Abraham Samad Ketua KPK 2011-2015: Masa Depan KPK di Tangan Anak Kolong

INILAH.COM, Jakarta - Komisi Hukum DPR RI akhirnya memutuskan Abraham Samad sebagai Ketua KPK periode 2011-2015. Munculnya nama Abraham sebagai Ketua KPK mengejutkan banyak pihak.

Selain hanya mendapat rangking kelima versi Panitia Seleksi KPK, namanya tak populer bila disandingkan dengan nama-nama lainnya. Kemana arah KPK dalam kendali Abraham?

Samad, ayah Abraham jelas bangga cita-citanya menamakan putranya dengan nama Abraham yang terinspirasi dari mantan Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln. Harapan itu terbayar dengan terpilihnya ayah dua anak ini sebagai Ketua KPK.

Advokat kondang di Kota Makassar ini meraih dukungan suara mayoritas di parlemen dengan memperoleh 43 suara mengalahkan rivalnya yakni Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 3 suara, dan Adnan Pandu Pradja 1 suara.

Figur segar, anak muda, serta tidak terkontaminasi memang melekat pada anak tentara ini. Makanya saat uji kelayakan dan kepatutan Senin (28/11/2011) pekan lalu, secara tegas dia berjanji akan mundur dari KPK jika dalam rentang waktu setahun tidak menorehkan prestasi dalam pemberantasan korupsi. "Satu tahun kalau tidak bisa berbuat apa-apa, saya akan mundur dengan sendirinya," ujarnya.

Saat uji kelayakan dan kepatutan tersebut, Abraham juga kerap melakukan 'entertain' kepada Komisi Hukum DPR. Beberapa pertanyaan 'kunci' dari DPR dijawab dengan jawaban yang menyenangkan DPR.

Seperti pertanyaan soal fenomena pimpinan KPK yang kerap muncul di media dengan pernyataan kontroversi, Abraham menegaskan perilaku pimpinan seperti Busyro Muqoddas tak ubahnya pemain sinetron. "Pimpinan KPK tidak boleh tampil di televisi, harus diam. Itu bukan pimpinan tapi pemain sinetron," katanya.

Terkait dengan penyidik independen di luar polisi dan jaksa, Abraham juga setuju dengan gagasan tersebut. Dia menyebutkan penyidik di luar polisi dan jaksa bukan untuk mengeliminir penyidik dari dua institusi tersebut. "Agar KPK lebih kuat dengan hadirnya penyidik-penyidik di luar kepolisian dan kejaksaan," jelasnya.

Terkait perangkingan capim KPK yang dilakukan Pansel KPK, lagi-lagi Abraham sepakat dengan penilaian Komisi Hukum DPR yang menilai perangkingan capim KPK merupakan penghinaan yang ditujukan salah satunya kepada dirinya. "Saya sangat tersinggung. Ini penghinaan yang luar biasa. Saya berasal dari daerah makanya saya di urutan 5," keluh Abraham.

Jawaban Abraham yang cenderung sependapat dengan Komisi Hukum DPR bisa jadi merupakan penyumbang penting terpilihnya dia sebagai Ketua KPK. Ketua Komisi Hukum DPR Benny K Harman berharap Abraham dan kawan-kawan dapat menyelesaikan berbagai kasus korupsi yang menjadi sorotan publik. "Harapannya bisa menyelesaikan kasus-kasus korupsi," katanya seusai pemilihan Ketua KPK di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (2/12/2011).

Benny tak menyoal dengan asal Abraham yang berasal dari daerah. Menurut dia, sistem kepemimpinan KPK yang kolektif dan kolegial tak akan menjadi kendala bagi Abraham Samad. Anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi PPP Ahmad Yani menyebutkan pilihan diberikan kepada Abraham Samad sebagai upaya memberi kesempatan bagi kepemimpinan anak muda.

Anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan resistensi Abraham yang kecil di hadapan penyidik di KPK menjadi salah satu alasan sebagian besar anggota Komisi Hukum memilih Abraham. "Karena resistensi sedikit, komunikasi dengan penyidik akan lebih bagus. Sedangkan Bambang Widjojanto terlau keras, dikhawatirkan menimbulkan resistensi di interal," beber Eva. [mdr]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.