Abu Bakar Ba'asyir Lambaikan Tangan saat tiba di Pesantren Ngruki

Mohammad Arief Hidayat, Fajar Sodiq (Solo)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Abu Bakar Ba'asyir tiba di rumahnya di kompleks Pondok Pesantren Islam Al Mukmin, Ngruki, Cemani, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Jumat, 8 Januari 2021. Ia dibolehkan pulang setelah bebas dari LP Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Iring-iringan mobil yang membawa Ba'asyir masuk ke kompleks Pesantren Islam Al Mukmin melalui pintu masuk sebelah utara. Selain didampingi putranya, Abdul Rochim Ba'asyir, dalam rombongan itu juga tampak salah satu anggota pengacara Tim Pembela Muslim, Acmad Michdan.

Setiba di kompleks Pesantren, Ba'asyir turun dari mobil dan menuju rumahnya. Setelah itu, ia pun keluar lagi untuk salat di masjid.

Baca: Respons Mengejutkan Australia tentang Bebasnya Abubakar Baasyir

Namun, sebelum melaksanakan salat, Ba'asyir yang duduk di atas kursi roda terlebih dahulu melambaikan tangan kepada wartawan yang berdiri di luar pintu gerbang sebelah utara.

Abdul Rochim Ba'asyir menjelaskan, setelah pulang ke Ngruki, ayahnya akan mengisi waktu dengan keluarga terlebih dahulu. Sedangkan untuk agenda bertemu dengan sejumlah tokoh, ia menyebutkan belum ada agenda.

"Agenda selanjutnya setelah pulang, Ustaz Abu, intinya, istirahat di rumah. Kan yang paling dikangeni istrinya," katanya.

Mengenai kondisi kesehatan Ba'asyir, menurut Rochim, sangat sehat. Bahkan, sebelum meninggalkan LP Gunung Sindur sempat menjalani rapid test antigen dan hasilnya negatif.

"Saat ini alhamdulillah kondisi fisiknya baik. Kita tidak tahu setelah ini bagaimana karena biasanya, setelah perjalanan jauh, ada efek capek. Mudah-mudahan tidak ada apa-apa," ujarnya.

Penjara 15 tahun

Abu Bakar Baasyir resmi bebas pada Jumat, 8 Januari 2021, setelah menjalani hukuman penjara selama 15 tahun dikurangi remisi 55 bulan sebagai terpidana kasus terorisme. Dia meninggalkan Lapas Gunung Sindur di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, usai salat subuh sekitar pukul 05.21 WIB.

Baasyir tampak mengenakan pakaian serba putih, kaca mata, dan masker dalam minibus putih jenis Hyundai bernomor polisi AD 1138 WA. Dalam iring-iringan kendaraan yang didahului dengan mobil ambulans, kendaraan yang ditumpangi oleh Baasyir berada di urutan dua dari lima kendaraan.

Sebelum rombongan keluar dari Lapas Gunung Sindur, beberapa kendaraan, yang salah satunya merupakan keluarga dari Abu Bakar Baasyir, masuk satu per satu ke area lapas tengah malam.

Putra Baasyir, Abdul Rahim Baasyir, mengatakan bahwa keluarga sengaja tidak menyiapkan penyambutan secara khusus ketika ayahnya tiba di kediamannya di Ngruki. (ase)