Achmad Haris Bantah Telah Beli Jabatan Manajer Timnas Indonesia U-20: Kuitansi Itu Buat Pesan Tiket Piala Dunia U-20

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Achmad Haris menampik telah membeli jabatan manajer Timnas Indonesia U-20 untuk Dodi Reza Alex Noerdin. Kuitansi pembayaran sebesar 100 dolar AS atau setara Rp1,06 miliar diklaimnya sebagai transaksi untuk memesan tiket Piala Dunia U-20 2021.

"Sekarang begini. Yang tertera di kuitansi itu apa tulisannya? Itu tiket Piala Dunia U-20 2021 dan cuma sekadar bisnis. Apa salahnya kalau mau berbisnis?" kata Achmad Haris dinukil dari laman PSSI.

"Saya tidak tahu apa-apa soal isu yang lain. Sekarang tinggal dilihat saja apa itu keterangan di kuitansinya," jelas Achmad Haris.

Kabar ini jual-beli jabatan manajer Timnas Indonesia U-20 pertama kali diembuskan oleh jurnalis senior, Joseph Erwiyantoro di Facebook.

Dalam tulisannya, pria dengan nama lain Cocomeo itu mengklaim bahwa Achmad Haris membayar 100 ribu dolar Singapura ke Djoko Purwoko untuk melicinkan jalan Dodi Reza.

Achmad Haris, yang merupakan mantan Sekretaris Tim Sriwijaya FC, digambarkan Erwiyantoro sebagai anak buah Dodi Reza. Adapun, Djoko Purwoko disebutkannya memiliki kedekatan dengan Ketua PSSI, Mochamad Iriawan.

Dalam tulisannya, Erwiyantoro juga melampirkan bukti kuitansi transaksi sebesar 100 ribu dolar Singapura untuk jabatan manajer Timnas Indonesia U-20.

Kuitansi tersebut diterima atas nama Achmad Haris dengan tajuk pembayaran 'Pemesanan Tiket Masuk Timnas Piala Dunia 2021'. Transaksi itu dilakukan pada 20 Juli 2020 dan ditandatangani oleh Djoko Purwoko.

Seperti Beli Tiket Liga Champions

Zoran Supic (kiri), pelatih fisik baru Malang United bersama Djoko Purwoko dan Zoran Maric. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Zoran Supic (kiri), pelatih fisik baru Malang United bersama Djoko Purwoko dan Zoran Maric. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Sama seperti Achmad Haris, Djoko Purwoko berdalih uang 100 ribu dolar dari tersebut bukan untuk membeli posisi manajer Timnas Indonesia U-20, melainkan untuk tiket Piala Dunia U-20. Pemesanan ini, katanya, layaknya mem-booking tiket Liga Champions dari jauh-jauh hari.

"Mungkin saya orang yang dipandang tegak lurus, jadi dicari-cari nama saya. Ini mungkin juga politik yang tidak suka PSSI," kata Djoko Purwoko.

"Kuitansi itu juga tidak ada kaitannya dengan narasi jual-beli jabatan manajer. Memang tidak boleh pesan tiket jauh-jauh hari? Saya pernah juga tinggal di luar negeri dan pesan tiket Liga Champions. Saya orang sepak bola dan paham bagaimana pemesanan tiket."

"Sangat bohong jual-beli jabatan itu. Itu orang-orang politik dari pihak yang tak suka pak Dodi dan Pak Ketua PSSI. Saya juga pernah ada di kepengurusan Ketua PSSI era Pak Edy Rahmayadi. Kurang lebih begitu saja, polanya sama," imbuh Djoko Purwoko.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini