Aburizal Bakrie: Pendidikan Harus Membumi

Magelang (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie mengatakan pendidikan harus membumi, yakni tidak saja mencontoh yang ada di luar negeri, tetapi juga memadukan nilai-nilai budaya di dalam negeri.

"Betapa indahnya tari gambyong yang dimainkan anak-anak dan anak-anak TK yang bermain drum band tampak sangat menarik. Mereka menghargai betul tentang budaya, yang satu budaya Jawa dan yang satu budaya masyarakat dunia," katanya di Magelang, Kamis.

Ia mengatakan hal tersebut usai bertatap muka dengan petani salak di lereng Gunung Merapi di Desa Sudimoro, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Temanggung. Pada acara tersebut disuguhkan kesenian tari gambyong dan drum band oleh anak-anak TK.

Pada kesempatan tersebut Aburizal Bakrie juga melakukan panen salak di sebuah kebun milik Sarimin, warga Sudimoro. Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Magelang Sunarno dan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jateng Wisnu Wardono serta sejumlah pengurus DPP Partai Golkar.

"Tadi kami lihat anak-anak menari gambyong, luar biasa indahnya kemudian ada yang bermain drum band. Mereka menghargai betul tentang budaya, yang satu budaya Jawa dan yang satu budaya masyarakat dunia." katanya.

Aburizal mengatakan bangsa ini harus menghargai Hari Pendidikan, bukan saja sekadar memperingati tetapi pendidikan itu sangat penting dan merupakan dasar bagi kesejahteraan.

"Kita semua harus membuat seluruh rakyat Indonesia bisa sekolah tanpa terkecuali, paling sedikit selama 12 tahun, maksudnya hingga lulus tingkat SLTA, oleh karena itu pendidikan harus gratis," katanya.

Saat panen salak, Bakrie mendapat penjelasan dari pemilik kebun bahwa salak di kawasan Srumbung tersebut berkualitas ekspor, antara lain diekspor ke Cina.

Menanggapi hal tersebut, dia mengatakan, kalau semua menanam salak kemudian ekspor maka kesejahteraan mereka akan meningkat. Namun, yang penting saat lagi "booming" jangan lupa untuk menabung.

"Petani jangan menghabiskan semua uangnya. Jangan lupa menabung untuk masa depan," katanya. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.