AAJI: Investasi asuransi jiwa capai Rp536,67 triliun di semester I

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total investasi asuransi jiwa pada semester I-2022 mencapai Rp536,67 triliun atau naik 3,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp517,03 triliun pada semester I-2021.

"Total investasi tersebut setara dengan 86,9 persen dari aset industri asuransi jiwa," ungkap Ketua Bidang 6 AAJI Shadiq Akasya dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Semester I-2022 di Jakarta, Selasa.

Ia menyebutkan total aset industri asuransi jiwa pada paruh pertama tahun ini tercatat sebesar Rp617,84 triliun, naik 5,6 persen (yoy) dari Rp585,21 triliun.

Adapun investasi industri asuransi jiwa ditempatkan pada beragam instrumen, salah satunya Surat Berharga Negara (SBN), yakni sebesar 22,8 persen atau setara Rp122,46 triliun, naik 27,9 persen (yoy) dari Rp95,71 triliun.

Kemudian, di deposito tercatat Rp45,77 triliun atau naik 29,9 persen (yoy) dari Rp35,25 triliun, sehingga kontribusinya adalah sebesar 8,5 persen.

Shadiq melanjutkan dana investasi asuransi jiwa yang ditempatkan melalui penyertaan langsung mencapai Rp21,69 triliun atau naik 103,6 persen (yoy) dari Rp10,65 triliun, sehingga kontribusinya adalah sebanyak empat persen.

Untuk investasi jangka panjang pada instrumen sahan, reksadana, dan sukuk korporasi masing-masing ditempatkan dana Rp144,88 triliun, Rp143,92 triliun, dan Rp40,2 triliun. Dengan demikian total keseluruhannya adalah senilai Rp329 triliun.

"Penempatan ini juga sebagai kontribusi industri asuransi jiwa dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan pasar modal," ucap dia.

Kemudian, sambung dia, investasi asuransi jiwa berupa bangunan dan tanah tercatat sebesar 2,3 persen atau Rp12,42 triliun, turun 19,3 persen dari Rp15,4 triliun.

Begitu pula dengan investasi lainnya yang turun 36 persen dari Rp8,33 triliun menjadi Rp5,33 triliun, sehingga kontribusinya hanya satu persen terhadap total investasi.


Baca juga: Taspen Life catatkan pertumbuhan laba 60,61 persen semester I-2022
Baca juga: AAJI: Kenaikan harga BBM berpotensi beri dampak industri asuransi jiwa
Baca juga: OJK tunggu rencana penyehatan keuangan AJB Bumiputera