9 Tanda Infeksi Saluran Kemih saat Hamil, Kenali Pencegahannya

Liputan6.com, Jakarta Infeksi saluran kemih saat hamil merupakan kondisi yang harus dihindari. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih manusia. Kondisi ini rentan dialami ibu hamil. 

Biasanya, ibu hamil terkena ISK saat kehamilan berusia 6-24 minggu. Kondisi ini umumnya dapat dipastikan dengan pemeriksaan urine. Salah satu penyebab ibu hamil lebih rentan terkena infeksi saluran kemih adalah perubahan tubuh yang terjadi semasa kehamilan. 

Saat hamil, membesarnya rahim yang terletak di atas kandung kemih dapat menyebabkan hambatan aliran urine dari kandung kemih. Kondisi ini ditambah dengan perubahan hormonal (peningkatan estrogen dan progestin urine) membuat pertahanan saluran kemih terhadap infeksi bakteri lebih lemah. 

Pertambahan ukuran perut juga berisiko membuat ibu hamil lebih sulit menjaga kebersihan area kelaminnya. Beberapa faktor inilah yang membuat ibu hamil rentan terkena infeksi saluran kemih. Bahkan, ISK merupakan infeksi bakteri yang paling umum ditemui semasa kehamilan.

Infeksi saluran kemih tidak selalu menimbulkan gejala, sehingga tidak jarang penderitanya tak menyadari bahwa dirinya mengalami infeksi tersebut. Namun, ada beberapa tanda dan gejala yang perlu kamu ketahui agar dapat lebih peka terhadap kondisi tubuh.

Berikut tanda infeksi saluran kemih saat hamil yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (12/3/2020).

Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil

Ibu Hamil (Sorajack Mongkolsri/Shutterstock)

Semua orang dapat mengalami infeksi saluran kemih. Kondisi ini bisa terjadi karena tidak menjaga kebersihan setelah buang air besar maupun buang air kecil. Selain itu, kebiasaan menggunakan pakaian ketat atau berbahan tidak menyerap keringat bisa membuat daerah kewanitaan lembap.

Bukan hanya wanita muda, melainkan ibu hamil juga berisiko mengalami infeksi saluran kemih. Terlebih pada usia kehamilan 6-24 minggu. Wanita memang digadang-gadang punya risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran kemih, karena memiliki uretra yang lebih pendek dibandingkan pria. Inilah yang menyebabkan risiko terinfeksi menjadi lebih besar.

Terlebih pada ibu hamil yang kerap mengalami perubahan posisi saluran kemih yang bisa meningkatkan risiko infeksi. Uterus ibu hamil akan membesar dan berada tepat di atas kandung kemih.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran rahim yang membesar dapat menyebabkan sumbatan pada aliran urine di saluran kemih. Nah, apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, maka dapat memicu infeksi saluran kemih.

Tanda Infeksi Saluran Kemih

Ibu Hamil

Infeksi saluran kemih tidak selalu menimbulkan gejala, sehingga tidak jarang penderitanya tak menyadari bahwa dirinya mengalami infeksi tersebut. Namun, ada beberapa tanda dan gejala yang perlu kamu ketahui agar dapat lebih peka terhadap kondisi tubuh.

- Nyeri atau terasa panas saat buang air kecil

- Lebih sering buang air kecil

- Sulit menahan buang air kecil

- Terdapat darah pada urine

- Nyeri di perut bagian bawah

- Nyeri saat berhubungan seks

- Sering kali mengompol tanpa disadari

- Terdapat perubahan warna urine, yaitu menjadi keruh, atau urine berbau

- Ketika infeksi semakin menyebar, bisa timbul gejala berupa demam, menggigil, mual, muntah, hingga nyeri pinggang

 

Bahaya Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil

Ibu hamil./Copyright shutterstock.com/g/oduaimages

Jenis infeksi apapun yang terjadi selama kehamilan sangat berbahaya bagi ibu hamil maupun bayi yang sedang dikandung. Wanita yang pernah menderita infeksi saluran kemih lebih rentan mengalaminya selama kehamilan.

Ibu hamil berisiko lebih tinggi terhadap infeksi saluran kemih. Oleh karena itu, Anda harus menjaga kebersihan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hal ini berguna untuk memberikan penangangan segera apabila terdeteksi infeksi sebelum terjadi komplikasi yang dapat membahayakan janin.

Apabila infeksi saluran kemih tidak segera mendapatkan penanganan khusus seperti terapi, maka infeksi akan memburuk hingga menyebabkan infeksi pada ginjal. Kondisi ini bisa menyebabkan bayi lahir prematur dan berat badan bayi rendah.

Untuk itu, penting mendeteksi dini dan terapi yang tepat untuk menghindari komplikasi tersebut. Biasanya, dokter akan memberikan antibiotik yang aman untuk ibu hamil dan janin. Apabila sudah ditangani tetap merasakan keluhan dalam tiga hari, bahkan disertai demam, menggigil, mual, muntah, maupun kontraksi, bersegeralah untuk menemui dokter.

Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Ibu hamil.

Sebagai ibu hamil, perubahan tubuh yang terjadi membuat Anda lebih rentang terkena infeksi saluran kemih. Namun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mencegah infeksi saluran kemih saat hamil.

Tidak ada cara mudah untuk mencegah infeksi saluran kemih. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisir kesempatan terkena infeksi saluran kemih, seperti:

Menjaga Kebersihan Genital

Ketika buang air kecil, pastikan untuk menyiram air dari depan ke belakang. Termasuk saat mengelap juga dari depan ke belakang untuk mencegah penyebaran bakteri.

Tetap Terhidrasi

Buang air kecil merupakan cara efektif membersihkan kuman dari kandung kemih dan uretra. Dengan tetap terhidrasi, otomatis membuat tubuh rutin buang air kecil.

Jangan Tunda Buang Air Kecil

Pada saat ingin buang air kecil, jangan menunda. Pastikan bahwa benar-benar sudah selesai buang air kecil.

Perhatikan Asupan Makanan dan Minuman

Kafein dan cokelat mengandung subtansi yang mengandung zat-zat yang mengiritasi kandung kemih. Sedangkan kranberi mampu mencegah bakteri E.coli hadir di kandung kemih yang menyebabkan infeksi saluran kemih. Konsultasikan ke dokter kandungan sebelum mengonsumsi pil atau kapsul kranberi.

Buang Air Kecil Sebelum dan Sesudah Berhubungan Intim

Dengan buang air kecil membantu menghilangkan bakteri di area genital.