95 Persen Pelanggan Telkomsel Ternyata Pakai Layanan Prabayar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Telkomsel mengungkap, 95 persen pelanggannya ternyata memakai layanan prabayar.

Informasi ini diungkapkan Vice President Sales and Care Strategy Telkomsel, Adhi Putranto, dalam acara media update tentang Pembaruan Produk dan Layanan Telkomsel yang digelar secara virtual, Senin (5/7/2021).

Diketahui, saat ini Telkomsel memiliki lebih dari 169 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Jika 95 persen merupakan pemakai layanan prabayar, artinya jumlah pelanggan prabayar Telkomsel lebih dari 160 juta pelanggan. Sementara sisanya adalah pelanggan pascabayar (Telkomsel Halo).

"Jumlah pelanggan kami itu bisa dibilang lebih dari 95 persen merupakan pelanggan prabayar. Jadi memang pasar Indonesia itu pasar yang sangat besar untuk market prabayar," kata Adhi.

Adhi mengatakan, kemungkinan pelanggan memilih layanan prabayar karena menilai layanan ini lebih mudah dari sisi cara pembayarannya. Untuk itulah menurutnya, Telkomsel Halo sebagai layanan pascabayar terus melakukan terobosan dan mempermudah pembayaran.

"Sebenarnya secara segmentasi dan bisnis jauh lebih bagus pelanggan pascabayar dibandingkan pelanggan prabayar. Dari sisi customer lifetime value maupun sisi benefit-nya, sebenarnya banyak sekali benefit yang bisa didapatkan di pascabayar," tutur Adhi.

Senada dengan Adhi, Vice President Prepaid Customer Jawa dan Bali Nusra Telkomsel, Tuty R. Afriza, mengatakan banyaknya pelanggan Telkomsel yang lebih memilih layanan prabayar lebih didasari oleh kebiasaan atau culture.

Perbedaan di Cara Pembayaran

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam dan Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh mengumumkan logo baru Telkomsel (Foto: Telkomsel).
Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam dan Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh mengumumkan logo baru Telkomsel (Foto: Telkomsel).

Padahal menurut Tuty, perbedaan antara layanan prabayar dan pascabayar hanyalah dari cara pembayaran. Di mana, pada layanan prabayar pembelian dilakukan sebelum menggunakan layanan, sementara pada di pascabayar, pembayaran dilakukan belakangan atau setelah pemakain.

Tuty mengakui, meski saat ini layanan prabayar dan pascabayar tidak memiliki perbedaan signifikan, karakter customer merupakan hal yang sulit untuk diubah, sehingga pelanggan sudah terbiasa dan memilih layanan prabayar.

"Kalau dulu sebelum ada registrasi kartu prabayar, kemudahan prabayar adalah orang bisa membeli (kartu perdana) lalu buang, beli lalu buang, itu tidak ketahuan. Sementara untuk pelanggan pascabayar Telkomsel harus datang ke Grapari saat melakukan perubahan di layanannya," kata Tuty.

Ia mengatakan, dengan pengetatan kebijakan registrasi kartu prabayar, tidak ada perbedaan signifikan antara layanan prabayar dan pascabayar.

"Dari segi value sama, misalnya (pelanggan) Telkomsel Halo membayar Rp 80 ribu mendapat data sebesar 10GB dan telepon 100 menit, malahan value lebih bagus, mendapat unlimited access, tanpa FUP, ke beberapa aplikasi. Namun memang culture-nya pelanggan lebih ke prabayar," ujar Tuty.

Spending Pelanggan Prabayar dan Pascabayar

Meski 95 persen pelanggan Telkomsel menggunakan layanan prabayar, Vice President Brand and Marketing Communications Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan dalam hal pengeluaran, ada cukup banyak pelanggan prabayar yang pengeluarannya setara atau lebih besar dibandingkan pelanggan pascabayar.

"Misalnya pelanggan Telkomsel Halo menghabiskan Rp 500 ribu, ternyata di Telkomsel Prabayar juga sudah banyak yang spending-nya lebih dari Rp 500 ribu. Kembali lagi, ini lebih pada culture atau behavior pelanggan, lebih ke metode pembayaran saja," ucapnya.

Menurut Fahmi, pelanggan di Indonesia ada yang senang membayar sebelum menggunakan layanan dan ada pula yang senang membayar setelah menggunakan layanan.

Sekadar informasi, Telkomsel merupakan perusahaan telekomunikasi pertama yang menghadirkan layanan prabayar di Asia. Layanan prabayar Telkomsel dirilis pertama kali pada tahun 1998 dengan produknya Simpati Nusantara.

Telkomsel sebelumnya memiliki tiga brand untuk layanan prabayar yakni Simpati, Kartu As, dan Loop. Namun pada 18 Juni 2021, Telkomsel menyederhanakan layanan prabayarnya menjadi Telkomsel Prabayar.

Meski begitu, Telkomsel menyebut tidak ada perubahan layanan bagi para pelanggan setelah kehadiran Telkomsel Prabayar. Pelanggan juga tidak perlu mengganti kartu mereka untuk tetap menggunakan layanan.

(Tin/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel