Aceh Barat dorong putera-puteri korban konflik pintar bahasa asing

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mendorong putera-puteri mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan korban konflik, agar dapat berbahasa asing dengan memanfaatkan keberadaan laboratorium bahasa asing milik pemerintah daerah, sebagai sarana penguatan sumber daya manusia (SDM).

“Pemkab Aceh Barat sangat fokus terhadap peningkatan SDM putra-putri daerah, salah satunya dengan menyediakan fasilitas pusat Bahasa Internasional Teuku Umar, yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh masyarakat termasuk anak dan keluarga para mantan kombatan GAM,” kata Sekretaris Daerah Aceh Barat, Marhaban di Meulaboh, Senin.

Hal ini ia seusai melantik kepengurusan Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabuaten Aceh Barat.

Baca juga: Pemkab Aceh Barat serahkan 612 Ha tanah untuk mantan kombatan GAM

Baca juga: Polisi melimpahkan perkara penembakan mantan kombatan GAM ke jaksa

Marhaban mengatakan penyediaan les bahasa asing secara gratis tersebut, salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan masyarakat, agar dapat berbahasa asing di tengah era globalisasi saat ini.

Sehingga nantinya seluruh generasi muda di Aceh Barat, dapat memiliki modal berharga untuk dapat mengembangkan potensi diri.

Selain itu, kata Marhaban, Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) merupakan wadah berkumpulnya anak-anak dan keluarga para syuhada Aceh yang telah berjuang dalam masa konflik Aceh.

Dengan kehadiran organisasi ini, kata dia, diharapkan bisa menjadi salah satu media bagi seluruh anak dan keluarga mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dalam memperjuangkan hak-haknya memperoleh kesejahteraan sesuai yang tertuang di dalam butir MoU Helsinki yang telah disepakati bersama pada tanggal 15 Agustus 2005 silam.

Menurutnya, di era demokrasi saat ini, keberadaan JASA memiliki fungsi yang cukup strategis, yakni sebagai pionir perubahan dalam membawa transformasi sosial-politik dan ekonomi ke arah yang lebih baik khususnya di Kabupaten Aceh Barat dan di Aceh secara keseluruhan.

Untuk itu, sebagai organisasi yang menaungi generasi muda, JASA harus mampu membawa harapan dan cita-cita organisasi untuk mencapai tujuan bersama, serta menjadi aset utama dalam memberdayakan dan meningkatkan SDM anak korban konflik, menjadi manusia unggul dan berdaya secara ekonomi dalam bingkai perdamaian di Aceh.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) JASA Kabupaten Aceh Barat, Ahmad Yani menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada semua pihak sehingga kepengurusan JASA Kabupaten Aceh Barat secara resmi telah dikukuhkan.

Ia mengatakan selain sebagai wadah bagi anak dan keluarga korban konflik Aceh, JASA juga memiliki tujuan untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita para syuhada Aceh dulu, yakni dengan mengawal implementasi dari setiap butir MoU Helsinki yang telah disepakati bersama antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), ujarnya.*

Baca juga: Anggota Komisi III DPR minta kasus korupsi SPPD fiktif diusut tuntas

Baca juga: Muzani-Tito bertemu bicarakan 3.000 eks-kombatan GAM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel