AC Milan Merana di Laga Perdana Kandang : Masa Jadi Tim Hiburan Liga Champions, Nggak Kan ?

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Fans AC Milan boleh saja berbahagia saat melihat penampilan tim kesayangan mereka di panggung Liga Italia Serie A 2021/2022. Namun, wajah mereka bakal berubah muram jika menengok apa yang terjadi di level Liga Champions musim ini.

Seolah jadi pesakitan. Itulah kata yang bisa saja menjadi sajian sehari-hari Milanisti di seluruh dunia. Kembali ke turnamen antarklub kasta tertinggi di Eropa, AC Milan membawa harapan bagi fansnya.

Sayang, kenyataan tak seindah harapan serta janji. Entah apa yang sedang terjadi di sisi internal, armada Stefano Pioli terlihat gagap. Bukti sudah tersaji usai AC Milan merasakan persaingan yang ganas di panggung Liga Champions.

Dua kekalahan dari dua matchday mengirim sinyal bahaya. Setidaknya, ada yang 'sakit' dari pasukan San Siro ini. Jika tak segera menemukan 'resep dokter' yang tepat, angkat koper lebih awal bakal menjadi hukuman menyakitkan.

Terakhir Kalah

Rafael Leao yang berdiri bebas di ujung kotak penalti langsung menendang dan menjebol gawang Oblak. (AFP/Miguel Medina)
Rafael Leao yang berdiri bebas di ujung kotak penalti langsung menendang dan menjebol gawang Oblak. (AFP/Miguel Medina)

Kekalahan terakhir di Grup B terjadi dua hari silam. Menjamu Atletico Madrid di San Siro, AC Milan takluk 1-2. Hasil akhir tersebut mengulangi apa yang terjadi di markas Liverpool, Stadion Anfield.

Ketika bertemu Atletico Madrid, AC Milan memulai laga dengan baik. Mereka unggul lebih dulu via Rafael Leao pada menit ke-20. Sayang, tuan rumah kehilangan satu kekuatan setelah Franck Kessie mendapat kartu merah pada menit ke-29.

Terlepas dari kartu merah tersebut, bermain 10 orang memberi keterbatasan bagi AC Milan. Sistem permainan yang stabil akhirnya jebol juga pada menit ke-84. Antoine Griezmann menjadi awal malapetaka, dan puncaknya ketika Luis Suarez berhasil mengeksekusi sepakan penalti pada menit ke-7 injury time babak kedua.

Hasil buruk pada dua laga awal Liga Champions membuat posisi AC Milan terancam. Apalagi, mereka bergabung di grup panas. Selain Atletico Madrid, di sana ada Liverpool dan FC Porto. Nama terakhir memang tak diunggulkan, tapi bisa menyakitkan.

Tak Boleh Lengah

Menit ke-62, Atletico mendapat kans lagi via Felix usai mendapat umpan dari Lodi. Ia melewatkan kesempatan pertama karena bola tertinggal di belakangnya. Namun ia masih bisa menendangnya pada keempatan kedua. (AP/Antonio Calanni)
Menit ke-62, Atletico mendapat kans lagi via Felix usai mendapat umpan dari Lodi. Ia melewatkan kesempatan pertama karena bola tertinggal di belakangnya. Namun ia masih bisa menendangnya pada keempatan kedua. (AP/Antonio Calanni)

Artinya, AC Milan tak boleh lengah dalam empat laga ke depan. Titik krusial akan terjadi ketika mereka back to back bersua FC Porto pada Matchday 4 dan 5. Jika gagal menang, fans AC Milan berharap ada keajaiban atau pertolongan tim lain agar I Rossoneri bisa lolos ke fase knock-out.

Saat ini, AC Milan berada di posisi buncit klasemen sementara Grup B. "Ketika Anda kalah dengan model seperti ketika bersua Atletico Madrid, tentu sangat menyakitkan. Sekarang, kami harus berubah, lebih optimistis dan fokus ke pertandingan berikutnya," tegas Ismael Bennacer, gelandang AC Milan.

Ucapan Bennacer memiliki arti simpel. AC Milan bakal jadi peserta hiburan jika mereka tak segera bangkit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel