9 Tahun Disembunyikan, Makam Pendiri Taliban Akhirnya Diungkap ke Publik

Merdeka.com - Merdeka.com - Kelompok Taliban kemarin akhirnya menunjukkan makam
Mullah umar, tokoh legendaris pendiri Taliban, setelah kematian dan penguburannya yang dirahasiakan selama sembilan tahun.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid menyatakan para pemimpin senior Taliban kemarin menghadiri upacara di pemakaman Umar yang berada dekat Omarzo, Distrik Suri, Provinsi Kabul, Afghanistan.

Sebelumnya rumor mengenai kesehatan dan keberadaan Umar tersebar luas ketika Taliban digulingkan oleh Amerika Serikat (AS) pada 2001. Pada April 2015, pihak Taliban mengaku Umar telah meninggal dua tahun sebelumnya.

Untuk menghindari perusakan makam Omar, pihak Taliban terpaksa merahasiakan keberadaan makam itu.

"Karena banyak musuh di sekitar dan negara itu diduduki, untuk menghindari kerusakan maka makam itu dirahasiakan. Hanya anggota keluarga dekat yang mengetahui tempat itu," jelas Mujahid, dikutip dari Channel News Asia, Senin (7/11).

Berdasarkan gambar yang dirilis, terlihat pemimpin-pemimpin Taliban berkumpul di sekitar makam batu bata putih sederhana. Makam itu terlihat dikelilingi oleh batu kerikil dan tertutup pagar berwarna hijau.

Sekarang semua orang dapat mengunjungi makam Umar.

"Sekarang keputusan telah dibuat. Tidak ada masalah bagi orang-orang untuk mengunjungi makam itu," jelas Mujahid.

Sebelumnya Umar, yang diyakini meninggal saat berusia 55 tahun, mendirikan Taliban pada 1993 untuk melawan perang saudara yang terjadi akibat invasi Uni Soviet kepada Afghanistan.

Di bawah kepemimpinan Umar, Taliban menerapkan aturan agama Islam yang sangat keras. Beberapa aturan itu adalah melarang perempuan dari kehidupan publik dan memperkenalkan hukuman publik yang keras, seperti hukuman eksekusi dan cambuk.

Upacara yang dilakukan di pemakaman Umar dilaksanakan satu hari setelah pejabat Taliban menolak terjadinya perusakan (vandalisme) pada makam milik Ahmad Shah Massoud yang terletak di Lembah Panjshir, Afghanistan.

Massoud sendiri dianggap sebagai pahlawan Afghanistan karena melawan pendudukan Uni Soviet. Meski dianggap pahlawan, namun Massoud yang meninggal pada 2001 silam karena dibunuh Al Qaidah dibenci oleh pihak Taliban.

Namun perusakan makam Massoud dianggap Taliban sebagai hal yang salah. Bahkan Mujahid menyatakan jika perusakan itu benar terjadi, maka orang yang merusak akan dihukum.

“Sebelumnya kami telah menghukum mereka yang melakukan tindakan seperti itu. Ini akan diselidiki juga dan tindakan yang diperlukan akan diambil,” jelas Mujahid.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]