ACF 7th minta pemerintah bangun ketahanan digital anak kawasan ASEAN

Forum Anak ASEAN ke-7 (ACF 7th) meminta pemerintah untuk membangun ketahanan digital bagi semua anak di kawasan ASEAN lewat Suara Anak ASEAN.

“Kami menyerukan kepada semua anak, untuk bersuara guna meningkatkan kesadaran akan keamanan digital dan membantu masyarakat yang terpinggirkan untuk memiliki akses terhadap literasi digital,” kata Divisi Media Komunikasi Forum Anak Nasional 7th, Alya Alkautsar Zabiabsyah di Manado, Sulawesi Utara, Minggu.

Pada Puncak Hari Anak Sedunia 2022, Suara Anak ASEAN dibacakan oleh Alya bersama dengan Perwakilan Singapura Zhuang JunYou di Pohon Kasih, Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulawesi.

Baca juga: KPPPA: Kunjungan ke perusahaan digital perluas wawasan delegasi anak

Selain menyerukan kesadaran dan keamanan digital dalam penguatan literasi digital, anak-anak mendorong para orang tua dan wali untuk berkolaborasi dengan guru dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengedukasi anak terkait literasi digital serta mendorong sekolah untuk aktif menerapkan pembelajaran digital dan meningkatkan kapasitas guru.

Mereka mendorong masyarakat untuk membantu penggalangan dana dan mempromosikan kampanye terkait literasi digital dan mendorong pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas internet bagi masyarakat di daerah terpencil.

Dalam partisipasi ketahanan digital, pemerintah harus memastikan pendidikan dan transformasi digital yang setara. Pemerintah harus membangun banyak mekanisme yang layak untuk mempromosikan partisipasi dan ketahanan digital bagi semua anak agar memungkinkan mereka memainkan peran aktif dalam menjadikan kawasan ini sebagai episentrum pertumbuhan.

Mereka mengusulkan sekolah untuk mengatur kegiatan dan membuat platform untuk meningkatkan kolaborasi dengan perusahaan digital, dan meminta perusahaan digital untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan digital abad ke-21 bagi siswa dan guru, serta menyadari tanggung jawab orang tua dan wali untuk mendukung, membimbing, dan mengawasi anak-anak mereka ketika anak-anak menggunakan internet, dan untuk melindungi mereka dari potensi risiko dan bahaya.

Terkait keamanan digital, mereka meminta pemerintah untuk menyediakan regulasi tentang kurikulum literasi digital di semua jenjang pendidikan terkait penegakan hukum dan perlindungan anak dari segala bentuk eksploitasi dan penyalahgunaan daring, dan membuat hotline yang aman dan dapat diakses untuk melaporkan eksploitasi dan pelecehan secara daring kepada anak-anak.

Alya dan Zhuang menyatakan juga akan mendorong pemerintah untuk memberikan peningkatan kapasitas bagi semua aktor dan pemangku kepentingan terkait keamanan digital, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan digital bagi semua anak.

Baca juga: Kemen PPPA: Forum Anak ASEAN ke-7 promosikan hak berpartisipasi anak

Baca juga: Menteri Bintang ajak bangun ketahanan digital anak-anak ASEAN

Termasuk mengusulkan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menciptakan kemitraan yang lebih strategis dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengadvokasi, menyebarluaskan, mengampanyekan keselamatan dan keamanan digital untuk semua anak, dan menawarkan dukungan bagi korban penyalahgunaan dan eksploitasi daring.

Pada perusahaan swasta, diharapkan memastikan keamanan digital dengan memperkuat sistem perlindungan anak, dan mempekerjakan pakar digital dengan memberikan upah dan remunerasi yang layak, juga mengedukasi pelanggan dengan memberikan informasi yang ramah pengguna dan detail yang memadai terkait keamanan digital mereka.

ACF 7th juga mendesak orang tua dan wali untuk berkomitmen dalam pengasuhan yang baik dan memperhatikan kebutuhan belajar dan perkembangan anak-anaknya.

“Selain itu, mengimbau para orang tua untuk memelihara dan menjaga komunikasi serta interaksi yang sehat dengan anak-anaknya, serta mengikuti program pengasuhan digital terkait keamanan dan keselamatan digital,” katanya.