9 Tanda Konsumsi Teh Berlebihan, Ketahui Dampak Buruknya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Minum secangkir teh pana merupakan hal yang menenangkan tubuh dan pikiran. Teh merupakan pilihan sehat untuk memenuhi kebutuhan antioksidan tubuh. Senyawa tumbuhan dalam teh berperan dalam mengurangi risiko penyakit kronis, seperti kanker, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Meski kaya manfaat, seperti kebanyakan makanan dan minuman lainnya, teh tidak boleh dikonsumsi berlebihan. Konsumsi teh tidak boleh melebihi 3–4 cangkir (710–950 ml) per hari. Minum teh berlebihan justru akan menimbulkan serangkaian efek samping bagi tubuh.

Sebagian besar efek samping dari minum teh berlebihan terkait dengan kandungan kafein dan taninnya. Beberapa orang lebih sensitif terhadap senyawa ini daripada yang lain. Saat minum teh secara berlebihan, ada tanda yang akan dirasakan tubuh. Tanda-tanda ini juga bisa menandakan adanya dampak buruk ketika mengonsumsi teh berlebih.

Berikut 9 tanda konsumsi teh berlebihan dan dampak buruknya, yang berhasil Liputan6.com rangkum, Rabu(27/1/2021).

Tanda Konsumsi Teh Berlebihan

Ilustrasi Stres dan Cemas Credit: pexels.com/VictoriaB
Ilustrasi Stres dan Cemas Credit: pexels.com/VictoriaB

Merasa stres atau gelisah

Meskipun teh dianggap lebih baik daripada kopi, teh masih secara alami mengandung kafein. Karena itu, seperti halnya minum kopi secara berlebihan, terlalu banyak minum teh dapat memperburuk perasaan cemas, gelisah, atau stres.

Secangkir rata-rata (240 ml) teh mengandung sekitar 11-61 mg kafein, tergantung pada varietas dan metode pembuatannya. Teh hitam cenderung mengandung lebih banyak kafein daripada varietas hijau dan putih, dan semakin lama menyeduh teh, semakin tinggi kandungan kafeinnya.

Kualitas tidur memburuk

Tanda ini juga terkait dengan kandungan kafein dalam teh. Karena teh secara alami mengandung kafein, asupan yang berlebihan dapat mengganggu siklus tidur. Kafein bisa menghambat produksi melatonin, hormon yang memberi sinyal pada otak bahwa sudah waktunya untuk tidur. Ini bisa mengakibatkan kualitas tidur yang buruk.

Meskipun benar bahwa beberapa teh diformulasikan untuk memudahkan tidur nyenyak, teh lainnya seperti teh hitam, misalnya, biasanya mengandung lebih banyak kafein daripada yang lain.

Tanda Konsumsi Teh Berlebihan

Ilustrasi sakit perut (sumber: cottonbro from Pexels)
Ilustrasi sakit perut (sumber: cottonbro from Pexels)

Sering sakit perut

Terlalu banyak teh juga bisa menyebabkan sakit perut dan mual. Daun teh mengandung tanin yang memberikan rasa kering. Tanin adalah senyawa pahit dan astringen dan terlalu banyak tanin dapat merusak perut, khususnya jaringan di saluran pencernaan. Konsumsi teh sebaiknya tidak boleh dalam keadaan perut kosong.

Mual

Senyawa tertentu dalam teh dapat menyebabkan mual, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah banyak atau dengan perut kosong. Sifat astringen dari tanin juga dapat mengiritasi jaringan pencernaan, berpotensi menyebabkan gejala tidak nyaman, seperti mual atau sakit perut.

Cobalah untuk mengonsumsi teh bersama roti atau karbohidrat lainnya. Tanin mengikat protein dan karbohidrat, jadi makan bersama teh dapat membantu meringankan gejala mual atau sakit perut.

Pusing

Tapi, terlalu banyak konsumsi kafein entah itu dari teh atau kopi pasti bisa menyebabkan pusing. Meskipun perasaan pusing adalah efek samping yang lebih jarang terjadi, ini bisa jadi karena terlalu banyak minum kafein dari teh. Gejala ini biasanya dikaitkan dengan kafein dalam dosis besar, biasanya yang lebih besar dari 400-500 mg, atau sekitar 6-12 cangkir (1,4-2,8 liter) teh.

Tanda Konsumsi Teh Berlebihan

Ilustrasi Pusing dan Sakit Kepala Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Pusing dan Sakit Kepala Credit: pexels.com/pixabay

Sering sakit kepala

Terlalu banyak mengonsumsi teh juga dapat menyebabkan sakit kepala. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sedikitnya 100 mg kafein per hari dapat menyebabkan kambuhnya sakit kepala setiap hari, tetapi jumlah pasti yang dibutuhkan untuk memicu sakit kepala dapat bervariasi berdasarkan toleransi individu.

Merasa ketergantungan kafein

Kafein adalah stimulan pembentuk kebiasaan, dan asupan rutin dari teh atau sumber lain dapat menyebabkan ketergantungan. Jika kamu mulai merasa sangat bergantung pada kafein, itu mungkin merupakan tanda halus bahwa kamu terlalu banyak minum teh. Gejala penarikan kafein mungkin termasuk sakit kepala, lekas marah, detak jantung meningkat, dan kelelahan.

Tanda Konsumsi Teh Berlebihan

Ilustrasi toilet. Sumber foto: unsplash.com/Tim Mossholder.
Ilustrasi toilet. Sumber foto: unsplash.com/Tim Mossholder.

Sering buang air kecil

Minum banyak cairan dapat membuatmu buang air kecil. Tetapi seperti kopi, teh bersifat diuretik yang berarti menyebabkan kamu buang air kecil lebih banyak. Jika terbangun di tengah malam untuk buang air kecil, atau jika frekuensi buang air kecil sepanjang hari menghambat aktivitas, mungkin inilah saatnya untuk memikirkan kembali berapa cangkir teh yang kamu minum.

Dehidrasi

Kafein dalam teh meningkatkan aliran darah ke ginjal, yang kemudian mengirim pesan ke ginjal untuk mulai mengeluarkan lebih banyak air. Teh bersifat diuretik, menyebabkan lebih sering buang air kecil. Jika tidak di hidrasi ulang, ini bisa mengakibatkan dehidrasi.

Dampak buruk konsumsi teh berlebihan

ilustrasi teh/Photo by Nathan Dumlao on Unsplash
ilustrasi teh/Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Kekurangan zat besi

Teh adalah sumber yang kaya dari kelas senyawa yang disebut tanin. Tanin dapat mengikat zat besi dalam makanan tertentu, membuatnya tidak dapat diserap oleh pencernaan. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia defisiensi besi. Jika kamu memiliki kadar zat besi yang rendah, asupan teh yang berlebihan dapat memperburuk kondisi ini.

Asam lambung naik (heartburn)

Kafein dalam teh dapat menyebabkan heartburn atau memperburuk gejala refluks asam yang sudah ada sebelumnya. Kafein juga dapat berkontribusi pada peningkatan produksi asam lambung total.

Penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat mengendurkan sfingter yang memisahkan kerongkongan dari perut. Ini memungkinkan isi lambung yang asam lebih mudah mengalir ke kerongkonga.

Komplikasi kehamilan

Paparan kafein tingkat tinggi dari minuman seperti teh selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti keguguran dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Data tentang bahaya kafein selama kehamilan beragam, dan masih belum jelas seberapa aman kafein.

Namun, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa risiko komplikasi tetap relatif rendah jika menjaga asupan kafein harian di bawah 200-300 mg. American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan tidak melebihi tanda 200 mg bagi ibu hamil.