Aceh stok 405 ton beras hingga akhir tahun antisipasi bencana

Dinas Pangan Aceh menyebutkan pemerintah masih memiliki stok cadangan pangan pemerintah (CPP) beras sekitar 405 ton, dalam upaya mengantisipasi krisis pangan di daerahnya akibat bencana alam ataupun gagal panen.

Kepala Bidang Distribusi Pangan Dinas Pangan Aceh Surya Rayendra di Banda Aceh, Senin, mengatakan stok cadang pangan Aceh saat ini hanya terbatas pada komoditi beras, belum pada bahan pokok lain.

“Cadangan beras kita sebanyak 503 ton pada tahun 2022 ini, dan sudah menyalurkan sekitar 98 ton, jadi 405 ton lagi yang tersisa stok beras kita,” kata Surya.

Ia menjelaskan cadangan pangan beras tersebut hanya digunakan untuk membantu masyarakat yang krisis pangan akibat bencana maupun gagal panen.

Baca juga: Bener Meriah siap jadi daerah cadangan logistik strategis

Baca juga: Cegah penumpukan, pemda Aceh diharap gunakan beras cadangan pemerintah

Seperti halnya 98 ton beras tersebut, kata dia, digunakan untuk membantu masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara dan Aceh Timur yang dilanda banjir bandang dan banjir luapan air sungai pada beberapa bulan lalu.

“Cadangan (beras) ini bisa bertahan hingga akhir tahun, karena penyalurannya hanya terbatas ke pasca bencana. Kalau stok cadangan umum itu ada di Bulog,” katanya.

Ia berharap beras cadangan pangan itu dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat pasca bencana, yang hilang mata pencaharian akibat bencana sehingga tidak jatuh ke garis kemiskinan.

“Karena bencana ini, mungkin ada sawah terganggu atau tempat usaha rusak sehingga tidak bisa memperoleh bahan pangan dengan mudah, makanya kita bantu,” katanya.

Seperti akhir Agustus lalu, lanjut Surya, bencana banjir akibat curah hujan dengan intensitas tinggi juga melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan.

Saat ini, pihaknya sedang memverifikasi jumlah kepala keluarga dan jiwa yang akan dibantu dengan cadangan pangan tersebut.

“Baru-baru ini ada bencana di Aceh Selatan, data sudah masuk ke kita, sedang kita verifikasi berapa jiwa dan kepala keluarga yang bisa kita bantu,” katanya.

Di samping itu, kata Surya, pihaknya juga sudah menyusun rancangan qanun atau peraturan daerah agar cadangan pangan tidak hanya menyentuh dampak bencana, tetapi juga aspek lain seperti kemiskinan, daerah rawan pangan, pandemi, sehingga dapat dibantu dengan cadangan pangan itu.

“Dalam rancangan qanun kita sudah memasukkan juga cadangan pangan di Aceh tidak hanya beras, tapi juga bisa cabe, minyak goreng,” katanya.*

Baca juga: NFA-Kementerian BUMN perkuat pemenuhan cadangan pangan nasional

Baca juga: Badan Pangan Nasional: Cadangan pangan jadi kunci hadapi inflasi