Ada 10 Pemain Asing yang Jadi WNI dalam 4 Tahun Terakhir, Tapi Tua Semua

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Gelombang naturalisasi pemain sepak bola di Indonesia terus bertambah jumlahnya sudah cukup banyak hingga tahun 2020.

Dalam kurun empat tahun terakhir, ketika era Liga 1 bergulir, sejumlah pemain asing menjalani proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Gelombang naturalisasi pun masih terus terjadi hingga saat ini.

Malahan, PSSI pernah membuat wacana menaturalisasi pemain muda asal Brasil untuk kepentingan Piala Dunia U-20 2021.

Ada lima pemain muda asal Brasil yang berlatih bersama tiga klub Shopee Liga 1 2020, Persija Jakarta, Arema FC, dan Madura United ketika semua tim tengah mempersiapkan diri untuk lanjutan kompetisi yang sempat terhenti karena pandemi COVID-19.

Namun, wacana tersebut akhirnya hilang begitu saja seiring perginya kelima pemain muda asal Brasil itu dari ketiga tim yang sempat menampungnya.

Tapi, di kalangan klub, proses naturalisasi tetap berjalan. Yang terbaru, gelandang Persija Jakarta, Marc Klok, resmi menjadi WNI, Kamis (12/11/2020).

Ia menyusul deretan pemain asing non-keturunan yang dinaturalisasi, yakni Otavio Dutra, Guy Junior, Esteban Vizcarra, Fabiano Beltrame, Alberto Goncalves, Ilija Spasojevic, Silvio Escobar, Zoubairou Garba, dan Osas Saha.

Sudah Tua Semua

Gelandang Tira Persikabo,Osas Saha, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kalteng Putra pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (26/7). Tira Persikabo menang 5-2 atas Kalteng. (Bola.com/Yoppy Renato)
Gelandang Tira Persikabo,Osas Saha, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kalteng Putra pada laga Shopee Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (26/7). Tira Persikabo menang 5-2 atas Kalteng. (Bola.com/Yoppy Renato)

Berbagai pihak sudah menyuarakan kritik naturalisasi pemain, apalagi yang non-keturunan dan sudah tua. Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, menyebut rencana itu bertentangan dengan filosofi olahraga prestasi di Indonesia.

Menurut Syaiful Huda, Indonesia memiliki sumber daya pemain muda yang melimpah. Hal ini tentu saja menjadi berita mengecewakan buat para pemain muda Tanah Air.

"Saat ada kebutuhan untuk membentuk Timnas Indonesia U-19, tiba-tiba pemerintah dan federasi lebih memilih melakukan naturalisasi pemain. Ini kan sangat ironis," tegas Syaiful Huda.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, menilai program naturalisasi pemain muda untuk Timnas Indonesia U-19 yang akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021 sah-sah saja. Asalkan, hal itu dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Masalahnya, naturalisasi pemain hanya untuk kebutuhan klub saja. Di antara deretan nama di atas, hanya beberapa yang berkontribusi untuk Timnas Indonesia.

Selain itu, usia dari mereka juga sudah tua. Otavio Dutra sudah berusia 36 tahun, Esteban Vizcarra (34 tahun), Fabiano Beltrame (38 tahun), Alberto Goncalves (39 tahun), Ilija Spasojevic (33 tahun), Guy Junior (34 tahun), Silvio Escobar (34 tahun), Zoubairou Garba (35 tahun), dan Osas Saha (34 tahun).

Usia Marc Klok masih lumayan, yakni 27 tahun sehingga punya banyak kans untuk gabung Timnas Indonesia. Sementara, hanya satu pemain keturunan yang dinaturalisasi dalam tiga tahun terakhir, yakni Ezra Walian.

Saksikan video pilihan berikut ini: