9 Penyebab Susah Kentut yang Perlu Diwaspadai, Simak Cara Mengobatinya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Buang angin atau kentut, merupakan sebuah proses alami tubuh. Kentut adalah aktivitas pembuangan gas yang menumpuk di dalam perut. Aktivitas yang termasuk proses biologis ini, sangat normal terjadi pada manusia setiap hari.

Keluarnya kentut terjadi karena saluran cerna harus mengeluarkan udara yang tertelan saat proses makan atau minum. Kentut juga berguna membuang gas yang dihasilkan bakteri-bakteri di dalam usus besar ketika mencerna makanan atau minuman tertentu.

Sayangnya, ada kala tubuh susah untuk kentut. Beberapa penyebab susah kentut tersebut tidak bisa dianggap sepele. Sebab, penyebab susah kentut bisa menjadi indikator jika ada kondisi medis tertentu yang perlu penanganan khusus.

Sebab, jika tidak segera ditangani, bisa mengancam nyawa. Untuk membahas lebih jauh mengenai berbagai penyebab susah kentut, berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, apa saja penyebab susah kentut dan tentunya dilengkapi dengan cara mengatasinya, Senin (2/11/2020).

Penyebab Susah Kentut yang Pertama

Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/pixabay

1. Perut Kembung

Penyebab susah kentut yang petama dikarenakan perut kembung. Kondisi perut kembung ini, bisa terjadi akibat penumpukkan gas yang ada di dalam dalam saluran cerna dan sulit dikeluarkan. Perut kembung bisa terjadi saat terlalu banyak makan, konsumsi makanan terlalu cepat, atau konsumsi jenis makanan berlemak.

2. Konstipasi

Kebiasaan makan yang kurang sehat serta rendah serat, bisa menjadi penyebab susah kentut karena timbul konstipasi atau sembelit. Konstipasi merupakan kondisi sulit buang air besar secara teratur. Penderita konstipasi biasanya buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu, atau bahkan tidak buang air besar sama sekali.

3. Tukak Lambung

Penyebab susah kentut selanjutnya karena tukak lambung. Kondisi ini karena ada luka atau pecahan di bagian perut, terutama bagian lambung. Luka tersebut timbul akibat peradangan di bagian dinding lambung.

Penyebab Susah Kentut Selanjutnya

Hingga saat ini, penyebab kanker usus belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai.
Hingga saat ini, penyebab kanker usus belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai.

4. Obstruksi Usus

Obstruksi bisa adalah keadaan di mana usus mengalami penyumbatan. Hal ini disebabkan adanya tinja yang sudah mengeras, benda asing yang tertelan, bahkan menjadi indikasi adanya tumor atau kanker.

Obstruksi usus sendiri bisa menyebabkan seseorang susah kentut yang disertai gejala lain, seperti hilang nafsu makan, perut kembung, kram perut, mual, muntah, diare, bahkan konstipasi.

5. Sirosis Hati

Penyebab susah kentut ini adalah penyakit hati kronis yang bernama sirosis hati. Sirosis hati bisa terjadi apabila jaringan normal diganti dengan jaringan fibrous, sehingga sel hati menghilang. Meski tidak secara langsung menyerang sistem pencernaan, penyakit ini bisa menyebabkan susah kentut. Bahkan tubuh akan kehilangan energi dan cepat lelah. Tanda-tanda terkena sirosis hati bisa dilihat dari kondisi fisik yang ditandai dengan warna kulit berubah menguning, muncul memar, serta pembengkakan di area kaki dan perut diserti rasa mual hingga muntah.

6. Infeksi Jamur dan Bakteri

Infeksi jamur atau bakteri pada sistem pencernaan akan menyebabkan penyakit bernama peritonitis. Peritonitis terbagi menjadi dua, yaitu peritonitis primer dan sekunder. Keduanya jenis tersebut bisa membuat tubuh menjadi lemah dan susah kentut.

Penyebab Susah Kentut yang Terakhir

Ilustrasi usus buntu
Ilustrasi usus buntu

7. Penyakit Crohn

Penyakit crohn adalah penyebab susah kentut yang selanjutnya. Penyakit ini merupakan radang usus, dan bisa terjadi dalam jangka waktu yang panjang. Selain menyerang usus dan menjadi penyebab susah kentut, penyakit ini juga bisa membuat tubuh semakin lemah.

8. Dispepsia

Penyebab selanjutnya yaitu dyspepsia. Kondisi ini membuat perut terasa nyeri dan tidak nyaman, tepatnya di bagian perut atas. Timbulnya rasa sakit atau nyeri di perut atas tersebut bisa terjadi berulang-ulang.

Selain susah kentut, penderita penyakit ini juga susah untuk bersendawa dan nafsu makan menurun. Bahkan pada beberapa kasus, dispepsia juga erat hubungannya dengan penyakit maag, karena gangguannya berada di bagian lambung.

9. Radang Usus Buntu

Radang usus buntu atau apendisitis merupakan penyebab susah kentut. Hal ini karena ada penyumbatan pada usus buntu, dan membuat usus buntu meradang hingga bengkak. Di sisi lain, radang usus buntu juga bisa terjadi karena usus buntu mengalami infeksi.

Cara Menangani Susah Kentut

Ilustrasi Makanan Sehat | unsplash.com/@ellaolsson
Ilustrasi Makanan Sehat | unsplash.com/@ellaolsson

Cara menangani susah kentut harus disesuaikan dengan penyebabnya. Tapi, umumnya cara penanganan susah kentut cukup dilakukan di rumah, yaitu dengan melakukan pola makan sehat dan mencukupi kebutuhan serat.

Sumber makanan berserat sendiri bisa berasal dari buah dan sayuran. Tapi usahakan untuk menghindari makanan yang bisa menghasilkan gas, seperti roti, sereal, pasta, atau sayur dan buah-buahan tertentu, seperti brokoli, asparagus, bawang, kubis, apel, juga pir.

Pasalnya, konsumsi makanan tersebut bisa membuat saluran cerna menghasilkan gas berlebih dan akan membuat perut terasa kembung hingga sakit.

Namun, jika kondisi susah kentut masih tidak kunjung membaik, ada baiknya untuk segera konsultasi ke dokter. Hal tersebut bertujuan untuk menentukan penyebab susah kentut yang dialami, serta bisa segera dilakukan pemeriksaan secara medis. Semoga informasi di atas bermanfaat dan bisa menhindarkan dari penyakit susah kentut, ya.