ABK Indonesia Ikut Ditahan di Kapal Tanker Korsel yang Disita Iran, KBRI Iran Kirim Nota Diplomatik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan pada Selasa (5/1) bahwa pihaknya berencana untuk mengirim delegasi pejabat ke Iran untuk pembicaraan tentang pengamanan pembebasan awal kapal dan awaknya. Awaknya termasuk pelaut dari Indonesia, Myanmar, Korea Selatan dan Vietnam, menurut Pengawal Revolusi Iran.

Mengutip AP, Rabu (6/1/2021), Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan akan mengirim unit anti-pembajakannya ke dekat Selat Hormuz - kapal perusak kelas 4.400 ton dengan sekitar 300 tentara.

Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan bahwa pihaknya memandang penyitaan kapal oleh Iran "sangat parah".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Choi Young-sam mengatakan para pejabat Iran telah meyakinkan Korea Selatan bahwa awak kapal semuanya aman. Dia mengatakan seorang diplomat Korea Selatan yang berbasis di Iran telah dikirim ke lokasi kapal yang ditahan.

Departemen Luar Negeri AS bergabung dengan Korea Selatan dalam menyerukan pembebasan segera kapal tanker itu, menuduh Iran mengancam "hak navigasi dan kebebasan" di Teluk Persia untuk "memeras komunitas internasional agar mengurangi tekanan sanksi."

Hal ini terkait serangan militer pada hari Senin di MT Hankuk Chemi yang bertentangan dengan penjelasan Iran bahwa mereka menghentikan kapal tersebut karena mencemari perairan Teluk Persia dan Selat Hormuz.

KBRI Iran Kirim Nota Diplomatik

Pos aju di Iran yang dibuka oleh KBRI Tehran. (Twitter/ @kbri_tehran)
Pos aju di Iran yang dibuka oleh KBRI Tehran. (Twitter/ @kbri_tehran)

Mengutip VOA Indonesia, Kementerian Luar Negeri telah mengirim nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Iran terkait keberadaan dua warga negara Indonesia yang menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal tanker berbendera Korea Selatan yang disita Iran di perairan Teluk Persia.

“Sejak diperoleh informasi atas peristiwa tersebut, Ibu Menlu sudah menginstruksikan Dubes RI di Iran untuk membangun komunikasi dengan pihak-pihak terkait,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah saat dihubungi melalui telepon Selasa malam (5/1) kepada VOA Indonesia.

Ditambahkannya, “... sore tadi diperoleh informasi bahwa kedua ABK Indonesia dalam kondisi baik.”

Lebih jauh Faizasyah mengatakan pihak KBRI di Iran telah mengirim nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Iran untuk memastikan kondisi dua warga negara Indonesia yang menjadi ABK di kapal tanker Korea Selatan itu.

“Perwakilan Kemlu Iran yang menemui ABK Indonesia di kapal tersebut mengatakan mereka dalam kondisi baik dan sedang diupayakan agar bisa berkomunikasi dengan pejabat KBRI.”

Belum ada kepastian kapan komunikasi itu akan dilakukan dan rincian identitas kedua WNI tersebut.