Aaron Ramsdale Sulit Cerna Kekalahan Arsenal dari Manchester City

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Arsenal harus mengakui kekalahan 1-2 dari Manchester City pada lanjutan Liga Inggris, Sabtu (1/1/2022) malam WIB. Kontroversi mengiringi kekalahan di Emirates Stadium tersebut.

"Kekalahan ini sulit dicerna. Kami bermain dan bertahan baik dengan 10 orang. Benar-benar kekacauan yang merugikan, bola jatuh ke mereka dan kami kemasukan," ujar kiper Arsenal, Aaron Ramsdale.

Arsenal unggul lebih dahulu lewat gol Bukayo Saka (31'). Keunggulan itu bertahan hingga turun minum.

Gawang Meriam London pun bobol di menit 57 lewat titik penalti. Riyad Mahrez yang ditunjuk menjadi algojo sukses menuntaskannya.

Jelang laga usai, Man City menambah gol setelah kemelut terjadi di depan gawang Arsenal. Rodri melesakkan bola yang gagal ditahan Ramsdale.

"Kami kecewa tetapi kami telah mengerti hal itu dan menatap ke depan. Sebab, itulah sepak bola dan kami punya leg pertama semifinal, Kamis depan," kata Ramsdale.

Soal Penalti Arsenal

Manchester City membuka peluang pertama di menit ke-4. Umpan Kevin De Bruyne gagal dimaksimalkan oleh Gabriel Jesus lewat sundulannya yang masih melebar dari gawang Arsenal yang dikawal Aaron Ramsdale. (AP/Matt Dunham)
Manchester City membuka peluang pertama di menit ke-4. Umpan Kevin De Bruyne gagal dimaksimalkan oleh Gabriel Jesus lewat sundulannya yang masih melebar dari gawang Arsenal yang dikawal Aaron Ramsdale. (AP/Matt Dunham)

Lebih lanjut, Ramsdale juga menyoroti kegagalan timnya mendapat penalti. Menurutnya, wasit seharusnya mengecek VAR Lebih dahulu sebelum membuat keputusan.

Insiden penalti yang dimaksud adalah ketika Martin Odegaard teratuh di kotak penalti Man City. Lewat tayangan ulang, kiper Man City, Ederson Moraes terlihat menekel pemain asal Norwegia tersebut.

Namun wasit tidak memberikan Arsenal penalti. Padahal wasit mengecek VAR ketika ada pelanggaran di kotak penalti Arsenal yang membuat Man City mendapat penalti.

"Saya kira (penalti Man City, red) halus. Hakim garis mengatakan itu bukan penalti, tetapi kemudian mereka mengecek VAR. Saya lebih terganggu dengan fakta mereka tidak melakukannya di babak pertama terhadap kami," ujarnya.

Peringkat

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel