ABT Travel teken kontrak hotel baru di Makkah dan Madinah

·Bacaan 2 menit

Perusahaan travel dan layanan dukungan haji maupun umrah, Arsy Buana Travelindo (ABT Travel) meneken kontrak hotel baru di Makkah dan Madinah, sejalan dengan pembukaan ibadah umrah untuk jemaah asal Indonesia pada Januari 2022.

Alhamdulillah kami sudah meneken kontrak dengan beberapa hotel di Makkah dan Madinah. Insya Allah hotel-hotel tersebut dapat segera digunakan untuk jemaah umrah 1443 hijriah ini,” ujar Direktur Utama ABT Travel Saipul dalam siaran pers, dikutip Kamis.

Sebagai penggagas program Join Umrah Community (JUC), ABT Travel bersama Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) juga sepakat menggunakan Hotel Fajr Bade 2 yang dikelola ABT Travel untuk paket ekonomis pada perjalanan ibadah tersebut.

​​​​Baca juga: Ini tempat liburan yang mewajibkan bukti vaksin "booster"

Ia berpendapat, penandatanganan kontrak hotel oleh ABT Travel menjadi angin segar bagi para penyelenggara perjalanan dan calon jemaah di Indonesia.

“Kami terus melakukan persiapan, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah. Kami berkomitmen untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan jemaah selama umrah. Salah satunya dengan menyediakan akomodasi hotel yang representatif,” jelas dia.

Saat ini, ABT Travel mengelola beberapa hotel di Makkah dan Madinah, antara lain Le Meridien, Elaf Mashaer, Fajr Badee, Mawadah Sofwa, dan Sham Province, dengan total kamar mencapai 889 per bulan. Di bisnis tiket, ABT Travel menjalin kerja sama dengan Citilink dan Etihad.

Adapun mitra dari sektor PIHK dan PPIU antara lain Madinah Iman Wisata, Sarana Umrah Haji, Satriani, Bastour, El Amien Tours, Forum Travel Partner Indonesia, Al Razafa Group, serta Paksi Tours dan Travel.

Sebelumnya, pada 30 Desember 2021, sebanyak 53 jemaah umrah yang merupakan para pimpinan penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan haji khusus (PPIU/PIHK) yang tergabung dalam Amphuri, telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Kelompok itu menjadi rombongan perdana yang diberangkatkan dari Indonesia. Selain umrah, rombongan itu bertugas menguji sistem perjalanan umrah di masa kenormalan baru.

Pada umrah perdana yang berlangsung selama 13 hari, para jemaah menggunakan pesawat SV Saudia. Setelah tiba di Jeddah, jemaah dikarantina empat malam lima hari di hotel. Setelah karantina selesai, jemaah dapat melanjutkan perjalanan ke Madinah selama tiga malam di hotel Nokhba Royal Inn dan di Makkah selama 4 malam di hotel Marwa Rotana.

Baca juga: Jepang perpanjang larangan masuk bagi WNA hingga Februari

Baca juga: Ulang tahun, Qatar Airways turunkan harga kelas premium dan ekonomi

Baca juga: Italia terapkan aturan lebih ketat di tempat umum, wajib bukti vaksin

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel