Abdul Rahmad Mawin Aktivis HAM Ternama Ditembak Mati di Afghanistan, Ulah Taliban?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Islamabad - Abdul Rahmad Mawin, seorang aktivis masyarakat sipil terkemuka ditembak mati di Provinsi Nangarhar timur Afghanistan yang bergolak dan berbatasan dengan Pakistan pada Selasa 12 Oktober 2021. Insiden itu terjadi di tengah pembunuhan yang ditargetkan.

Saksi mata mengatakan kepada Anadolu Agency yang dikutip Rabu (13/10/2021) bahwa insiden itu terjadi pada jam sibuk Selasa pagi di ibu kota provinsi, Kota Jalalabad. Shad Noor, saudara dari almarhum aktivis Abdul Rahmad Mawin, juga membenarkan kejadian tersebut.

Menurut Radio Killid, Mawin sedang mengendarai mobilnya ketika para penyerang yang mengendarai becak otomatis menembaki dia lalu melarikan diri dari 4th district di kota tersebut.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan aktivis di Afghanistan tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pembunuhan Kian Merajalela di Bawah Pemerintahan Taliban

Dengan naiknya kekuasaan Taliban di Afghanistan, pembunuhan massal belum berhenti di negara yang dilanda perang itu.

Taliban pekan lalu mengklaim membongkar tempat persembunyian Daesh/ISIS di ibu kota Kabul, yang disalahkan atas banyak serangan semacam itu.

Tetapi beberapa hari setelah itu kelompok tersebut mengklaim mengatur pembunuhan yang ditargetkan di provinsi Nangarhar dan Parwan serta bom bunuh diri besar-besaran di sebuah masjid komunitas Syiah di Provinsi Kunduz utara, menewaskan lebih dari 50 orang.

Sebelum itu, setidaknya delapan orang tewas dalam serangan bunuh diri yang diklaim ISIS di sebuah masjid di Kabul di mana orang-orang berkumpul untuk upacara peringatan mendiang ibu Zabihullah Mujahid, penjabat wakil menteri informasi dalam pemerintahan sementara Taliban.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel