Abaikan Aksi Beli Investor Asing, IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada penutupan sesi pertama perdagangan saham, Selasa (4/5/2021). Akan tetapi, investor asing melakukan aksi beli saham di pasar reguler.

Pada penutupan sesi pertama perdagangan saham, IHSG melemah 0,32 persen atau 19,26 poin ke posisi 5.933,30. Indeks saham LQ45 susut 0,26 persen ke posisi 882,06. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG bergerak di kisaran 5.932-5.974. Sebanyak 257 saham melemah sehingga menekan IHSG. 197 saham menguat dan 168 saham diam di tempat.

Pada sesi pertama, total frekuensi perdagangan saham sebanyak 592.438 kali dengan volume perdagangan 10,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,6 triliun. Investor asing beli saham Rp 27,66 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 14.426.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat. Sektor saham industri dasar naik 0,79 persen dan pimpin penguatan. Diikuti sektor saham aneka industri menanjak 0,77 persen, dan sektor saham pertanian naik 0,61 persen.

Sementara itu, sektor saham keuangan melemah 0,99 persen, dan memimpin koreksi. Diikuti sektor saham perdagangan tergelincir 0,63 persen dan sektor saham konstruksi susut 0,41 persen.

Top Gainers dan Losers

Pergerakan saham pada layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/7/2020). IHSG pada perdagangan di BEI turun tajam karena pengumuman Gubernur DKI Anies Baswedan terkait dengan rencana penerapan PSBB secara ketat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pergerakan saham pada layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/7/2020). IHSG pada perdagangan di BEI turun tajam karena pengumuman Gubernur DKI Anies Baswedan terkait dengan rencana penerapan PSBB secara ketat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham INTD naik 34,75 persen

-Saham AGRS naik 24,41 persen

-Saham SAPX naik 19,05 persen

-Saham DNAR naik 17,95 persen

-Saham PRDA naik 15,40 persen

Saham-saham yang masuk top losers:

-Saham TEBE turun 6,96 persen

-Saham SUPR turun 6,96 persen

-Saham JSPT turun 6,94 persen

-Saham BEBS turun 6,81 persen

-Saham APEX turun 6,81 persen

Aksi Investor Asing

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham TLKM senilai Rp 33,8 miliar

-Saham DMMX senilai Rp 23,9 miliar

-Saham TBIG senilai Rp 16,2 miliar

-Saham BRPT senilai Rp 7,1 miliar

-Saham ASII senilai Rp 4,7 miliar

Saham-saham yang dilepas investor asing antara lain:

-Saham INTP senilai Rp 13,4 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 8,1 miliar

-Saham BBTN senilai Rp 7,7 miliar

-Saham UNVR senilai Rp 7,5 miliar

-Saham BSDE senilai Rp 4,8 miliar

Bursa saham Asia kompak tertekan. Sementara itu, indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,25 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi susut 0,16 persen, indeks saham Singapura tergelincir 0,18 persen dan indeks saham Taiwan susut 2,13 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini