguran struktural

Ilustrasi Wawancara Kerja Credit: unsplash.com/Van
Ilustrasi Wawancara Kerja Credit: unsplash.com/Van

Pengangguran struktural adalah pengangguran yang disebabkan oleh penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.

Penyebab pengangguran struktural bisa dibagi menjadi beberapa faktor. Penyebab pengangguran ini meliputi:

Kemajuan teknologi

Ini bisa terjadi ketika komputer atau robot menggantikan pekerja. Sebagian besar pekerja ini membutuhkan lebih banyak pelatihan sebelum mereka dapat menguasai pekerjaan baru di bidangnya.

Imobilitas pekerjaan

Ini mengacu pada kesulitan dalam mempelajari keterampilan baru yang dapat diterapkan pada industri baru, dan perubahan teknologi.

Imobilitas geografis

Ini mengacu pada sulitnya berpindah daerah untuk mendapatkan pekerjaan.

Perubahan struktural dalam perekonomian

Perubahan kebijakan seperti minimum upah mengubah berapa banyak pekerja yang mampu dibayar oleh bisnis.

Pengangguran kiknikal

Ilustrasi Wawancara Kerja Credit: pexels.com/Anna
Ilustrasi Wawancara Kerja Credit: pexels.com/Anna

Pengangguran kiknikal adalah pengangguran yang disebabkan kemunduran ekonomi yang menyebabkan perusahaan tidak mampu menampung semua pekerja yang ada. Contoh penyebabnya, karena adanya perusahaan lain sejenis yang beroperasi atau daya beli produk oleh masyarakat menurun.

Pengangguran kiknikal istilah teknisnya adalah pengangguran karena kekurangan permintaan. Ini terjadi selama fase resesi dari siklus bisnis.

Permintaan konsumen yang rendah menciptakan pengangguran siklis. Perusahaan kehilangan terlalu banyak keuntungan saat permintaan turun. Jika mereka tidak mengharapkan penjualan meningkat dalam waktu dekat, mereka harus memberhentikan pekerja.

Pengangguran yang lebih tinggi menyebabkan permintaan konsumen semakin turun, itulah sebabnya mengapa terjadi siklus. Pengangguran inilah yang kini terjadi di masa pandemi saat ini.

Penyebab pengangguran berdasarkan jenis lainnya

Ilustrasi Wawancara Kerja. (iStock)
Ilustrasi Wawancara Kerja. (iStock)

Pengangguran musiman

Pengangguran musiman adalah pengangguran akibat siklus ekonomi yang berfluktuasi karena pergantian musim. Umumnya pada bidang pertanian dan perikanan. Contohnya adalah para petani dan nelayan.

Pengangguran setengah menganggur

Pengangguran setengah menganggur adalah pengangguran di saat pekerja yang hanya bekerja di bawah jam normal (sekitar 7-8 jam per hari).

Penyebab pengangguran berdasarkan jenis lainnya

Ilustrasi pengangguran. (Gambar oleh Radoan Tanvir dari Pixabay)
Ilustrasi pengangguran. (Gambar oleh Radoan Tanvir dari Pixabay)

Pengangguran keahlian

Pengangguran keahlian adalah pengangguran yang disebabkan karena tidak adanya lapangan kerja yang sesuai dengan bidang keahlian. Pengangguran jenis ini disebut juga pengangguran tidak kentara dikarenakan mempunyai aktivitas berdasarkan keahliannya tetapi tidak menerima uang.

Contohnya adalah anak sekolah (siswa) atau mahasiswa. Mereka adalah ahli pencari ilmu, tetapi mereka tidak menghasilkan uang dan justru harus mengeluarkan uang atau biaya. Pengangguran tidak kentara ini, juga bisa disebut sebagai pengangguran terselubung.

Pengangguran total

Pengangguran total adalah pengangguran yang benar-benar tidak mendapat pekerjaan, karena tidak adanya lapangan kerja atau tidak adanya peluang untuk menciptakan lapangan kerja.

Penyebab pengangguran berdasarkan jenis lainnya

Ilustrasi Tidak Bekerja atau Pengangguran (iStockPhoto)
Ilustrasi Tidak Bekerja atau Pengangguran (iStockPhoto)

Pengangguran politik

Pengangguran politik berpendapat bahwa pengangguran disebabkan oleh upah yang terlalu tinggi secara artifisial. Melalui hal-hal seperti serikat pekerja, upah minimum dan peraturan ketenagakerjaan, upah dinaikkan sehingga pekerja menjadi terlalu mahal untuk bisnis dan lebih banyak orang yang mencari pekerjaan.

Pengangguran sistemik

Teori pengangguran sistemik menyatakan bahwa para kapitalis, atau orang-orang yang memiliki semua bisnis dalam perekonomian, sebenarnya mendapatkan keuntungan dari pengangguran. Ini karena jauh lebih mudah untuk membuat orang bekerja keras dengan upah yang lebih rendah, jika ada lebih banyak orang yang mencari pekerjaan yang dapat menggantikan mereka.

Jadi, adalah kepentingan orang-orang yang mempekerjakan dan memecat (yaitu pemilik bisnis), untuk memastikan bahwa pengangguran tetap di atas tingkat yang rendah.