Abdul Malik, Tukang Pijat Naik Haji Bantu Jemaah Pegal Linu Terapi Geno

Merdeka.com - Merdeka.com - Ibadah haji bukan sekadar ibadah rohani. Jemaah haji membutuhkan fisik yang sehat dan kuat untuk melaksanakan serangkaian ibadah selama lebih kurang 44 hari. Mulai dari Madinah, Makkah hingga puncak haji di Armuzna atau Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Secara geografis, Indonesia dan Arab Saudi memiliki banyak perbedaan. Hal tersebut tentu berpengaruh pada fisik jemaah haji. Kesehatan sering kali menurun seiring aktivitas di luar ruangan yang semakin meningkat.

Jemaah yang menginap di Hotel Sofwat Albayt, Makkah sedikit lega. Keberadaan Abdul Malik (42) benar-benar menjadi 'obat' kala tubuh mulai terasa pegal dan linu. Berbekal keahlian dimiliknya, Abdul memberikan pelayanan pijat terapi pada sesama jemaah yang membutuhkan.

"Sehari-hari saya bekerja sebagai tukang terapi pijat di rumah," kata pria asal Bojonegoro itu saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) Dakker Makkah, pada Kamis (16/6).

Abdul adalah salah satu jemaah haji asal embarkasi Surabaya. Dia berangkat haji bersama istrinya, Umi Taslimah (42).

Sejak tiba di Madinah, tak jarang sesama jemaah meminta bantuannya. Berharap, terapi geno yang dilakukan Abdul membuat tubuh mereka kembali prima untuk melanjutkan ibadah.

Macam-macam keluhan kesehatan coba ditangani. Hanya berbekal jemarinya, Abdul mencari titik sakit pada tubuh jemaah. Total 15 jemaah sudah merasakan sensasi pijat terapi ala Abdul Malik.

"Keluhannya macam-macam, pinggang, kaki lemah kalau jalan jauh, leher kaku, lambung, pusing hingga tulang keropos di bagian lutut," katanya.

Karena niatnya sejak awal membantu, Abdul tidak memungut bayaran alias gratis. Baginya terpenting jemaah kembali bugar.

"Niatnya Lillahita'ala. Saya empati pada jemaah yang sudah datang dari jauh ke Arab, tapi di sini mengalami kesulitan jalan, merasa sakit. Saya bantu biar bugar dan dapat menjalankan ibadah dengan baik," ucapnya tersenyum.

Berkah Pijat Terapi Bisa Naik Haji

Usaha pijat terapi sudah lama digeluti Abdul Malik. Dia memiliki metode tersendiri dalam menangani pasiennya. Yakni, menotok di bagian atau titik tubuh yang terasa sakit hanya dengan menggunakan jari.

Tarifnya kisaran Rp100.000 - Rp200.000 per sekali kedatangan. Uang didapat disisihkan untuk ditabung agar bisa berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima yakni berhaji.

"Ditabung antara Rp50.000 sampai Rp100.000 per hari. Kemudian kita daftar haji tahun 2011, lalu melunasi tahun 2020," kenang Abdul.

Abdul dan istri kini sudah berada di Makkah. Di sela waktu ibadahnya, Abdul masih menyempatkan diri melayani jemaah yang membutuhkan bantuannya, tanpa dipungut biaya.

Abdul yakin, keikhlasannya membantu sesama jemaah akan berbuah keberkahan dari Allah SWT. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel