97 Persen Pelanggan PLN yang Terdampak Banjir Tangerang, Sudah Dialiri Listrik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tangerang - Banjir masih melanda sebagian pemukiman dan perindustrian di Tangerang. Namun, PLN IUD Banten mengaku sudah memulihkan 97 persen aliran listrik ke pelanggannya yang terkena dampak banjir.

Senior Manager Distribusi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten, Muhammad Joharifin, mengungkapkan, PLN UID Banten telah mempersiapkan 7 posko penanganan recovery listrik. PLN, kata dia, menyiagakan 529 personel dan 4 perahu karet yang disebar di wilayah Tangerang dan sekitarnya yang terdampak banjir.

"Sampai dengan Minggu (21/2/2021) sore pukul 16.00 WIB, PLN berhasil menyalakan 97 persen gardu distribusi dan juga 97 persen pelanggan yang terdampak banjir," tutur Joharifin, Tangerang, Minggu (21/2/2021).

Menurut dia, hingga hari ini, sebanyak 309 dari 318 unit gardu distribusi yang terdampak banjir sudah dipulihkan kembali. Juga sebanyak 72.521 pelanggan yang terdampak banjir sudah dinyalakan.

Sisa pelanggan yang masih padam akan secara bertahap dinormalkan melihat kondisi di lokasi banjir. Jika semua jaringan listrik, baik di sisi warga maupun PLN sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik maka siap untuk dinyalakan.

"Keamanan dan keselamatan selalu menjadi prioritas utama PLN, sehingga kami memohon pengertiannya untuk para pelanggan PLN bahwa kami sementara harus memadamkan listrik di wilayah yang turut terdampak banjir demi keselamatan pelanggan. Petugas akan terus bersiaga dalam memonitor banjir, setelah surut dan dipastikan aman baru listrik akan dinyalakan," tutur Joharifin.

Wilayah yang Belum Teraliri Listrik

Wilayah di Tangerang yang belum menyala di antaranya Kawasan Industri Jatake, Perum Regency dan sekitarnya, Perumahan Golden City Residence dan sekitarnya, Perum Total Persada, Duta Alamanda dan Pinang Griya.

PLN terus memantau perkembangan situasi di lokasi-lokasi yang terdampak maupun berpotensi banjir untuk secara sigap mengambil langkah. PLN juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk hal tersebut.

"Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui Contact Center 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile," tutup Joharifin.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: