96 Sekolah Jakarta Akan Uji Coba Belajar Tatap Muka Mulai 7 April

Daurina Lestari, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Ibu Kota. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di kantornya Jakarta Pusat, Kamis, 1 April 2021.

"Tatap muka seperti sudah sering kami sampaikan, sekarang kita sedang uji coba pembelajaran campuran online dan offline selama dua bulan ke depan insyaallah kurang lebih ada 96 sekolah dari SD sampai SMA yang akan kita uji coba-kan seluruh wilayah Jakarta," kata Ariza.

Rencananya, lanjut dia, sekolah tatap muka yang akan dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta akan dimulai tanggal 7 April 2021 ini.

"Sedang kita asesmen, verifikasi nanti kalau memang hasilnya baik baru nanti kita akan (sekolah tatap muka). Nanti tentu dibatasi jam kantor, jam kerja sekolahnya, harinya, kapasitas dibatasi, semuanya sesuai dengan protokol kesehatan," ungkapnya.

Maka, ia berharap semoga uji coba sekolah tatap muka ini berhasil, dan nantinya akan dikaji lebih lanjut oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

"Nanti kita akan pertimbangkan apakah di tahun ajaran dimungkinkan tatap muka secara langsung atau secara campuran seperti yang diujicobakan, atau cara lain," katanya.

Pemerintah Pusat menargetkan pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021. Belajar tatap muka terbatas bakal dimulai setelah guru dan tenaga pendidikan disuntik vaksin Corona (COVID-19). Pemerintah pun telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang memberlakukan sekolah tatap muka di berbagai daerah di Indonesia mulai Juli 2021.

"Iya itu kan harapan kita bersama, namun demikian, kita harus melihat fakta, data dan angka angka yang ada, memang kecenderungan menurun, penularan dan penyebaran COVID, kematian menurun, kesembuhan meningkatkan, vaksinasi meningkat," ujar Ariza.

Namun demikian, Ariza menyatakan akan lebih teliti dan cermat, dalam memutuskan kebijakan sekolah tatap muka setelah mendengar pendapat epidemiologi, Forkopimda, Satgas Pusat semua pihak termasuk saran masyarakat.

Baca juga: Utusan PBB Peringatkan Potensi Perang Saudara di Myanmar