9 Penyebab Telapak Tangan Berkeringat, Pahami Cara Mengatasinya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Kerap dikaitan dengan masalah jantung, penyebab telapak tangan berkeringat ternyata ada banyak. Istilah medis menyebutnya primary focal hyperhidrosis. Bisa disebabkan karena genetik, psikologis, penyakit, dan gaya hidup.

Hyperhidrosis adalah kondisi ketika tubuh mengeluarkan keringat berlebihan pada satu lokasi tertentu. Menjadi penyebab telapak tangan berkeringat merupakan salah satu risikonya, karena hyperhidrosis bisa terjadi pada telapak tangan, kaki, dan ketiak.

Banyak ahli yang belum mengetahui secara pasti penyebab telapak tangan berkeringat. Namun dugaannya adalah hyperhidrosis. Tepatnya ketika kelenjar keringat menjadi lebih aktif dan sensitif dari biasanya.

Berikut Liputan6.com ulas penyebab telapak tangan berkeringat dan cara mengatasinya dari berbagai sumber, Rabu (6/1/2021).

Hiperhidrosis Primer dan Sekunder

Ilustrasi menopause | Copyright pexels.com
Ilustrasi menopause | Copyright pexels.com

Hiperhidrosis Primer

Gangguan hiperhidrosis primer adalah salah satu penyebab telapak tangan berkeringat. Tipe gangguan keringat ini tidak ditemukan penyakit khusus yang menyebabkan gangguan saraf.

Namun, saraf yang bertanggung jawab untuk memberi sinyal kelenjar keringat menjadi terlalu aktif (meskipun kelenjar sedang tidak dipicu oleh aktivitas fisik atau kenaikan suhu).

Pada keadaan stres atau gugup, keluhan berkeringat dapat menjadi lebih buruk. Gangguan hiperhidrosis primer biasanya memengaruhi telapak tangan dan telapak kaki, terkadang wajah juga bisa mengalami.

Hiperhidrosis Sekunder Generalisasi

Hiperhidrosis sekunder generalisasi yaitu penyebab telapak tangan berkeringat karena suatu kondisi kesehatan tertentu. Kondisi keringat berlebih yang dipengaruhi oleh penyakit lain seperti menopause, hipertiroid, diabetes melitus (neuropati perifer), atau stroke.

Obat-obatan seperti antihipertensi dan antidepresi juga dapat menyebabkan hiperhidrosis. Keringat berlebih juga melibatkan area yang luas di tubuh dan dapat muncul ketika tidur.

Masalah stroke juga dapat menyebabkan seseorang mengalami hiperhidrosis. Setelah infark serebral atau perdarahan pada otak, kegagalan pusat penghambatan kortikal menyebabkan hiperhidrosis yang terjadi pada sisi berlawanan dari lokasi otak terjadinya stroke.

Diabetes dan Berat Badan Berlebihan

Ilustrasi timbangan | Freepik
Ilustrasi timbangan | Freepik

Diabetes

Masalah diabetes dapat menjadi penyebab telapak tangan berkeringat yang umum terjadi. Dilansir dari Medical News Today, kerusakan sistem saraf terkait diabetes dan gula darah rendah menyebabkan kondisi berkeringat yang umum dialami penderita diabetes.

Kondisi ini dapat disebut komplikasi dan menjadi tanda manajemen diabetes yang buruk. Maka mempertahankan kadar gula darah sangat penting untuk pencegahan maupun pengobatan. Faktanya, gula darah rendah dapat menyebabkan pelepasan hormon yang meningkatkan produksi keringat.

Lalu saat kadar gula darah terlalu tinggi dalam jangka waktu lama, hilangnya fungsi saraf dapat terjadi. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik. Pada banyak kasus, neuropati menyebabkan keringat berlebih atau ketidakmampuan berkeringat.

Berat Badan Berlebihan

Memiliki berat badan berlebih atau obesitas selain menyebabkan masalah kardiovaskuler, juga dapat menjadi penyebab telapak tangan berkeringat. Hiperhidrosis sangat mungkin terjadi. Tidak hanya di telapak tangan, tetapi di seluruh bagian tubuh.

Berat badan berlebihan akan membuat suhu tubuh menjadi lebih tinggi. Penyebabnya adalah sel lemak yang banyak akan bersifat sebagai isolator atau penyekat panas.

Selain hal itu, obesitas akan membuat seseorang membutuhkan tenaga yang lebih banyak saat bergerak. Hal ini dapat menyebabkan mudahnya tubuh untuk mengeluarkan keringat.

Gangguan Tiroid

Ilustrasi gangguan tiroid | Sumber: Freepik
Ilustrasi gangguan tiroid | Sumber: Freepik

Kadar hormon tiroid yang tinggi umumnya dapat menjadi penyebab telapak tangan berkeringat. Gejala penyertanya adalah terjadi penurunan berat badan berlebihan dan sering berdebar.

Keluhan telapak tangan berkeringat tetap terjadi pada udara yang dingin dan tidak memicu keringat. Jadi, perlu waspada akan kemungkinan gangguan tiroid. Hormon tiroid dari kelenjar gondok tersebut memiliki peran pada metabolisme tubuh.

Jika terjadi kelainan dan menyebabkan tiroid berlebih, maka dapat dipastikan metabolisme tubuh akan berada pada level yang tertinggi. Akibatnya adalah tubuh akan menjadi panas dan banyak mengeluarkan keringat.

Genetik dan Merokok

Ilustrasi merokok | Sumber: Freepik
Ilustrasi merokok | Sumber: Freepik

Genetik

Penyebab telapak tangan berkeringat dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada 2002, telah ditemukan adanya keterkaitan genetik pada kejadian keringat di telapak tangan.

Apabila salah satu atau kedua orang tua sering berkeringat di telapak tangan, kemungkinan sang anak akan mengalaminya juga. Hal ini menandakan bahwa telapak tangan yang berkeringat tidak selalu menyertakan kondisi yang membahayakan.

Merokok

Nikotin pada rokok dapat mengaktifkan kelenjar keringat. Nikotin dalam rokok menyebabkan pelepasan asetilkolin, yang merangsang kelenjar keringat. Tidak heran jika merokok atau menghirup asap rokok dapat menjadi penyebab telapak tangan berkeringat.

Nikotin pada rokok memang dapat menyebabkan produksi keringat yang lebih banyak dari biasanya. Kebiasaan merokok diketahui dapat meningkatkan reaksi saraf simpatik, yang fungsinya meningkatkan denyut nadi dan keringat.

Psikologis dan Makanan

Ilustrasi kecemasan | unsplash.com/@priscilladupreez
Ilustrasi kecemasan | unsplash.com/@priscilladupreez

Psikologis

Faktor psikologis adalah penyebab telapak tangan berkeringat yang umum terjadi. Psikologis yang dimaksud adalah perasaan cemas, khawatir, stres, dan panik. Jika hal ini terus terjadi, imbasnya akan meningkatkan produksi keringat, khususnya di telapak tangan.

Seseorang yang sedang mengalami masalah ataupun gugup misalnya harus berbicara di depan umum atau orang banyak, telapak tangan akan terasa basah.

Hal tersebut terjadi karena tubuh telah mengeluarkan hormon stres (kortisol) yang dapat meningkatkan denyut jantung dan suhu tubuh. Sebagai bentuk penyesuaian akan kondisi tersebut, tubuh mengeluarkan keringat untuk membuang panas.

Makanan

Bukan hanya masalah penyakit dan psikologis, kali ini makanan yang dikonsumsi. Makanan tertentu dapat menjadi penyebab telapak tangan berkeringat. Jadi mulai hindari apabila keringat di telapak tangan sangat mengganggu kenyamanan.

Makanan-makanan yang dapat memberikan pengaruh besar diantaranya adalah makanan pedas, kafein, dan alkohol. Ketiganya diketahui dapat meningkatkan suhu tubuh, sehingga keringat yang keluar jadi lebih banyak.

Cara Mengatasi Telapak Tangan Berkeringat

Ilustrasi Obat | Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Obat | Credit: pexels.com/pixabay

Menurut American Academy of Dermatology, Hiperhidrosis diterapi dengan beberapa cara yaitu :

1. Antiperspirant yang mengandung alumunium klorida heksahidrat, glutaraldehid, formaldehid, dengan kadar tinggi (15%) dengan cara dioleskan di malam hari pada kulit yang kering, daerah berambut (ketiak), dan dicuci di pagi hari. Penutupan daerah yang diberikan antiperspirant dengan plastik juga dapat dilakukan.

2. Teknik Iontophoresis, umum dilakukan pada hiperhidrosis telapak tangan dan kaki. Tangan diletakkan di dalam larutan berisi elektrolit dengan elektrik kadar rendah. Dapat efektif untuk kasus ringan.

3. Suntikan Botulinum tipe A. Suntikan ini diberikan di daerah ketiak, telapak tangan dan kaki untuk mengurangi jumlah keringat. Botulinum akan memblok pengeluaran dari neurotransmiter (asetilkolin) dan merupakan terapi yang efektif selama 4-8 bulan. Suntikan ulang perlu dilakukan lagi di kemudian hari.

4. Obat oral. Obat jenis glycopyrrolate dan propantheline bromide berfungsi mencegah terstimulasinya kelenjar keringat. Mereka memblok reseptor kolinergik. Beta bloker juga dapat digunakan untuk terapi keringat berlebih yang terjadi karena stres. Namun obat-obatan ini memiliki efek samping sehingga harus dipertimbangkan risk and benefit.

5. Operasi. Hal ini dilakukan pada hiperhidrosis berat yang gagal dengan pengobatan lainnya. Operasinya dinamakan Endoscopic Thoracic Sympathectomy (ETS). Operasi hanya dilakukan bila cara konvensional tidak berhasil.