9 Tanda-Tanda Haid yang Sering Muncul

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Haid atau menstruasi adalah siklus alami yang dialami setiap perempuan, dimulai sejak usianya menginjak usia remaja atau pubertas, hingga menginjak usia mulai 45tahun ke atas.

Siklus haid dialami setiap 28 hingga 35 hari. Namun ada juga beberapa hal yang menyebabkan siklus haid seseorang maju atau mundur selama 5 hari. Umumnya, seseorang mengalami haid selama 5 hingga 7 hari.

Sebelum mengalami haid, tentu saja ada beberapa tanda yang sangat umum dialami perempuan. Berikut beberapa tanda haid yang sering muncul, dilansir dari Liputan6.com:

Tanda Awal Haid Secara Umum

ilustrasi tanda haid/Polina Zimmerman/pexels
ilustrasi tanda haid/Polina Zimmerman/pexels

Tanda-tanda awal haid sering disebut dengan sindrom pramenstruasi atau PMS. Sebenarnya tidak semua perempuan mengalami tanda-tanda awal haid yang sama. Tanda haid atau gejala awal haid pada perempuan memberikan gejala yang ringan hingga berat. Berikut tanda haid secara umum:

Nyeri Tubuh

Tanda haid yang paling umum terjadi adalah mengalami nyeri atau kram, yang terjadi di beberapa area tubuh tertentu. Seperti punggung, perut dan paha. Namun nyeri tubuh ini hanya akan dialami selama beberapa hari saja.

Payudara Lebih Sensitif

Saat mengalami PMS atau pramenstruasi, payudara seorang perempuan akan lebih sensitif saat disentuh, karena bagian payudara lebih membesar dan mengeras saat mengalami haid.

Munculnya Jerawat

Ketika wajahmu muncul lebih jerawat yang lebih banyak dari biasanya, bisa saja hal ini disebabkan karena tubuhmu mengalami tanda-tanda haid akan segera datang. Karena saat haid, hormon di dalam tubuh akan berubah dan memicu munculnya jerawat.

Pusing

Kepala yang sering pusing bisa disebabkan karena seorang perempuan mengalami tanda haid. Rasa pusing ini berkaitan dengan perubahan hormon estrogen yang mengganggu fungsi otak, dan menyebabkan tubuh menjadi lebih malas untuk beraktivitas.

Dehidrasi

Seseorang yang mengalami tanda haid, lebih sering mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan di dalam tubuh. Sehingga saat sedang mengalami siklus haid, perbanyak mengonsumsi cairan untuk mencegah tubuh dehidrasi.

Tanda Haid yang Lainnya

ilustrasi tanda haid/Sora Shimazaki/pexels
ilustrasi tanda haid/Sora Shimazaki/pexels

Ngidam

Hampir sama seperti orang yang mengalami tanda kehamilan. Seseorang yang mengalami tanda awal haid, nafsu makan perempuan akan meningkat dan menginginkan makanan yang muncul dipikirannya. Hal ini disebut dengan ngidam.

Suasana Hati Berubah-Ubah

Pramenstruasi juga sering ditandai dengan suasana hati perempuan yang mudah berubah-ubah. Perempuan akan lebih sensitif, mudah tersinggung, mudah menangis dan bahkan ia bisa marah secara tiba-tiba, tanpa ada alasan yang jelas.

Keputihan

Keputihan adalah hal yang normal dialami seorang perempuan, yang sedang mengalami tanda haid atau siklus pramenstruasi. Keputihan yang normal ini membantu melembapkan dan membersihkan organ kewanitaan.

Sering Mengantuk

Sering mengantuk dan muncul rasa malas, bisa disebabkan karena perempuan mengalami tanda awal haid. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan hormon dan rasa nyeri, yang menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah.

Cara Merawat Organ Kewanitaan Saat Haid

ilustrasi Penyebab Keputihan, Gejala dan Cara Mengatasinya/ Emily frost/ shutterstock
ilustrasi Penyebab Keputihan, Gejala dan Cara Mengatasinya/ Emily frost/ shutterstock

Biasanya saat mengalami siklus haid, organ kewanitaan akan lebih lembap dan mudah terserang infeksi jamur. Maka organ kewanitaan harus tetap dijaga kebersihannya agar tidak menyebabkan penyakit atau infeksi tertentu.

Cara merawat organ kewanitaan saat haid adalah dengan cara sering mengganti pembalut, setiap 3 jam atau 4 jam sekali, atau saat pembalut terasa penuh dan terlalu lembap.

Kamu juga harus sering mengganti celana dalam, gunakan celana dalam yang berbahan kain katun dan tidak ketat, agar daerah intim tidak terlalu lembap dan mengurangi gesekan dengan pembalut. Karena celana yang ketat, juga bisa menyebabkan iritasi pada organ kewanitaan dan memicu munculnya jamur yang membuat infeksi.

Jangan lupa untuk mencukur bulu di area organ kewanitaan, sebelum mengalami siklus menstruasi, agar organ kewanitaan tidak bau dan terhindar dari bakteri. Lalu hindari menggunakan sabun yang mengandung alkohol atau parfum, cukup gunakan air mengalir saja saat membersihkan organ kewanitaan.