90 Persen Kecelakaan Bus dan Truk Terjadi di Jalur Ini

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Meski teknologi kendaraan sudah semakin canggih, namun hal itu belum bisa diimbangi dengan menurunnya angka kecelakaan lalu lintas.

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan, sepeda motor masih menjadi yang paling sering mengalami insiden di jalan. Urutan berikutnya dihuni oleh kendaraan jenis truk dan bus.

Mengenai penyebabnya, disebutkan bahwa dari hasil penyelidikan ditemukan penyebab kecelakaan bus dan truk adalah berasal dari rem blong saat melewati turunan. Jumlahnya sangat mendominasi, yakni 90 persen.

Hal itu diungkapkan oleh investigator senior Komisi Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT, Ahmad Wildan saat menjadi narasumber di acara webinar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub.

“90 persen kasus kecelakaan rem blong pada bus dan truk, terjadi di jalan menurun. Fakta yang cukup mengejutkan, 80 persen penyebabnya adalah brakefading atau kampas yang mengalami overheat,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 20 April 2021.

Ahmad menjelaskan, tingginya angka kecelakaan di jalan menurun diakibatkan oleh kondisi kendaraan yang tidak dalam situasi ideal untuk melakukan pengereman normal.

“Ini bukan masalah teknologi kendaraan bermotor, ini adalah skill base error, yang disebabkan kurangnya kemampuan pengemudi,” tuturnya.

Menurut Ahmad, jika dilihat dari risiko maka pesawat terbang lebih berpotensi mengalami rem blong. Namun, karena setiap pilot selalu mendapat pengawasan berkala maka mereka bisa melakukannya sesuai prosedur.

“Kalau pilot itu setiap enam bulan ada pelatihannya, selama empat jam memakai simulator. Kalau di darat, saya justru heran jika ada pengemudi yang memahami teknik mengerem dengan benar,” ungkapnya.