Aceh intensifkan kampanye gemar makan ikan untuk pencegahan stunting

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Mawardi menggelar kampanye gerakan masyarakat makan ikan (Gemarikan) sebagai upaya mencegah stunting di Tanah Rencong.

"Asupan protein hewani sangat penting sebagai salah satu upaya mencegah stunting, khususnya protein hewani yang terdapat pada ikan," kata Kabid Perikanan Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Aceh Abdus Syakur, di Banda Aceh, Minggu.

DKP Aceh bersama mitra kerja DPR Aceh hari ini melakukan sosialisasi Gemarikan kepada masyarakat di Gampong (desa) Sijuek Teungoh Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara.

Syakur menyampaikan, mencegah stunting dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi yang kaya protein hewani. Dalam hal ini ikan merupakan produk yang aman dikonsumsi karena bisa meningkatkan gizi masyarakat.

"Gemarikan ini perlu secara terus menerus disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga benar-benar terhindar dari stunting," ujarnya.

Baca juga: Wali Kota sebut angka stunting di Banda Aceh turun menjadi 7,4 persen

Baca juga: BKKBN: Jangan anggap remeh masalah stunting

Sementara itu, anggota DPR Aceh Mawardi yang diwakili stafnya Pam Burek menyebut, sosialisasi tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan minat masyarakat mengkonsumsi ikan.

"Ini adalah bentuk kepedulian DPRA dalam upaya menurunkan stunting di Kabupaten Aceh Utara, dan Aceh secara umumnya," kata Pam Burek.

Dalam kesempatan sosialisasi Gemarikan ini, DKP Aceh bersama anggota DPRA juga membagikan paket olahan ikan kepada masyarakat baik itu ibu-ibu maupun anak-anak yang sudah disiapkan oleh tim DKP Aceh.

Untuk diketahui, berdasarkan data Kementerian Kesehatan dalam Studi Status Gizi Indonesia (SGGI) yang diumumkan Desember 2021, mencatat angka prevalensi stunting di Aceh turun menjadi 33,2 persen.

Kemudian, berdasarkan riset kesehatan dasar 2018 lalu, prevalensi stunting Aceh berada pada angka 37,9 persen. Data tersebut menunjukkan keberhasilan penurunan sebesar 4,7 persen.

Baca juga: Bupati: Penanganan stunting tertangani dengan baik di Aceh Tengah

Baca juga: USK tekan angka stunting di Sabang melalui pengabdian masyarakat

Baca juga: Dinkes: 411 anak di Kota Sabang-Aceh masih alami stunting