ABG Nyolong Ayam, Ketahuan Polisi saat Ayamnya Berkokok

Siti Ruqoyah, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tim Jaguar Polres Metro Depok berhasil meringkus sejumlah anak baru gede atau ABG yang kedapatan mencuri dua ekor ayam. Polisi menduga, pelaku nekat melakukan aksinya demi membeli minuman keras (Miras).

Data yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu bermula ketika Tim Jaguar sedang melakukan patroli di wilayah Kecamatan Pancoran Mas, mencurigai empat ABG yang berboncengan menggunakan satu motor pada Rabu dini hari, 3 Februari 2021.

“Jadi Jam 3 pagi saat gerimis kami mendapati ada motor boncengan empat orang. Biasa lah mencurigakan, jadi kita berhentikan. Saat diberhentikan tiba-tiba di balik bajunya terdengar suara ayam,” kata Kapal Tim Jaguar Polres Metro Depok, Iptu Winam Agus.

Merasa ada yang janggal, petugas kemudian mengintrogasi mereka. Awalnya, sejumlah remaja itu mengaku ingin menjual ayam di Pasar Parung.

“Terus saya tanya ayam darimana, pertama ngakunya ayam ayahnya. Saya tanya lagi karena curiga, akhirnya dia ngaku ternyata itu ayam orang (curian) yang rumahnya tidak jauh dari rumah mereka, masih satu RT,” kata Winam.

Petugas mendapati ada dua ekor ayam yang disembunyikan dari balik kaos pelaku. Jenisnya ayam kampung.

“Begitu saya bawa ke rumah korban yang punya ayam, ternyata dia ini punya warung dan sering kehilangan barang, seperti gas 3 kg, terus yang lain-lainnya, nah ini mengarah ke anak-anak yang kami amankan ini,” jelas Winam.

Polisi meyakini, para pelaku berada dalam pengaruh minuman beralkohol “Jadi sebelum beraksi mereka ini ternyata sempat pesan miras (minuman keras).”

Dari hasil pemeriksaan diketahui, uang hasil pencurian itu akan digunakan untuk foya-foya.

“Anak-anak ini sudah pada menyimpang, sudah pada minum alkohol meski masih kelas 2 SMP. Terus hobinya main game di warnet. Jadi begitu saya telusuri ternyata mereka sudah dua kali nyolong ayam, kemudian ngambil uang orang tuanya, pernah juga keabisan bensin terus nyolong bensin eceran,” ucap Winam.

Oleh petugas, ke empat ABG yang diketahui berinisial ZA, AR, RE, dan AH itu akhirnya diserahkan ke orangtua masing-masing.

“Kami serahkan pada pengurus RT, karena kasusnya pun masih satu lingkungan dengan tinggal mereka. Jadi pengurus RT, orangtua dan korban yang menyeselaikan masalah ini,” kata Winam.

“Kami menjaga agar anak-anak ini jangan sampai jadi sasaran kemarahan, namun wajib dibina agar tidak mengulangi perbuatannya,” timpalnya lagi